Liontine Magal Tawarkan Gagasan Baru, Dorong Pengusaha Papua Naik Kelas dan Lebih Mandiri

Avatar photo

Kabar Sulsel - Admin

, 28 September 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Liontine Magal Tawarkan Gagasan Baru, Dorong Pengusaha Papua Naik Kelas dan Lebih Mandiri

Liontine Magal Tawarkan Gagasan Baru, Dorong Pengusaha Papua Naik Kelas dan Lebih Mandiri

Mimika Papua Tengah Kabarsulselindonesia.web.id  — Gagasan baru untuk memperkuat posisi pengusaha Papua kembali mendapat perhatian. Liontine Magal, perempuan Papua yang memiliki pengalaman di dunia usaha sejak 2014, menawarkan konsep organisasi pengusaha yang tidak berhenti sebagai wadah berkumpul, tetapi mampu menjadi ruang perjuangan kepentingan anggota sekaligus penggerak kemandirian ekonomi Papua.

Dengan latar pendidikan St Johns Catholic Senior College, Darwin, Australia, Liontine membawa pandangan bahwa organisasi pengusaha harus mampu menjawab persoalan nyata yang dihadapi pelaku usaha, mulai dari peningkatan kapasitas, akses permodalan, pemasaran, digitalisasi hingga perluasan jaringan kemitraan.28/9/26

Bagi Liontine, pencalonan dalam organisasi pengusaha bukan semata-mata persoalan mengejar posisi atau jabatan.

  “Bagi saya, pencalonan ini bukan sekadar tentang jabatan, tetapi tentang pengabdian, keberanian untuk membawa perubahan, dan memberikan manfaat nyata bagi anggota.”

Organisasi Pengusaha Harus Beri Manfaat Nyata

Liontine berpandangan, organisasi pengusaha Papua harus memiliki fungsi yang lebih konkret dalam membantu anggotanya berkembang.

Menurut gagasan yang ditawarkannya, organisasi perlu menjadi jembatan antara pengusaha dengan pemerintah, lembaga keuangan, investor, perusahaan besar, dunia pendidikan dan pasar.

Dengan demikian, keberadaan organisasi tidak hanya terlihat dalam kegiatan seremonial, tetapi dapat diukur melalui manfaat yang diterima para anggota.

Arah tersebut sejalan dengan semangat Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, yang mengatur pemberdayaan, pengembangan, pembiayaan, penjaminan serta kemitraan bagi pelaku usaha.

Bawa Visi Pengusaha Papua yang Mandiri

Liontine menawarkan visi:

“Mewujudkan organisasi pengusaha Papua yang mandiri, profesional, inklusif, berdaya saing, serta mampu membuka peluang dan meningkatkan kesejahteraan pengusaha Papua.”

Visi tersebut kemudian diterjemahkan melalui sejumlah agenda yang menitikberatkan pada penguatan kapasitas dan kemandirian pelaku usaha.

1. Tingkatkan Kapasitas Pengusaha Papua

Salah satu agenda yang didorong adalah peningkatan kapasitas pengusaha melalui pelatihan manajemen usaha, pengelolaan keuangan, pemasaran, digitalisasi, pengembangan sumber daya manusia serta penguatan legalitas dan tata kelola usaha.

Menurut Liontine, pengusaha Papua harus dipersiapkan agar mampu menghadapi persaingan yang semakin terbuka.

2. Perluas Akses Permodalan

Persoalan modal juga menjadi perhatian.

Organisasi pengusaha, menurut gagasannya, harus aktif membangun komunikasi dengan pemerintah, perbankan, lembaga pembiayaan, investor maupun lembaga lainnya.

Tujuannya agar pengusaha Papua tidak hanya memiliki potensi dan sumber daya, tetapi juga memperoleh akses pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan usahanya.

3. Perkuat Kemitraan

Liontine juga mendorong terbentuknya kemitraan yang lebih luas antara pengusaha Papua dengan perusahaan besar, pemerintah, BUMN, BUMD maupun investor.

Kemitraan tersebut harus dibangun secara profesional, transparan dan saling menguntungkan sehingga pengusaha lokal memiliki kesempatan lebih besar untuk masuk dalam rantai ekonomi.

Prinsip kemitraan UMKM dengan usaha besar juga telah menjadi bagian dari kebijakan pemberdayaan UMKM dalam UU Nomor 20 Tahun 2008, beserta peraturan pelaksanaannya.

Perempuan Papua Harus Punya Ruang Lebih Besar

Sebagai perempuan Papua, Liontine memberikan perhatian khusus terhadap keterlibatan perempuan dalam dunia usaha.

Menurutnya, perempuan Papua tidak boleh hanya menjadi penerima manfaat pembangunan, tetapi juga harus diberikan ruang untuk menjadi pelaku usaha, pemimpin organisasi, pengambil keputusan dan pencipta lapangan pekerjaan.

Gagasan tersebut menempatkan perempuan sebagai bagian penting dari pembangunan ekonomi Papua.

Pengalaman Usaha Sejak 2014

Liontine memiliki pengalaman menjalankan usaha sejak 2014. Pengalaman tersebut menjadi salah satu modal dalam memahami dinamika dan tantangan yang dihadapi pelaku usaha.

Ia juga memiliki pengalaman berkarier dalam organisasi politik selama lebih dari satu tahun.

Namun, dalam pencalonannya di organisasi pengusaha, pengalaman tersebut ingin diarahkan pada agenda pemberdayaan dan penguatan dunia usaha.

Menurutnya, ukuran keberhasilan sebuah organisasi bukan semata-mata banyaknya kegiatan yang dilakukan, tetapi sejauh mana organisasi tersebut mampu menghadirkan manfaat konkret bagi anggotanya.

Sejalan dengan Semangat Pemberdayaan Ekonomi Papua

Gagasan penguatan pengusaha Papua juga memiliki kaitan dengan agenda pembangunan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat Papua.

UU Nomor 2 Tahun 2021 tentang Perubahan Kedua atas UU Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua menjadi salah satu landasan penting dalam kebijakan pembangunan Papua, termasuk peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Selain itu, terdapat pula regulasi daerah yang mengatur pemberdayaan dan perlindungan ekonomi Orang Asli Papua, termasuk Peraturan Daerah Provinsi Papua Nomor 19 Tahun 2023 tentang Pemberdayaan dan Perlindungan Ekonomi Orang Asli Papua.

Karena itu, tantangan organisasi pengusaha ke depan bukan hanya bagaimana memperjuangkan kepentingan anggota, tetapi juga bagaimana menerjemahkan berbagai kebijakan tersebut menjadi peluang ekonomi yang dapat dimanfaatkan secara nyata oleh pengusaha Papua.

Bukan Sekadar Jabatan

Pencalonan Liontine Magal membawa satu gagasan utama: organisasi pengusaha harus bergerak dari sekadar tempat berkumpul menjadi kekuatan yang mampu membuka peluang, memperluas jaringan dan meningkatkan daya saing anggotanya.

Dengan pengalaman usaha sejak 2014, latar pendidikan di Australia dan pengalaman organisasi, Liontine menawarkan pendekatan yang menekankan profesionalisme, kemitraan, peningkatan kapasitas, pemberdayaan perempuan dan kemandirian pengusaha Papua.

Jika gagasan tersebut dapat diterjemahkan menjadi program kerja yang terukur, organisasi pengusaha di Papua diharapkan tidak hanya menjadi representasi kepentingan dunia usaha, tetapi juga dapat mengambil peran lebih besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Liontine Magal — Putri Cendrawasih Papua.

Editor: Bruce Elang