Festival Durian Hutumuri 2026: Persiapan Capai 70 Persen, Siap Kenalkan Khas Durian dan Potensi Lokal
AMBON,Kabarsulsel-Indonesia.web.id. Persiapan penyelenggaraan Festival Durian Hutumuri Tahun 2026 terus berjalan cepat dan terarah. Penasihat kegiatan, Agus Ririmasse, menyatakan bahwa meski persiapan baru dimulai sekitar empat hari terakhir, progresnya sudah mencapai 60 hingga 70 persen.
Pernyataan itu disampaikan saat diwawancarai di kediamannya di Toisapu, Selasa (16/6/2026). Sebagai tokoh asal Negeri Hutumuri, ia memberikan dukungan penuh atas inisiatif yang digagas pemuda setempat yang dipimpin Ketua Panitia Abraham Matuankotta.
“Saya langsung menyetujui saat diajak, asalkan stok durian cukup dan panitia siap bekerja. Kita bergerak cepat, tapi semua kebutuhan utama sudah tersedia,” ujar Agus.
-Lokasi dan Perlengkapan Siap
Kegiatan kembali dipusatkan di Pantai Lawena, kawasan wisata yang dinilai strategis dan representatif. Selain lokasi, panitia juga sudah menyiapkan berbagai kebutuhan pendukung:
-Peralatan suara, musisi, dan penampilan seni dari warga setempat
-Tempat duduk, tenda, dan tata letak lokasi
-Nara pembawa acara telah ditetapkan
Publikasi juga segera dimulai. Panitia dijadwalkan hadir di TVRI pada 23 Juni mendatang, sedangkan RRI juga telah mengundang tim untuk mempromosikan kegiatan ini.
-Koordinasi Sudah Berjalan
Berbagai unsur terkait sudah diajak berkoordinasi, antara lain:
-Kepolisian dan Camat setempat
-Raja Negeri Hutumuri dan perangkat pemerintahan negeri
-Proses pengajuan izin ke Pemerintah Kota Ambon sedang disiapkan, dengan rencana audiensi ke Walikota Ambon agar kegiatan berjalan resmi dan diketahui pihak berwenang.
-Tujuan dan Keunikan
Agus menegaskan, festival ini bukan sekadar ajang jual beli buah. Tujuannya adalah memperkenalkan durian khas Hutumuri yang memiliki rasa istimewa — sehingga harganya pun wajar sedikit lebih tinggi dibanding daerah lain.
“Selama ini Ambon dikenal punya durian enak, tapi hanya Hutumuri yang secara rutin menggelar festival ini. Ini kali ketiga, sekaligus jadi pintu agar orang lebih mengenal potensi dan nilai budaya kita,” jelasnya.
Selain itu, seluruh hasil panen warga akan dikumpulkan dan dijual secara terpusat. Panitia menargetkan pembukaan resmi pada 27 Juni 2026, dengan pembuka acara yang nantinya disesuaikan dengan jadwal Gubernur Maluku maupun Walikota Ambon.
Sebagai penutup, Agus menegaskan komitmennya:
“Setelah 32 tahun mengabdi di birokrasi, tugas saya kini mendukung hal-hal positif yang berdampak luas. Kegiatan ini mengangkat ekonomi warga, melestarikan budaya, dan nantinya juga akan menyisihkan manfaat bagi janda, duda, serta anak yatim piatu di sekitar kita.”
(M.N)

























Komentar via Facebook