Touring Kebangsaan Malra: Pemerintah Turun, Rakyat Tak Boleh Tertinggal
Touring Kebangsaan Malra: Pemerintah Turun, Rakyat Tak Boleh Tertinggal
Langgur Kabarsulselindonesia.web.id — Touring Kebangsaan dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kabupaten Maluku Tenggara ditegaskan bukan sekadar agenda seremonial. Kegiatan ini menjadi simbol keberpihakan pemerintah untuk hadir langsung, menyapa masyarakat, melihat kondisi lapangan, sekaligus memastikan denyut pembangunan dirasakan hingga ke ohoi-ohoi.sabtu 15/8/26
Bupati Maluku Tenggara, M. Thaher Hanubun, menegaskan bahwa pemerintah tidak boleh hanya bekerja dari balik meja. Kehadiran negara harus dapat dirasakan masyarakat melalui pelayanan nyata dan perhatian langsung terhadap kondisi di lapangan.
Touring tersebut dirangkaikan dengan Cek Kesehatan Gratis di 21 Puskesmas. Program ini menjadi bagian dari pesan bahwa pelayanan publik harus benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat, bukan berhenti pada laporan administratif.
Bagi Thaher, turun langsung ke lapangan merupakan bagian penting dalam membaca persoalan daerah. Kondisi jalan, ohoi, sekolah hingga fasilitas pelayanan harus dilihat dengan mata sendiri, sementara suara dan keluhan masyarakat harus didengar secara langsung.
Ia menegaskan, laporan pemerintahan memang penting, tetapi tidak dapat menggantikan kehadiran pemimpin di tengah rakyat.
“Pemimpin harus turun. Pemimpin harus melihat sendiri.”
Touring Kebangsaan juga diarahkan menjadi penggerak ekonomi masyarakat. Setiap persinggahan diharapkan memberi ruang bagi warga untuk menjual hasil kebun, hasil laut maupun produk usaha lainnya. Dengan begitu, aktivitas rombongan tidak hanya menjadi perjalanan, tetapi turut mendorong perputaran ekonomi hingga ke tingkat desa.
Semangat kemerdekaan, kata Thaher, tidak boleh berhenti di pusat pemerintahan. Semangat tersebut harus menjangkau ohoi-ohoi, kawasan pesisir hingga wilayah yang jauh dari pusat kabupaten.
Di titik inilah filosofi Ain Ni Ain kembali ditegaskan: saling memiliki, berjalan bersama dan mencapai tujuan bersama tanpa meninggalkan siapa pun. Pemerintah, DPRD, aparat keamanan, dunia usaha, tokoh agama, tokoh adat, pemuda dan seluruh masyarakat memiliki peran dalam menentukan arah pembangunan Maluku Tenggara.
Pesan yang dibawa pun tegas: “Setara, Sejahterakan Negeri — No One Left Behind.”
Touring Kebangsaan akhirnya bukan hanya tentang bergerak dari satu tempat ke tempat lain. Lebih jauh, kegiatan ini membawa pesan bahwa pembangunan harus hadir di tengah masyarakat, mendengar suara rakyat dan memastikan tidak ada wilayah maupun warga yang tertinggal.
Touring Kebangsaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI Tahun 2026 tersebut kemudian secara resmi dinyatakan dimulai oleh Bupati Maluku Tenggara, M. Thaher Hanubun.
Editor: Bruce Elang

























Komentar via Facebook