Sertifikasi 40 Ribu Bibit Pala Tomandin, Upaya Menjaga Kemurnian Varietas Unggulan Fakfak

Avatar photo

Kabar Sulsel - Admin

, 23 Juni 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Sertifikasi 40 Ribu Bibit Pala Tomandin, Upaya Menjaga Kemurnian Varietas Unggulan Fakfak

Fakfak, KabarsulselIndonesia.web.id | Di tengah upaya menjaga kejayaan pala sebagai identitas sekaligus sumber penghidupan masyarakat Fakfak, langkah penting kembali ditorehkan. Sebanyak lebih dari 40 ribu bibit unggul Pala Tomandin Fakfak resmi memperoleh sertifikasi benih dari Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan (BBPPTP) Ambon. Sertifikasi ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat sistem perbenihan daerah sekaligus memastikan ketersediaan bibit unggul yang bermutu, legal, dan siap mendukung pengembangan perkebunan pala di Kabupaten Fakfak.

Kegiatan sertifikasi dilaksanakan BBPPTP Ambon melalui BKPRM Manokwari bersama Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak terhadap dua kelompok penangkar binaan, yakni Kelompok Penangkar Sikapori dan Balili Jaya. Keduanya merupakan bagian dari tiga sasaran penangkar yang dipersiapkan menjadi pemasok utama bibit unggul bersertifikat dalam mendukung Program Strategis Pala Unggul Fakfak.

Bagi Fakfak, sertifikasi benih bukan sekadar urusan administrasi perbenihan. Lebih dari itu, proses ini menjadi instrumen penting untuk menjaga kemurnian varietas, menjamin mutu genetik tanaman, sekaligus melindungi warisan komoditas yang telah mengharumkan nama daerah hingga pasar internasional.

Dalam prosesnya, tim sertifikasi melakukan pemeriksaan menyeluruh mulai dari sumber benih, teknik pembibitan, kualitas fisik bibit, kesehatan tanaman, kesesuaian media tanam, hingga penerapan standar teknis perbenihan sesuai regulasi yang berlaku. Setiap tahapan dilakukan secara ketat untuk memastikan bahwa bibit yang dihasilkan benar-benar memenuhi standar mutu sebelum diedarkan kepada masyarakat.

Bibit yang memperoleh sertifikasi berasal dari sumber benih unggul Pala Tomandin Fakfak yang telah ditetapkan pemerintah melalui Keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 87/Kpts/KB.020/12/2016 tentang Penetapan Blok Penghasil Tinggi (BPT) dan Pohon Induk Terpilih (PIT) Pala sebagai sumber benih di Kabupaten Fakfak.

Sumber benih tersebut berasal dari delapan Blok Penghasil Tinggi dan Pohon Induk Terpilih yang telah melalui proses seleksi ketat berdasarkan produktivitas, kualitas buah, kesehatan tanaman, serta kemurnian varietas. Dengan demikian, bibit yang dihasilkan memiliki dasar genetik yang kuat untuk mendukung peningkatan produktivitas perkebunan pala masyarakat di masa mendatang.

Hasil sertifikasi menunjukkan lebih dari 40 ribu bibit pala siap edar dan dapat diperdagangkan secara legal. Ketersediaan bibit dalam jumlah besar ini menjadi kabar menggembirakan bagi petani, kelompok tani, maupun pemerintah daerah yang selama ini membutuhkan pasokan bibit unggul untuk program pengembangan perkebunan, rehabilitasi kebun rakyat, dan berbagai kegiatan pengadaan bibit.

Secara teknis, bibit yang disertifikasi merupakan varietas unggul Pala Tomandin Fakfak dengan umur rata-rata delapan bulan. Bibit memiliki tinggi minimal 30 sentimeter, diameter batang sekitar 0,3 sentimeter, rata-rata 10 helai daun, pertumbuhan seragam, sehat, dan bebas dari Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). Media tanam yang digunakan juga memenuhi standar teknis pembibitan, yakni campuran tanah dan pupuk kandang maupun kombinasi tanah, pasir, dan pupuk kandang yang mendukung perkembangan akar serta pertumbuhan tanaman secara optimal.

