DARI RUANG LAUT KE RUMPUT LAUT, BUPATI MALUKU TENGGARA DORONG PENGUATAN BUDIDAYA DAN PAD

Avatar photo

Kabar Sulsel - Admin

, 24 Agustus 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

DARI RUANG LAUT KE RUMPUT LAUT, BUPATI MALUKU TENGGARA DORONG PENGUATAN BUDIDAYA DAN PAD

DARI RUANG LAUT KE RUMPUT LAUT, BUPATI MALUKU TENGGARA DORONG PENGUATAN BUDIDAYA DAN PAD

Audiensi di Kementerian Kelautan dan Perikanan Bahas Optimalisasi Ruang Perairan dan Pengembangan Rumput Laut

JAKARTA, Kabarsulselindonesia.web.id  — Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara terus mendorong pengelolaan potensi kelautan secara lebih terarah dan produktif. Langkah tersebut ditunjukkan melalui audiensi Bupati Maluku Tenggara bersama jajaran Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di Gedung Mina Bahari Lantai 9, Senin (24/8/2026).

Pertemuan tersebut membahas dua agenda strategis yang dinilai memiliki prospek besar bagi pembangunan daerah, yakni pemanfaatan ruang perairan serta pengembangan budidaya rumput laut di Kabupaten Maluku Tenggara.

Dalam audiensi tersebut, Bupati Maluku Tenggara bertemu dengan Bambang Nariyono, Staf Khusus Bidang Sumber Daya Kelautan dan Perikanan serta Modernisasi Armada Kapal Perikanan dan Kapal Pengawas Kelautan dan Perikanan.

Hadir pula Didit Eko Prasetiyo, Direktur Pemanfaatan Ruang Kolom Perairan dan Dasar Laut; Nono Hartanto, Direktur Rumput Laut; serta sejumlah jajaran dan staf Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah membangun sinergi dengan pemerintah pusat dalam mengoptimalkan potensi kelautan yang dimiliki Maluku Tenggara.

Rumput Laut Jadi Potensi Ekonomi yang Perlu Diperkuat

Maluku Tenggara dikenal memiliki wilayah kepulauan dengan sumber daya laut yang besar. Potensi tersebut, termasuk budidaya rumput laut, dinilai perlu dikelola secara lebih terencana agar memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.

Karena itu, pembahasan mengenai pemanfaatan ruang perairan menjadi penting untuk memastikan kegiatan budidaya dapat berkembang secara tertib, berkelanjutan dan tetap memperhatikan daya dukung lingkungan laut.

Pengembangan rumput laut tidak hanya diarahkan pada peningkatan volume produksi, tetapi juga pada bagaimana komoditas tersebut mampu menciptakan nilai tambah bagi masyarakat serta memperkuat perekonomian daerah.

Dorong Produksi Naik, PAD Ikut Menguat

Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara berharap sinergi dengan KKP dapat membuka ruang yang lebih besar bagi pengembangan sektor budidaya rumput laut.

Targetnya tidak berhenti pada peningkatan produksi. Pemerintah daerah juga menginginkan agar aktivitas ekonomi kelautan tersebut mampu memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Dengan demikian, pengelolaan potensi laut diharapkan dapat menciptakan mata rantai ekonomi yang lebih kuat, mulai dari masyarakat pembudidaya, pengelolaan hasil produksi, pemasaran hingga pengembangan industri pengolahan.

Jika dikelola secara konsisten, sektor rumput laut berpotensi menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat pesisir sekaligus memperkuat kemandirian fiskal daerah.

Sinergi Pusat dan Daerah Jadi Kunci

Audiensi tersebut juga menunjukkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat dalam mengelola wilayah pesisir dan laut.

Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara membutuhkan dukungan kebijakan, pendampingan teknis serta sinkronisasi pemanfaatan ruang agar pengembangan budidaya dapat berjalan sesuai ketentuan dan memberikan kepastian bagi masyarakat.

Di sisi lain, pemerintah daerah memiliki peran penting dalam memastikan potensi tersebut benar-benar memberikan manfaat langsung kepada masyarakat Maluku Tenggara.

Melalui pertemuan tersebut, diharapkan lahir langkah konkret untuk mempercepat pengembangan budidaya rumput laut, meningkatkan produktivitas pembudidaya, memperluas peluang ekonomi masyarakat pesisir dan pada akhirnya memberikan kontribusi terhadap peningkatan PAD Kabupaten Maluku Tenggara.

Bagi Maluku Tenggara, laut bukan sekadar batas geografis antarpulau. Laut adalah ruang hidup, sumber ekonomi dan masa depan masyarakat. Karena itu, pemanfaatannya harus dilakukan secara bijak, produktif dan berkelanjutan.

Editor: Bruce Elang