Pernah Viral di TikTok, Tumpukan Sampah Waiheru Beres Berkat Alat Berat: Masih Ada Sampah dari Luar, Kesadaran Kunci Utama
AMBON,Kabarsulsel-Indonesia.web.id. Masalah lingkungan yang sempat mengundang perhatian publik dan viral di media sosial TikTok, yakni tumpukan sampah menggunung di kawasan RT 17, Negeri Waiheru, Kecamatan Baguala, Kota Ambon, akhirnya tuntas ditangani. Pemerintah Desa Waiheru mengambil langkah tegas dan cepat untuk mengembalikan kebersihan lingkungan, meski tantangan perilaku masyarakat masih menjadi pekerjaan rumah utama.
Kepala Desa Waiheru, Usman Ely, menegaskan bahwa pengelolaan sampah tidak bisa dibebankan hanya kepada pemerintah semata. Menurutnya, kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab kolektif yang melibatkan seluruh elemen masyarakat, baik yang tinggal di Waiheru maupun warga wilayah sekitar.
"Persoalan sampah ini adalah urusan bersama. Semua pihak wajib punya rasa tanggung jawab menjaga lingkungan. Yang perlu diketahui, tumpukan sampah di titik-titik kita ini tidak hanya berasal dari warga Waiheru. Banyak diduga berasal dari warga luar yang lewat, mulai dari wilayah Nania hingga Hunuth, lalu membuang sampah sembarangan di sini," ungkap Usman Ely saat ditemui, Senin (25/5/2026).
Menanggapi kondisi parah di RT 17 yang sempat menjadi sorotan warga maya, Pemerintah Desa tidak lagi mengandalkan cara konvensional. Mengingat volume sampah yang sangat besar dan menumpuk lama, keputusan strategis diambil dengan mengerahkan alat berat.
"Dulu kalau dibersihkan pakai tenaga manusia, rasanya mustahil selesai dalam waktu cepat. Akhirnya kita keluarkan kebijakan menggunakan alat berat agar penanganannya tuntas dan cepat. Tidak hanya sampah di permukaan, kita sekaligus lakukan normalisasi sungai yang selama ini menjadi pembuangan tak resmi. Aliran air yang tadinya berkelok dan dangkal kita luruskan dan keruk kembali," jelasnya.
Hasilnya pun terlihat nyata. Usman memastikan kondisi lingkungan kini jauh lebih bersih dan aliran air sungai sudah lancar tanpa lagi tersumbat sampah.
Namun di balik keberhasilan pembersihan fisik, Usman mengakui tantangan terbesar justru ada pada perubahan perilaku. Rendahnya kesadaran warga untuk membuang sampah pada tempatnya masih menjadi masalah utama. Berbagai upaya edukasi terus digalakkan, mulai dari sosialisasi di forum RT/RW hingga penyuluhan langsung ke lapangan.
"Kita terus berupaya menyadarkan masyarakat, karena akar masalahnya memang di situ. Bahkan, papan peringatan larangan buang sampah yang kita pasang berkali-kali selalu saja dicabut, dirusak, atau hilang oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Meski begitu, kita tidak menyerah dan berencana memasang ulang papan larangan tersebut," tegasnya.
Sebagai langkah pengawasan modern, pemasangan kamera pengawas atau CCTV mulai memperlihatkan dampak positif. Berdasarkan pantauan pemerintah desa, kehadiran alat pemantau tersebut perlahan namun pasti mengubah kebiasaan buruk warga.
"Pantauan dari CCTV menunjukkan perubahan yang cukup baik. Kesadaran masyarakat mulai tumbuh, mereka jadi berhati-hati. Inilah yang kami harapkan: lingkungan bersih karena kesadaran, bukan hanya karena ada aturan," pungkas Usman Ely.
(M.N)

























Komentar via Facebook