Karhutla Hanguskan 10,41 Hektar di Dusun Pentokal dan Nango, PT SSM Turunkan Water Truck dan Personel Gabungan.

Avatar photo

Kabar Sulsel - Admin

, 31 Agustus 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Karhutla Hanguskan 10,41 Hektar di Dusun Pentokal dan Nango, PT SSM Turunkan Water Truck dan Personel Gabungan.

KETAPANG, kabar Sulsel Indonesia.com Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda dua dusun di Desa Petai Patah, Kecamatan Sandai, Kabupaten Ketapang Kalimantan provinsi Kalimantan barat pada akhir Agustus 2026. Sebanyak 9,95 hektar lahan di Dusun Pentokal dan 0,46 hektar di Dusun Nango hangus terbakar. PT Serinding Sumber Makmur bersama tim gabungan langsung melakukan penanggulangan dengan menurunkan water truck dan personel.

Berdasarkan laporan PT Serinding Sumber Makmur (PT SSM) periode Agustus 2026, kebakaran pertama terjadi di Dusun Pentokal pada Jumat, 21 Agustus 2026 pukul 16.15 WIB. Api baru berhasil dipadamkan pada pukul 23.00 WIB dengan mengerahkan 1 unit Water Truck dari kontraktor PT JUS dan 4 personel PT SSM.

Selang satu minggu kemudian, giliran Dusun Nango yang terbakar pada Sabtu, 29 Agustus 2026 pukul 13.15 WIB. Luas area yang terbakar 0,46 hektar. Pemadaman berlangsung hingga pukul 23.00 WIB dengan menurunkan 1 unit Water Truck, 4 personel PT SSM, dan dibantu 4 personel Brimob BKO.

Penyebab kebakaran di dua lokasi diduga akibat kelalaian manusia, yakni pembukaan lahan dengan cara membakar, ditambah faktor alam berupa suhu tinggi, angin kencang, dan kekeringan. Status lahan yang terbakar merupakan hutan lindung, perkebunan warga kelapa sawit, dan lahan kosong.

Upaya Penanggulangan

Tim melakukan penanganan darurat dengan penyemprotan menggunakan 2 roll hose sepanjang 60 meter dan satu nozle. Setelah api padam, dilakukan pendinginan di seluruh titik untuk mengantisipasi munculnya api susulan. Titik api yang tidak terjangkau selang dikoordinasikan ke warga untuk dipadamkan dengan mesin pompa punggung.

Namun petugas menghadapi kendala. Di Dusun Pentokal tidak ada sumber air untuk pengisian water truck sehingga penanganan lambat. Sementara di Dusun Nango, pengisian water truck hanya bisa 10.000 liter dari kapasitas 20.000 liter karena khawatir jembatan tidak kuat menahan beban 30 ton. Pengisian ulang ke Sungai Pawan juga harus antre hingga 1 jam. Akses jalan sempit dan banyak kabel listrik rendah juga memperlambat laju water truck.

PT SSM merekomendasikan pendinginan lanjutan, patroli pemantauan titik asap, serta peningkatan sosialisasi larangan membakar lahan kepada warga oleh Polsek Sandai. Sosialisasi juga akan dilakukan kepada seluruh karyawan dan kontraktor PT SSM.

“Kami ucapkan terima kasih kepada Kapolsek Sandai, Brimob BKO, karyawan PT SSM dan relawan masyarakat yang terlibat dalam penanggulangan,” tulis tim PT SSM dalam laporan.

Masyarakat Dusun Pentokal dan Dusun Nango sebagian besar menggantungkan hidup pada sektor pertanian dan perkebunan. Kondisi wilayah yang dekat dengan kawasan perkebunan dan bukit membuat mereka rentan terdampak karhutla saat kemarau panjang.

“Hutan yang terbakar hari ini adalah jeritan kehidupan esok hari. Jaga alam, jangan bakar lahan,,

Sukardi