Tekan Stunting di Kei Besar, Thaher Dorong PMT Pangan Lokal dan Penguatan Posyandu
Tekan Stunting di Kei Besar, Thaher Dorong PMT Pangan Lokal dan Penguatan Posyandu
Elat, Maluku Tenggara- Kabarsulsulindonesia.web.id — Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara memperkuat langkah pencegahan stunting dengan menempatkan keluarga, Posyandu, kader kesehatan, serta pemanfaatan pangan lokal sebagai bagian penting dari strategi intervensi gizi masyarakat.
Komitmen tersebut ditegaskan Bupati Maluku Tenggara, M. Thaher Hanubun, dalam kegiatan Pembekalan Tim Kader Posyandu untuk pemberian makanan tambahan (PMT) berbasis pangan lokal, Kampanye dan Pergerakan Masyarakat Hidup Sehat atau Gerakan Cegah Stunting, yang berlangsung di Elat, Kei Besar, Sabtu (22/8/2026).
Dalam arahannya, Thaher menegaskan bahwa persoalan stunting tidak dapat dibebankan hanya kepada sektor kesehatan. Pencegahannya harus dimulai dari keluarga melalui pemenuhan gizi, pola asuh, sanitasi, pemanfaatan pangan yang tersedia di lingkungan, serta pemantauan tumbuh kembang anak secara rutin.
Data yang disampaikan dalam arahan Bupati menunjukkan adanya perkembangan positif. Berdasarkan data SIGIZIKESGA, angka stunting Maluku Tenggara pada Desember 2025 tercatat 12,07 persen. Setelah dilakukan pemutakhiran data pada Triwulan II 2026, angka tersebut disebut turun menjadi 10,25 persen, atau berada di bawah target nasional 14 persen.
Namun, capaian tersebut tidak dipandang sebagai alasan untuk mengendurkan intervensi. Justru, pemerintah daerah mendorong agar pencegahan dilakukan secara berkelanjutan, mulai dari remaja putri, calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui hingga anak balita, terutama dalam periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan.
Pangan Lokal Jangan Hanya Jadi Potensi
Salah satu pesan utama Thaher adalah pentingnya mengubah kekayaan pangan lokal menjadi sumber pemenuhan gizi keluarga.
Menurut arahan tersebut, Maluku Tenggara memiliki beragam sumber pangan bernilai gizi tinggi. Karena itu, pemberian makanan tambahan tidak semestinya selalu bergantung pada bahan pangan dari luar daerah. Potensi pangan lokal, terutama sumber protein hewani, perlu dioptimalkan dengan tetap memperhatikan prinsip makanan yang bergizi, seimbang, beragam, sehat dan aman.
Di titik ini, kader Posyandu dinilai memiliki posisi strategis. Mereka tidak hanya membantu pelayanan di Posyandu, tetapi juga berperan sebagai penggerak masyarakat, penyampai informasi kesehatan, pendamping keluarga, sekaligus penghubung antara masyarakat dengan tenaga kesehatan dan pemerintah.
Thaher juga meminta jajaran terkait, mulai dari Dinas PMD, camat hingga kepala ohoi, memperkuat pelayanan Posyandu. Setiap ibu hamil dan anak harus mendapatkan pemantauan pertumbuhan serta perkembangan secara rutin.
Jika ditemukan anak dengan berat badan tidak naik atau mengalami kekurangan gizi, intervensi dan pendampingan harus segera dilakukan. Salah satu langkah yang diarahkan adalah pemberian makanan tambahan berbasis pangan lokal bagi ibu hamil dan balita yang mengalami kekurangan gizi, disertai pemeriksaan dokter maupun dokter spesialis apabila terdapat indikasi penyakit penyerta yang menghambat pertumbuhan anak.
Layanan Spesialis Dibawa Lebih Dekat
Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang menghadirkan dua dokter spesialis, yakni dokter spesialis anak dan dokter spesialis paru.
Kehadiran dokter spesialis tersebut diharapkan memperkuat pelayanan kesehatan sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat di wilayah Kei Besar yang selama ini membutuhkan akses terhadap layanan spesialistik.
Program pembekalan dan gerakan pencegahan stunting ini mencakup wilayah kerja Puskesmas Elat, Matahollat, Ohoiel, Larat, Mun dan Hollat.
Cegah Stunting Harus Jadi Gerakan Bersama
Thaher menekankan bahwa pencegahan stunting tidak cukup dilakukan melalui program pemerintah. Perubahan harus masuk ke kebiasaan sehari-hari masyarakat, seperti mengonsumsi makanan bergizi dan beragam, menjaga kebersihan lingkungan, menggunakan air bersih, mencuci tangan dengan sabun, serta memanfaatkan layanan Posyandu secara rutin.
Karena itu, gerakan tersebut diarahkan melibatkan seluruh OPD, pemerintah kecamatan, pemerintah ohoi, PKK, kader Posyandu, tokoh agama dan masyarakat di wilayah Kei Besar.
Pesan Bupati cukup jelas: tidak boleh ada keluarga yang membiarkan anak tumbuh tanpa pemantauan kesehatan dan makanan bergizi. Pencegahan stunting harus menjadi gerakan bersama dengan keluarga dan masyarakat sebagai garis terdepan.
Kegiatan Pembekalan Pemberian Makanan Tambahan berbasis pangan lokal, Kampanye dan Pergerakan Masyarakat Hidup Sehat atau Gerakan Cegah Stunting yang dirangkaikan dengan Cek Kesehatan Gratis tersebut kemudian secara resmi dibuka oleh Bupati Maluku Tenggara, M. Thaher Hanubun.
Editor : Bruce Elang

























Komentar via Facebook