PR:

Avatar photo

Kabar Sulsel - Admin

, 26 Juni 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

PR:

PR: "Dihujani Penghargaan, Tapi Rakyat Masih Menjerit. Turun Gunung Jangan Jadi Sekadar Slogan"

Timika Kabarsulselindinesia.web.id  – Aktivis yang akrab disapa PR melontarkan kritik keras terhadap kondisi ekonomi yang menurutnya semakin membebani masyarakat kecil. Ia mempertanyakan makna berbagai penghargaan yang diterima para pemimpin apabila kehidupan rakyat dinilai belum mengalami perubahan yang nyata.

Menurut Pius Rahawadan (PR) , Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, selama dua periode kepemimpinannya menerima berbagai penghargaan. Namun, ia mempertanyakan sejauh mana penghargaan tersebut berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.27/06/2026

  "Presiden ke-7 kita dihujani penghargaan. Tapi pertanyaannya, apa yang benar-benar dirasakan rakyat? Hari ini beban ekonomi semakin berat, rakyat kecil semakin menderita," ujar PR.

PR juga mengaku telahmenetap di Kabupaten Mimika selama kurang lebih 31 tahun. Selama itu, ia mengklaim belum pernah merasakan bantuan pemerintah daerah secara langsung.

  "Saya sudah 31 tahun tinggal di Mimika. Berganti bupati demi bupati, saya pribadi belum pernah merasakan bantuan dari Pemerintah Kabupaten Mimika. Jadi ketika ada yang bicara soal 'turun gunung', saya justru bertanya-tanya, harus lari atau bertahan?" katanya.

Lebih lanjut, PR menilai istilah "turun gunung" yang kerap digaungkan sejumlah pihak, baik di tingkat pusat maupun daerah, tidak boleh berhenti sebagai jargon politik atau retorika.

Menurutnya, dalam pemahamannya, istilah tersebut justru dapat dimaknai sebagai sesuatu yang serius dan penuh konsekuensi.

 "Dalam pemahaman saya yang sederhana, turun gunung itu seperti ancaman terhadap keselamatan jiwa. Tapi kenyataannya, dari pusat sampai daerah kita sering dengar istilah itu. Yang saya lihat, mereka hanya seperti turun lewat sungai, bukan benar-benar turun menyelesaikan persoalan rakyat. Sampai hari ini saya belum melihat bukti nyata yang dirasakan masyarakat," tegasnya.

PR berharap para pemimpin tidak lagi sibuk membangun citra melalui penghargaan, seremoni, maupun slogan, melainkan membuktikan komitmen melalui kebijakan yang berdampak langsung bagi masyarakat, terutama kelompok ekonomi kecil.

  "Rakyat tidak butuh slogan. Rakyat butuh bukti. Penghargaan tidak akan mengenyangkan perut jika kondisi ekonomi tetap sulit," tutup PR.

Editor: Bruce Elang