Ojol Draiv Masohi Deklarasi Dukungan BPJS Ketenagakerjaan: Perlindungan Pekerja Bukan Lagi Pilihan, Tapi Kebutuhan
Ojol Draiv Masohi Deklarasi Dukungan BPJS Ketenagakerjaan: Perlindungan Pekerja Bukan Lagi Pilihan, Tapi Kebutuhan
MASOHI Kabarsulselindonesia.web.id – Kesadaran akan pentingnya perlindungan sosial bagi pekerja sektor informal terus menguat. Kali ini, Komunitas Ojol Draiv Kota Masohi secara terbuka mendeklarasikan dukungan terhadap Program BPJS Ketenagakerjaan sekaligus menyerukan kepada seluruh pengemudi ojek online dan pekerja mandiri untuk tidak lagi bekerja tanpa perlindungan jaminan sosial.
Deklarasi tersebut disampaikan dalam kegiatan sosialisasi yang digelar di Kafe Saraba, Kompleks Pelabuhan Inamarina, Kecamatan Kota Masohi, Kabupaten Maluku Tengah, Rabu (3/6/2026).
Di tengah tingginya risiko yang dihadapi pekerja informal setiap hari, mulai dari kecelakaan lalu lintas hingga ketidakpastian penghasilan akibat musibah, BPJS Ketenagakerjaan dinilai menjadi benteng perlindungan yang selama ini masih belum dimanfaatkan secara maksimal oleh sebagian besar pekerja sektor informal.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Masohi, Ilham Hasyim, menegaskan bahwa pekerja informal merupakan kelompok yang paling rentan terhadap guncangan ekonomi ketika mengalami kecelakaan kerja atau meninggal dunia.
"Kalau pekerja formal masih memiliki perlindungan perusahaan, pekerja informal bergantung pada dirinya sendiri. Ketika mereka tidak bisa bekerja, penghasilan langsung berhenti. Karena itu perlindungan sosial menjadi sangat penting," tegasnya.
Menurut Ilham, masih banyak pekerja yang belum menyadari bahwa perlindungan BPJS Ketenagakerjaan berlaku sejak seseorang berangkat dari rumah menuju tempat kerja hingga kembali ke rumah.
Tak hanya menanggung biaya pengobatan akibat kecelakaan kerja, peserta juga berhak menerima santunan kehilangan penghasilan, santunan kematian, hingga beasiswa pendidikan bagi anak apabila peserta meninggal dunia akibat kecelakaan kerja.
Dengan iuran yang relatif terjangkau, program ini dinilai mampu menjadi jaring pengaman sosial bagi ribuan pekerja informal yang selama ini bekerja tanpa kepastian perlindungan.
Sementara itu, Ketua Komunitas Ojol Draiv Masohi, Mudzakir Ardhi, menilai program tersebut sangat relevan dengan kondisi para pengemudi ojek online yang setiap hari berada di jalan dan berhadapan langsung dengan berbagai risiko.
Menurutnya, perlindungan sosial tidak boleh lagi dipandang sebagai beban tambahan, melainkan investasi keselamatan bagi pekerja dan keluarganya.
"Kami ingin seluruh anggota memahami bahwa satu kecelakaan bisa mengubah kehidupan sebuah keluarga. Karena itu perlindungan BPJS Ketenagakerjaan harus menjadi kebutuhan, bukan sekadar pilihan," ujarnya.
Tak hanya berbicara soal perlindungan pekerja, Komunitas Ojol Draiv Masohi juga mengeluarkan Deklarasi Dukungan dan Komitmen Kamtibmas yang memuat lima poin penting, mulai dari dukungan terhadap program BPJS Ketenagakerjaan, peningkatan partisipasi anggota sebagai peserta aktif, hingga komitmen menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Komunitas tersebut juga menyatakan siap mendukung upaya pemerintah memperluas cakupan perlindungan sosial bagi pekerja informal serta menolak segala bentuk provokasi, konflik sosial, maupun tindakan yang berpotensi mengganggu stabilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi.
Deklarasi ini menjadi pesan kuat bahwa pekerja sektor informal tidak hanya berperan sebagai penggerak ekonomi rakyat, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial dalam menjaga stabilitas daerah.
Di tengah tantangan ekonomi yang semakin kompleks, langkah Komunitas Ojol Draiv Masohi dinilai sebagai contoh nyata bahwa perlindungan sosial dan keamanan masyarakat harus berjalan beriringan.
Pesannya sederhana namun kuat: bekerja keras memang penting, tetapi bekerja dengan perlindungan adalah kebutuhan. Karena ketika risiko datang tanpa diduga, jaminan sosial dapat menjadi penyelamat bagi pekerja dan keluarganya.
Editor : Bruce Elang

























Komentar via Facebook