Wujudkan Penerbangan Aman, Bandara Pattimura Gelar Kampanye Keselamatan di SD Inpres 59 Tawiri
AMBON,Kabarsulsel-Indonesia.web.id. PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) Kantor Cabang Bandar Udara Internasional Pattimura Ambon melalui program InJourney Airports menggelar rangkaian sosialisasi dan kampanye keselamatan penerbangan di SD Inpres 59 Tawiri, Jumat (31/7). Kegiatan berlangsung pukul 09.30 WIT hingga selesai, sebagai wujud nyata komitmen menghadirkan operasional penerbangan yang aman, tertib, dan berkeselamatan tinggi.
General Manager Bandara Pattimura Ambon, Johan Seno Acton, menegaskan bahwa keamanan dan keselamatan penerbangan tidak bisa hanya dilakukan oleh pihak internal bandara semata.
“Bandara Pattimura bukan sekadar pintu gerbang konektivitas udara Maluku, melainkan bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat sekitar. Keselamatan penerbangan membutuhkan kesadaran, keterlibatan, dan rasa kepemilikan bersama dari seluruh elemen masyarakat,” ujar Johan.
Kegiatan ini memadukan tiga pilar edukasi utama yang disampaikan langsung oleh unit-unit terkait di lingkungan bandara:
1.Sosialisasi Keselamatan Ruang Udara
Disampaikan oleh tim Airport Safety Management System (ASMS), materi ini menyoroti bahaya penggunaan layang-layang, sinar laser, dan penerbangan drone tanpa izin di Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP) yang mencakup radius 8,045 km dari bandara.
“Tiga larangan keras di kawasan KKOP adalah menerbangkan layang-layang, menembakkan sinar laser, dan mengoperasikan drone tanpa izin resmi. Sesuai UU No. 1 Tahun 2009 serta Peraturan Menhub KM 9 Tahun 2009, pelanggar dapat diancam pidana penjara maksimal 3 tahun atau denda hingga Rp1 miliar,” tegas Petugas Keselamatan Bandara.
Meskipun ada sanksi tegas, prioritas utama tetap pencegahan sejak dini. Anak-anak diajak beralih ke permainan yang lebih aman seperti sepak bola, petak umpet, kelereng, atau menggambar.
2.Edukasi Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran
Unit Airport Rescue and Fire Fighting (ARFF) memperkenalkan konsep “segitiga api”, prinsip pencegahan dini, serta membekali siswa dengan praktik langsung pemadaman api sederhana dan pengoperasian Alat Pemadam Api Ringan (APAR).
Para siswa juga berkesempatan mengenal lebih dekat profesi petugas pemadam kebakaran bandara, perlengkapan khusus seperti baju tahan panas standar internasional, hingga kendaraan pemadam khusus pesawat (Crash Tender).
3.Kampanye Budaya Keamanan Penerbangan
Melalui program Airport Security Goes to School, tim Aviation Security (AVSEC) menanamkan prinsip “Keamanan adalah Tanggung Jawab Bersama”. Siswa diperkenalkan dengan prosedur pemeriksaan barang dan orang menggunakan perangkat pemindai X-Ray dan detektor logam.
Tim AVSEC juga mengingatkan agar tidak membawa barang terlarang, tidak melontarkan candaan berbau ancaman bom, serta dilarang masuk ke area terbatas bandara tanpa izin resmi.
Manajemen bandara turut mensosialisasikan gerakan “See Something, Say Something” — segera melaporkan barang tertinggal atau aktivitas mencurigakan di sekitar kawasan bandara melalui nomor WhatsApp 0819-3241-38 atau telepon darurat (0911) 323711 ekstensi 172.
Johan Seno Acton berharap kegiatan ini menanamkan budaya keselamatan sejak usia dini, sehingga anak-anak dan warga sekitar menjadi pelopor keselamatan di lingkungannya masing-masing.
“Satu tindakan sederhana seperti tidak bermain layang-layang di sekitar bandara adalah kontribusi nyata yang menyelamatkan perjalanan dan nyawa banyak orang,” pungkasnya.
(M.N)

























Komentar via Facebook