Dari Kebun Wrikapal, Fakfak Menyiapkan Garda Terdepan Penjaga Pala Tomandin

Avatar photo

Kabar Sulsel - Admin

, 18 September 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Dari Kebun Wrikapal, Fakfak Menyiapkan Garda Terdepan Penjaga Pala Tomandin

Fakfak, KabarsulselIndonesia.web.id | Perlindungan Pala Tomandin tidak cukup hanya mengandalkan petugas teknis. Pemerintah Kabupaten Fakfak melalui Dinas Perkebunan mulai memperkuat barisan perlindungan tanaman dari tingkat kampung dengan meningkatkan kapasitas Brigade Pala Tomandin melalui praktik langsung di kebun petani.

Praktik lapangan digelar di kebun Mama Marice Kabes, Kampung Wrikapal. Tanaman pala yang terindikasi mengalami serangan organisme pengganggu tumbuhan (OPT) dijadikan objek pembelajaran. Tujuh perwakilan kampung yang ditunjuk sebagai koordinator brigade turun langsung mengamati kondisi tanaman, mengenali gejala serangan, menentukan bagian yang perlu ditangani, hingga mempraktikkan tindakan pengendalian.

Plt. Kepala Bidang Perlindungan Tanaman Dinas Perkebunan Fakfak, George, S.ST, mengatakan pendekatan lapangan penting karena pengendalian OPT tidak dapat berhenti pada pemahaman teori. Anggota brigade harus mampu membaca gejala pada tanaman dan mengambil tindakan awal berdasarkan kondisi nyata di kebun.

“Kita tidak hanya memberikan materi di dalam ruangan, tetapi brigade langsung kita bawa ke kebun untuk melihat tanaman yang mengalami gangguan OPT. Dari sini mereka belajar mengenali gejala, melihat tingkat serangan dan mempraktikkan bagaimana melakukan penanganan secara tepat,” ujar George.

Dalam praktik tersebut, brigade diperkenalkan pada teknik alami dan teknik rekayasa dengan prinsip intervensi secara tepat, terukur dan sesuai tingkat serangan. Sanitasi kebun, pengamatan rutin, identifikasi dini serta penanganan bagian tanaman yang menjadi sumber gangguan menjadi bagian penting untuk mencegah serangan berkembang dan menyebar ke tanaman sehat.

Pesan utama dari kegiatan itu sederhana: jangan menunggu serangan menjadi berat. Tanaman yang menunjukkan gejala harus segera diamati, ditandai dan ditangani sesuai rekomendasi teknis. Kecepatan mengenali gangguan menjadi salah satu kunci dalam menjaga produktivitas kebun pala.

Kepala Dinas Perkebunan Fakfak, Widhi Asmoro Jati, ST, MT, yang mengunjungi lokasi praktik di kebun Mama Marice Kabes, mengatakan penguatan brigade merupakan bagian dari pembangunan sistem perlindungan tanaman berbasis masyarakat dan kampung.

Menurut Widhi, luasnya sebaran kebun pala di Fakfak membuat pemerintah tidak mungkin bekerja sendirian. Kehadiran kader di kampung diperlukan agar gejala serangan dapat ditemukan lebih awal, dilaporkan lebih cepat dan memperoleh penanganan sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih luas.

“Kita ingin brigade yang hari ini belajar dan melakukan praktik langsung nantinya tidak berhenti hanya pada kegiatan pelatihan. Mereka akan kita dorong menjadi kader sukarela di kampung masing-masing yang mampu membantu petani pekebun pala ketika menemukan tanaman pala yang terindikasi terserang hama maupun penyakit,” kata Widhi.

Ke depan, Dinas Perkebunan akan memberikan dukungan dan fasilitasi secara bertahap kepada brigade, terutama dalam pengamatan rutin, identifikasi gejala, penandaan tanaman terserang, penanganan awal, pencegahan penyebaran, pelaporan serta pendampingan kepada petani. Brigade menjadi mata dan tangan pertama di lapangan, sementara petugas teknis tetap menjadi rujukan untuk pembinaan dan rekomendasi penanganan.

Penguatan Brigade Pala Tomandin pada akhirnya bukan sekadar agenda pelatihan. Ia merupakan upaya membangun sistem peringatan dini kesehatan tanaman pala dari kebun, agar persoalan kecil dapat dikenali sebelum menjadi ancaman bagi produksi. Langkah ini sekaligus memperkuat fondasi Program Strategis Pala Unggul dalam visi-misi Fakfak Membara.

 

Writter & Editor : Den