Akhmad Yani Renuat Buka Ruang Solusi, Persoalan PPPK Jadi Perhatian.

Avatar photo

Kabar Sulsel - Admin

, 10 Agustus 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Akhmad Yani Renuat Buka Ruang Solusi, Persoalan PPPK Jadi Perhatian.

Akhmad Yani Renuat Buka Ruang Solusi, Persoalan PPPK Jadi Perhatian.

TUAL Kabarsulselindonesia.web.id — Sikap tenang dalam menghadapi kritik publik dinilai menjadi salah satu bentuk kedewasaan dalam kepemimpinan. Hal tersebut terlihat dari respons Wali Kota Tual, Akhmad Yani Renuat, S.Sos., M.Si., S.H., dalam menyikapi berbagai sorotan terkait persoalan gaji Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Kota Tual.

Alih-alih menjadikan kritik sebagai sumber polemik, persoalan yang berkembang justru dipandang sebagai bahan evaluasi untuk mencari langkah penyelesaian yang terbaik. Sikap tersebut mendapat apresiasi dari Domi Koljaan, yang menilai pemerintah daerah perlu terus membuka ruang dialog dan mengedepankan solusi atas setiap persoalan yang menyentuh kepentingan masyarakat.10/08/2026

Menurut Domi, kritik merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan pemerintahan. Kritik yang disampaikan secara konstruktif seharusnya menjadi masukan untuk memperbaiki kebijakan dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

 “Kritik tidak harus dibalas dengan emosi, tetapi dijawab dengan kerja dan solusi.”»

Persoalan gaji PPPK bukan sekadar menyangkut administrasi pemerintahan. Di balik persoalan tersebut terdapat kebutuhan keluarga dan kehidupan para pegawai yang menggantungkan penghasilan mereka dari pekerjaan sebagai aparatur pemerintah.

Karena itu, upaya pemerintah daerah untuk mencari jalan keluar serta memastikan hak-hak PPPK dapat terpenuhi secara tepat waktu dan sesuai ketentuan menjadi hal yang sangat penting. Publik pun berharap proses penyelesaian persoalan tersebut berjalan secara transparan, terukur, dan memberikan kepastian kepada para PPPK.

Domi menilai, seorang pemimpin tidak hanya dituntut untuk mampu berbicara di hadapan masyarakat, tetapi juga harus memiliki keberanian untuk mendengar, menerima kritik, memahami persoalan, dan kemudian mengambil langkah nyata.

Dalam konteks tersebut, sikap Akhmad Yani Renuat dinilai menunjukkan bahwa kritik dapat ditempatkan sebagai bagian dari proses memperbaiki tata kelola pemerintahan.

Masyarakat Kota Tual tentunya berharap persoalan PPPK dapat segera menemukan solusi yang adil dan memberikan ketenangan bagi para pegawai beserta keluarganya. Yang paling penting, setiap langkah penyelesaian dapat dikomunikasikan secara terbuka sehingga tidak menimbulkan ketidakpastian di tengah masyarakat.

“Teruslah bekerja dan jangan takut terhadap kritik. Kritik yang konstruktif justru dapat menjadi energi untuk memperbaiki pelayanan pemerintahan serta memperkuat kepercayaan masyarakat,” demikian apresiasi Domi.

Ia juga menyampaikan harapan agar Wali Kota Tual Akhmad Yani Renuat, S.Sos., M.Si., S.H., senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, dan keteguhan dalam menjalankan amanah serta memperjuangkan kepentingan masyarakat Kota Tual.

Editor: Bruce Elang