Hanubun Minta Dokter Malra Ambil Spesial di Unair: Jangan ke Mana-Mana Dulu
Hanubun Minta Dokter Malra Ambil Spesial di Unair: Jangan ke Mana-Mana Dulu
Langgur Kabarsulselindonesia.web.id – Bupati Maluku Tenggara, Muhamad Thaher Hanubun, mengungkapkan masih minimnya tenaga kesehatan, khususnya dokter spesialis, di daerah berjuluk Bumi Larvul Ngabal itu.
Hal tersebut disampaikannya saat membuka kegiatan pendampingan tata kelola kesehatan dan penanganan malaria yang merupakan kerja sama Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara dengan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga (Unair) dan Kementerian Kesehatan RI.
"Dokter umum saja kita masih kurang tiga orang. Dari 21 puskesmas yang ada, kita masih membutuhkan 19 dokter gigi. Belum lagi dokter spesialis anestesi, penyakit dalam, dan tenaga kesehatan lainnya yang jumlahnya masih sangat terbatas," kata Hanubun.
Menurutnya, pelayanan kesehatan di Maluku Tenggara saat ini ditopang oleh dua rumah sakit pemerintah, satu rumah sakit swasta, serta 21 puskesmas yang tersebar di berbagai wilayah kepulauan.
Meski demikian, keterbatasan sumber daya manusia masih menjadi tantangan besar dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Hanubun menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Kesehatan dan Universitas Airlangga yang telah hadir mendampingi Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara dalam memperkuat tata kelola sektor kesehatan.
Ia menilai kehadiran tim dari Universitas Airlangga merupakan langkah strategis bagi daerah yang masuk kategori terdepan, terluar dan tertinggal (3T).
"Daerah kami ini daerah 3T. Karena itu, kami menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Kesehatan dan Universitas Airlangga yang sudah memberikan perhatian kepada Maluku Tenggara," ujarnya.
Hanubun mengungkapkan, sejumlah persoalan yang selama ini menghambat pelayanan kesehatan perlahan mulai teratasi. Salah satunya melalui peningkatan infrastruktur kelistrikan di wilayah Kepulauan Kei Besar dan pulau-pulau terluar yang kini telah menikmati listrik selama 24 jam.
"Listrik yang dulu hanya menyala 12 jam di Kei Besar, sekarang sudah 24 jam. Demikian juga di pulau-pulau lainnya. Artinya tidak ada lagi alasan untuk tidak memberikan pelayanan kesehatan secara maksimal kepada masyarakat," tegasnya.10/06/2026
Namun demikian, ia mengakui sebagian besar bangunan puskesmas di Maluku Tenggara masih memerlukan rehabilitasi dan peningkatan fasilitas.
"Dari 21 puskesmas, baru empat yang kondisinya baik. Selebihnya membutuhkan perhatian dan perbaikan. Dengan kondisi efisiensi anggaran saat ini, pemerintah daerah belum mampu melakukan rehabilitasi secara maksimal," katanya.
Pada kesempatan tersebut, Hanubun juga mengajak para dokter muda asal Maluku Tenggara untuk melanjutkan pendidikan spesialis di Universitas Airlangga.
Bahkan, secara spontan ia meminta tenaga kesehatan yang hadir agar terus mengingatkan pemerintah daerah terkait kebutuhan pendidikan dokter spesialis.
"Tagih terus. Bilang, Bapak saya mau sekolah, saya mau ambil spesialis. Jangan diam. Kepala dinas harus menganggarkan. Jangan ke mana-mana dulu, Unair dulu," ujarnya disambut tepuk tangan peserta.
Menurut Hanubun, pengembangan sumber daya manusia merupakan investasi jangka panjang yang sangat penting untuk menjawab kebutuhan tenaga kesehatan di Maluku Tenggara.
Ia juga membuka peluang kerja sama yang lebih luas dengan Universitas Airlangga dalam pengembangan tenaga medis dan pelayanan kesehatan di daerah.
Selain membahas sektor kesehatan, Hanubun turut mengajak tim dari Universitas Airlangga untuk menikmati potensi wisata yang dimiliki Maluku Tenggara.
"Jangan lupa jalan-jalan juga ke tempat-tempat wisata kami, terutama Pasir Panjang. Biar nanti foto-fotonya dilihat banyak orang dan semakin banyak yang datang ke Maluku Tenggara," katanya.
Mengakhiri sambutannya, Hanubun berharap kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara, Kementerian Kesehatan dan Universitas Airlangga dapat menghasilkan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan yang lebih baik bagi masyarakat.
"Yang paling penting adalah kesehatan masyarakat. Karena kesehatan dan pendidikan merupakan dua sektor utama yang harus menjadi prioritas pembangunan," pungkasnya.
Editor : Bruce Elang

























Komentar via Facebook