Bupati Thaher Tegaskan Pencegahan Stunting Tak Boleh Berhenti di Pembagian Makanan

Avatar photo

Kabar Sulsel - Admin

, 22 Agustus 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Bupati Thaher Tegaskan Pencegahan Stunting Tak Boleh Berhenti di Pembagian Makanan

Bupati Thaher Tegaskan Pencegahan Stunting Tak Boleh Berhenti di Pembagian Makanan

Maluku Tenggara Kabarsulselindinesia.web.id  — Bupati Maluku Tenggara, Thaher Hanubun, menegaskan upaya pencegahan stunting tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial, pembekalan kader, maupun sekadar pembagian makanan tambahan. Program tersebut harus mampu menghasilkan perubahan nyata terhadap kesehatan ibu dan anak di setiap ohoi.22/8/26

Penegasan itu disampaikan dalam arahan kepada para kader Posyandu yang mengikuti pembekalan terkait pemberian makanan tambahan dan gerakan pencegahan stunting.

Menurut Thaher, keberhasilan program tidak boleh hanya diukur dari banyaknya peserta atau kelengkapan laporan administrasi. Ukuran yang lebih penting adalah adanya perubahan kondisi kesehatan masyarakat, terutama menurunnya jumlah anak dengan masalah gizi dan meningkatnya kunjungan masyarakat ke Posyandu.

“Kegiatan ini jangan berhenti sebagai pembekalan dan kampanye, tetapi harus menghasilkan perubahan nyata pada kesehatan ibu dan anak di setiap ohoi,” tegasnya.

PMT Harus Tepat Sasaran

Thaher memberikan perhatian khusus terhadap pelaksanaan pemberian makanan tambahan. Ia meminta agar makanan yang diberikan benar-benar diterima oleh anak yang menjadi sasaran, memenuhi standar mutu, serta mengutamakan pangan lokal yang bergizi.

Ia menekankan bahwa program tidak boleh sekadar berorientasi pada pembagian makanan. Kader harus memastikan makanan tersebut dikonsumsi oleh anak yang berhak dan perkembangan anak tetap dipantau.

“Jangan sekadar membagikan makanan, tetapi pastikan dikonsumsi oleh anak yang berhak dan perkembangan anak dipantau,” demikian arahan Bupati.

Kader Diminta Aktif Datangi Keluarga

Dalam pencegahan stunting, Bupati juga mengingatkan bahwa intervensi harus dilakukan sejak dini, mulai dari calon pengantin, masa kehamilan, kelahiran hingga anak berusia dua tahun.

Karena itu, kader Posyandu diminta tidak hanya menunggu masyarakat datang ke Posyandu. Kader justru harus aktif mendatangi keluarga yang tidak hadir untuk memastikan kondisi ibu dan anak tetap terpantau.

Pendekatan tersebut dinilai penting agar keluarga yang membutuhkan perhatian tidak terlewat hanya karena tidak datang ke fasilitas pelayanan Posyandu.

Anak Berisiko Harus Terdata dan Ditindaklanjuti

Thaher juga meminta Dinas Kesehatan, Puskesmas, pemerintah kecamatan dan pemerintah ohoi bekerja menggunakan satu data.

Setiap anak yang masuk kategori berisiko harus diketahui secara jelas identitas, alamat, kondisi serta pihak yang bertanggung jawab mendampinginya. Dengan pola kerja tersebut, penanganan tidak berhenti pada pendataan, tetapi berlanjut sampai intervensi dan pendampingan.

Ia juga menekankan pentingnya memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis untuk menemukan risiko penyakit sedini mungkin. Jika ditemukan persoalan kesehatan, hasil pemeriksaan harus segera ditindaklanjuti oleh Puskesmas.

“Jangan sampai masyarakat sudah diperiksa, tetapi tidak memperoleh penanganan lanjutan,” menjadi salah satu penekanan dalam arahannya.

Keberhasilan Diukur dari Perubahan, Bukan Administrasi

Bupati Thaher mengingatkan seluruh pihak agar tidak terjebak pada ukuran keberhasilan yang hanya bersifat administratif.

Menurut arahan tersebut, keberhasilan gerakan pencegahan stunting harus terlihat dari menurunnya jumlah anak bermasalah gizi, meningkatnya kunjungan ke Posyandu, serta semakin sehatnya masyarakat.

Dengan demikian, kader Posyandu tidak hanya diposisikan sebagai pelaksana kegiatan, tetapi menjadi bagian penting dalam memastikan intervensi kesehatan benar-benar sampai kepada keluarga yang membutuhkan.

Thaher mengajak seluruh unsur terkait bekerja dengan disiplin, kepedulian dan tanggung jawab. Ia menegaskan bahwa anak-anak Maluku Tenggara harus tumbuh sehat dan cerdas agar mampu menjadi generasi yang membawa daerah tersebut semakin maju.

Editor : Bruce Elang