Ahmad Yani Yamco Gaungkan “Pemuda Lawan Ketertinggalan”: KNPI Malra Jangan Jadi Penonton Pembangunan
Ahmad Yani Yamco Gaungkan “Pemuda Lawan Ketertinggalan”: KNPI Malra Jangan Jadi Penonton Pembangunan
Langgur Kabarsulselindonesia.web.id — Dinamika kepemudaan di Kabupaten Maluku Tenggara mulai memanas. Calon Ketua Umum KNPI Kabupaten Maluku Tenggara, Ahmad Yani Yamco, S.IP, melontarkan pesan keras agar pemuda tidak terus diposisikan sebagai pelengkap seremoni, tetapi tampil sebagai kekuatan yang mengawal arah pembangunan daerah.
Mengusung semangat “Sinergitas Pemuda untuk Maluku Tenggara Hebat,” Ahmad Yani menegaskan KNPI harus berubah menjadi organisasi yang aktif, kritis, dan produktif, bukan sekadar tempat berkumpul tanpa arah.
“Kalau pemuda hanya diam dan jadi penonton, maka daerah ini akan jalan tanpa kontrol. Pemuda harus hadir mengawal pembangunan, memastikan program pemerintah benar-benar menyentuh rakyat,” tegasnya.21/05/2026
Ia menyoroti pentingnya pengawasan terhadap seluruh program pembangunan yang telah dicanangkan Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara hingga akhir masa kepemimpinan daerah. Menurutnya, pembangunan tanpa kontrol publik berpotensi melahirkan ketimpangan dan ketidakpercayaan masyarakat.
Tak berhenti di situ, Ahmad Yani juga menantang generasi muda untuk keluar dari pola pikir ketergantungan. Ia ingin KNPI menjadi motor penggerak lahirnya pemuda mandiri di sektor ekonomi, pertanian, perikanan, dan ketahanan pangan guna membantu pemerintah menekan inflasi yang terus menghantui masyarakat.
“Pemuda jangan hanya sibuk bicara jabatan organisasi, tapi harus mampu menciptakan lapangan kerja dan ikut menjaga stabilitas ekonomi daerah,” katanya tajam.
Dalam visinya, KNPI Maluku Tenggara juga harus menjadi jembatan lahirnya SDM unggul. Karena itu, ia mendorong kolaborasi dengan dinas teknis dan pemerintah daerah agar bakat serta keterampilan pemuda dapat difasilitasi melalui program pelatihan hingga Balai Latihan Kerja (BLK) tingkat provinsi.
Menurut Ahmad Yani, Maluku Tenggara membutuhkan generasi muda yang berani turun ke lapangan, bukan generasi yang hanya aktif saat momentum politik dan kemudian menghilang tanpa kontribusi nyata.
“Sudah terlalu lama pemuda hanya dijadikan alat mobilisasi. Saatnya pemuda berdiri di depan membawa perubahan dan memastikan Maluku Tenggara tidak tertinggal,” pungkasnya.
Editor : Bruce Elang

























Komentar via Facebook