Ahli Sertifikasi Benih BBPPTP Ambon, Novi, mengatakan sertifikasi benih merupakan instrumen utama untuk memberikan jaminan mutu kepada petani.

“Sertifikasi benih menjadi jaminan bahwa bibit yang digunakan benar-benar berasal dari sumber benih unggul yang telah ditetapkan dan diawasi secara teknis. Dengan menggunakan bibit bersertifikat, petani memperoleh kepastian identitas varietas, mutu genetik, mutu fisik, dan kesehatan tanaman sehingga peluang keberhasilan budidaya di lapangan menjadi lebih tinggi,” ujarnya.

Menurut Novi, penggunaan bibit bersertifikat dari sumber benih BPT dan PIT Pala Tomandin Fakfak juga menjadi solusi untuk mengurangi ketergantungan petani terhadap bibit cabutan yang selama ini masih digunakan di sejumlah wilayah.

Bibit cabutan memiliki berbagai kelemahan, mulai dari tidak terjaminnya kemurnian varietas, risiko kerusakan akar saat pencabutan, tingkat kematian yang lebih tinggi setelah penanaman, pertumbuhan yang tidak seragam, hingga potensi membawa hama dan penyakit tanaman. Selain itu, bibit cabutan tidak memiliki jaminan mutu genetik maupun kesehatan karena tidak melalui proses sertifikasi.

Kondisi tersebut berpotensi menghambat peningkatan produktivitas perkebunan serta mengancam upaya menjaga kemurnian varietas dan keberlanjutan Indikasi Geografis Pala Tomandin Fakfak yang selama ini menjadi kebanggaan daerah.

Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak, Widhi Asmoro Jati, ST., MT., menegaskan bahwa sertifikasi benih merupakan langkah strategis untuk memastikan seluruh bibit yang beredar dan digunakan dalam program pembangunan perkebunan berasal dari sumber benih unggul yang terjamin kualitasnya.

“Kami ingin memastikan bahwa bibit yang diterima petani maupun yang digunakan dalam berbagai program pemerintah benar-benar berasal dari sumber benih unggul yang telah tersertifikasi. Dengan demikian, petani memperoleh jaminan mutu, sementara pemerintah memiliki kepastian terhadap kualitas bibit yang disalurkan,” katanya.

Menurut Widhi, keberadaan bibit bersertifikat tidak hanya memberikan manfaat ekonomi bagi penangkar lokal, tetapi juga menjadi bentuk perlindungan nyata bagi petani. Bibit yang berkualitas akan meningkatkan peluang keberhasilan tanam, memperkuat produktivitas kebun, dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang menggantungkan hidup pada komoditas pala.

Lebih jauh, sertifikasi benih memiliki nilai strategis dalam menjaga keaslian dan reputasi Pala Tomandin Fakfak sebagai komoditas unggulan yang telah dikenal karena aroma, cita rasa, dan kualitas khasnya. Keaslian sumber benih menjadi fondasi penting untuk mempertahankan karakteristik tersebut di tengah meningkatnya kebutuhan pengembangan perkebunan pala.

Melalui sertifikasi yang dilakukan secara berkelanjutan, Pemerintah Kabupaten Fakfak bersama BBPPTP Ambon menunjukkan komitmen memperkuat sistem perbenihan daerah, meningkatkan kapasitas penangkar lokal, menjaga kemurnian varietas unggul, serta memastikan ketersediaan bibit bermutu bagi petani.

Langkah ini menjadi bagian penting dari pelaksanaan Program Strategis Pala Unggul Fakfak—sebuah ikhtiar jangka panjang untuk meningkatkan produktivitas, kualitas, dan daya saing komoditas pala sekaligus menjaga warisan ekonomi masyarakat Fakfak agar tetap lestari dari generasi ke generasi.

Dengan tersedianya lebih dari 40 ribu bibit unggul bersertifikat dari sumber benih resmi BPT dan PIT, Fakfak kini memiliki fondasi yang semakin kuat untuk memperluas pengembangan perkebunan pala. Harapannya, produktivitas kebun rakyat terus meningkat, kesejahteraan petani semakin baik, dan Pala Tomandin Fakfak tetap berdiri sebagai identitas daerah yang bernilai ekonomi tinggi serta membanggakan di tingkat nasional maupun global.
 

Writter & Editor : Den