Polres Kaimana Bergerak Cepat, Hotspot Karhutla di Wermura Dipadamkan Sebelum Meluas

Avatar photo

Kabar Sulsel - Admin

, 23 Agustus 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Polres Kaimana Bergerak Cepat, Hotspot Karhutla di Wermura Dipadamkan Sebelum Meluas

Kaimana, KabarsulselIndonesia.web.id | Satu titik panas kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terpantau berkategori High di Kampung Wermura, Distrik Kaimana, Kabupaten Kaimana, Papua Barat, ditangani secara cepat oleh aparat kepolisian bersama petugas pemadam kebakaran, Minggu, 23 Agustus 2026.

Titik hotspot tersebut terpantau sekitar pukul 12.00 WIT. Informasi itu segera ditindaklanjuti Polres Kaimana dengan mengerahkan personel untuk memastikan kondisi di lapangan sekaligus menyiapkan kekuatan dan peralatan yang dibutuhkan.

Sekitar pukul 14.00 WIT, personel Polres Kaimana melakukan pengecekan kesiapan sebelum bergerak menuju lokasi. Tak berselang lama, pada pukul 14.41 WIT, tim tiba di kawasan yang terindikasi sebagai lokasi munculnya titik api.

Api langsung ditangani.

Personel kepolisian melakukan pemadaman bersama Damkar Yon TP 864 NN dan Damkar Pemerintah Daerah Kabupaten Kaimana. Upaya tersebut dilakukan untuk memutus potensi rambatan api yang dapat meluas ke kawasan lain.

Medan yang dihadapi bukan tanpa risiko. Kawasan sekitar lokasi didominasi rerumputan yang mengering serta material kayu lapuk. Dalam kondisi seperti itu, api berpotensi bergerak cepat, terutama apabila didukung kondisi cuaca dan angin.

Karena itu, penanganan tidak hanya diarahkan untuk memadamkan sumber api, tetapi juga mengendalikan kemungkinan munculnya titik api baru.

Setelah beberapa jam penanganan, titik hotspot berhasil dipadamkan sekitar pukul 17.45 WIT. Armada pemadam kebakaran dan berbagai peralatan pendukung digunakan untuk memastikan api benar-benar dapat dikendalikan.

Namun pekerjaan belum dianggap selesai setelah api padam. Pada pukul 19.15 WIT, personel mengikuti apel konsolidasi yang dipimpin Kasat Samapta Polres Kaimana. Apel tersebut menjadi bagian dari evaluasi sekaligus pengecekan kondisi dan kesiapan personel setelah melaksanakan tugas di lapangan.

Sejumlah pejabat dan personel turut terlibat dalam penanganan tersebut, di antaranya Wakapolres Kaimana, Kabag Ops, Kasat Samapta, Kasat Intelkam, Kapolsek Kaimana, KBO Samapta, serta personel Samapta, Intelkam dan Polsek Kota Kaimana.

Kapolres Kaimana AKBP Satria Dwi Dharma, S.I.K., melalui Kasi Humas Iptu Daniel Kewetare, mengatakan jajaran Polres Kaimana terus melakukan pemantauan terhadap wilayah yang memiliki potensi terjadinya Karhutla.

Menurut dia, langkah pencegahan menjadi bagian penting dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan, terutama dengan memperkuat koordinasi lintas instansi.

“Polres Kaimana terus melakukan langkah-langkah pencegahan dan pemantauan secara langsung terhadap titik-titik yang dianggap rawan terjadinya Karhutla,” kata Daniel.

Koordinasi, kata dia, juga terus dilakukan bersama Yon TP 864 NN, Pemerintah Daerah Kabupaten Kaimana, dan Damkar Kabupaten Kaimana untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya kebakaran susulan.

Penanganan di Wermura memperlihatkan bahwa informasi mengenai hotspot tidak bisa diperlakukan sebagai sekadar data di layar pemantauan. Ketika titik panas muncul dengan kategori tinggi, kecepatan respons menjadi faktor penting untuk mencegah kebakaran berubah menjadi bencana yang lebih luas.

Di sisi lain, kondisi vegetasi yang mengering membuat kewaspadaan masyarakat menjadi semakin penting. Api kecil dapat dengan cepat berubah menjadi persoalan besar apabila terlambat diketahui atau tidak segera ditangani.

Polres Kaimana mengimbau masyarakat tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan. Warga juga diminta segera melaporkan apabila menemukan asap, titik api, maupun indikasi kebakaran di wilayah sekitarnya.

Penanganan Karhutla, pada akhirnya, bukan hanya pekerjaan aparat pemadam atau kepolisian. Ia membutuhkan mata yang waspada dari masyarakat, respons cepat pemerintah, serta koordinasi antarinstansi.

Di Wermura, api berhasil dipadamkan sebelum berkembang lebih jauh. Tantangan berikutnya adalah memastikan titik api tidak kembali muncul dan menjaga agar kawasan yang rentan tetap berada dalam pengawasan.

Sebab dalam urusan Karhutla, mencegah api membesar selalu lebih murah daripada memadamkan bencana yang telanjur meluas.

 

Writter : Humas Polres | Editor : Den