Ali Baham Temongmere: PESPARAWI XIV Bukan Sekadar Perhelatan, Tapi Panggung Sejarah Papua Barat di Mata Indonesia

Avatar photo

Kabar Sulsel - Admin

, 12 Juni 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Ali Baham Temongmere: PESPARAWI XIV Bukan Sekadar Perhelatan, Tapi Panggung Sejarah Papua Barat di Mata Indonesia

Manokwari, KabarsulselIndonesia.web.id | Di balik gemerlap panggung dan lantunan suara yang akan menggema dalam Pesta Paduan Suara Gerejawi (PESPARAWI) Nasional XIV, tersimpan satu pesan besar: Manokwari sedang menulis sejarahnya sendiri.

Bukan hanya sebagai tuan rumah sebuah kompetisi seni rohani berskala nasional, tetapi sebagai wajah Papua Barat yang akan dinilai oleh ribuan tamu dari berbagai penjuru Indonesia.

Sekretaris Daerah Provinsi Papua Barat sekaligus Ketua Panitia Pelaksana PESPARAWI Nasional XIV, Drs. H. Ali Baham Temongmere, M.TP, mengajak seluruh masyarakat Manokwari untuk mengambil bagian dalam menjaga keamanan, kenyamanan, dan kesuksesan agenda nasional tersebut.

Menurutnya, keberhasilan PESPARAWI tidak hanya ditentukan oleh kesiapan panitia, fasilitas, maupun sistem pengamanan yang telah dirancang, tetapi juga oleh sikap masyarakat sebagai tuan rumah.

“Manokwari bukan hanya tempat berlangsungnya acara, tetapi rumah yang akan menerima saudara-saudara kita dari seluruh Indonesia. Karena itu mari kita tunjukkan keramahan, kepedulian, dan rasa memiliki terhadap daerah ini,” ujar Ali Baham kepada wartawan di Manokwari, Jumat (12/6/2026).

Pria yang akrab disapa ABT itu menilai kepercayaan pemerintah pusat menjadikan Manokwari sebagai tuan rumah PESPARAWI Nasional XIV merupakan kesempatan berharga yang tidak datang setiap saat.

Di tengah banyaknya daerah lain yang juga menginginkan kesempatan serupa, Papua Barat mendapat ruang untuk memperlihatkan identitas, budaya, dan keramahan masyarakatnya di panggung nasional.

“Ini adalah sejarah bagi Manokwari dan Papua Barat. Kita ingin setiap peserta dan tamu yang datang merasakan suasana yang aman, nyaman, dan membawa pulang cerita baik tentang daerah ini,” katanya.

PESPARAWI Nasional XIV juga menjadi catatan penting bagi Tanah Papua. Dari enam provinsi di wilayah Papua, hingga saat ini hanya Jayapura dan Manokwari yang pernah dipercaya menjadi tuan rumah ajang nasional tersebut.

Karena itu, Ali Baham berharap seluruh elemen masyarakat tidak melihat PESPARAWI hanya sebagai kegiatan seremonial, tetapi sebagai momentum memperkuat citra Papua Barat di mata bangsa.

“Kesuksesan acara ini adalah kebanggaan kita bersama. Apa yang kita lakukan hari ini akan menjadi cerita yang diwariskan kepada generasi berikutnya,” tuturnya.

Dengan dukungan masyarakat, koordinasi pemerintah, dan kerja bersama seluruh pihak, Manokwari diharapkan mampu membuktikan bahwa Papua Barat bukan hanya mampu menjadi tuan rumah, tetapi juga mampu menghadirkan perhelatan nasional dengan suasana damai, hangat, dan berkesan.

PESPARAWI XIV akhirnya bukan sekadar tentang paduan suara, melainkan tentang bagaimana sebuah daerah memperkenalkan jiwanya kepada Indonesia. [Rls]