Araminus Omaleng Anggota DPR Papua Tengah Semprot Keras Kapolres Mimika: “Kriminalitas Merajalela, Konflik Kwamki Tak Selesai — Ini Bukti Gagal Total!”

Avatar photo

Kabar Sulsel - Admin

, 18 Mei 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Araminus Omaleng Anggota DPR Papua Tengah Semprot Keras Kapolres Mimika: “Kriminalitas Merajalela, Konflik Kwamki Tak Selesai — Ini Bukti Gagal Total!”

Araminus Omaleng Anggota DPR Papua Tengah Semprot Keras Kapolres Mimika: “Kriminalitas Merajalela, Konflik Kwamki Tak Selesai — Ini Bukti Gagal Total!”

Papua Tengah Kabarsulselindonesia.web.id  — Ketua Fraksi Gerindra DPR Papua Tengah, Araminus Omaleng, melontarkan kritik pedas terhadap kondisi keamanan di Kabupaten Mimika yang dinilai semakin amburadul dan tidak terkendali.

Dengan nada keras, Araminus mendesak Listyo Sigit Prabowo dan Kapolda Papua Tengah segera mengevaluasi Kapolres Mimika yang dianggap gagal total menjaga stabilitas keamanan di daerah yang dikenal sebagai salah satu wilayah strategis nasional tersebut. Senin (18/05/2026).

Menurutnya, tingginya angka kriminalitas yang terus terjadi ditambah konflik berkepanjangan di wilayah Kwamki menjadi bukti nyata lemahnya penanganan keamanan di Mimika.

“Konflik Kwamki tidak pernah benar-benar selesai. Kriminalitas terus terjadi. Masyarakat hidup dalam rasa tidak aman. Kalau kondisi seperti ini terus berlangsung, lalu apa yang sebenarnya dikerjakan aparat keamanan?” tegas Araminus.

Ia menilai situasi di Mimika sudah berada pada titik yang mengkhawatirkan. Aparat keamanan dianggap gagal membaca besarnya ancaman sosial yang terus berkembang di tengah masyarakat.

“Ini bukan lagi soal kelalaian kecil. Ini kegagalan total dalam menjaga keamanan daerah,” katanya dengan nada tajam.

Araminus juga mengingatkan bahwa Mimika bukan daerah biasa. Kabupaten tersebut memiliki posisi vital karena menjadi pusat aktivitas ekonomi besar yang berkaitan langsung dengan kepentingan nasional bahkan internasional.

“Mimika ini dapur dunia. Kalau keamanan di daerah ini kacau, maka dampaknya bukan hanya dirasakan masyarakat Mimika, tetapi menjadi isu nasional,” ujarnya.

Pernyataan keras tersebut sekaligus menjadi tamparan terbuka terhadap kinerja aparat keamanan di Mimika yang belakangan terus menjadi sorotan masyarakat.

Menurut Araminus, negara tidak boleh membiarkan Mimika terus berada dalam situasi yang dipenuhi konflik sosial, kriminalitas, dan keresahan masyarakat tanpa langkah tegas dari pimpinan kepolisian.

Ia pun meminta Kapolda Papua Tengah dan Kapolri jangan hanya menjadi penonton di tengah memburuknya situasi keamanan.

“Kapolda dan Kapolri harus segera turun tangan. Evaluasi Kapolres Mimika jangan hanya jadi formalitas. Kalau memang tidak mampu mengendalikan situasi keamanan, maka harus ada langkah tegas,” tandasnya.

Sorotan terhadap keamanan Mimika belakangan memang semakin keras. Selain konflik sosial yang belum kunjung selesai, masyarakat juga mengeluhkan meningkatnya tindak kriminalitas yang dianggap semakin meresahkan warga.

Kondisi itu memunculkan pertanyaan besar di tengah publik: apakah aparat keamanan masih benar-benar hadir melindungi masyarakat, atau justru mulai kehilangan kendali atas situasi di lapangan?

Kini masyarakat menunggu langkah nyata dari pimpinan Polri. Sebab bagi warga Mimika, rasa aman bukan sekadar janji di atas podium — melainkan hak yang seharusnya dijamin negara.

"Singa"