Bupati Thaher Turun Langsung: Rp38,5 Juta Bantuan untuk Pengungsi Ohoi Maar, Pemkab Pastikan Warga Tak Sendirian
Bupati Thaher Turun Langsung: Rp38,5 Juta Bantuan untuk Pengungsi Ohoi Maar, Pemkab Pastikan Warga Tak Sendirian
MALUKU TENGGARA, LANGGUR Kabarsulselindonesia.web.id — Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara menunjukkan respons cepat terhadap warga yang terdampak konflik sosial di Ohoi Maar, Kecamatan Kei Kecil Timur Selatan. Sebanyak 200 karung beras ukuran 5 kilogram bersama berbagai kebutuhan dasar disalurkan kepada masyarakat yang terdampak dan menjalani pengungsian.
Total nilai bantuan logistik yang diserahkan pemerintah daerah tercatat mencapai Rp38.520.075. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Maluku Tenggara Muhamad Thaher Hanubun di halaman PAUD Ohoi Maar, kawasan Pantai Ohoi Maar, Selasa (11/8/2026).
Kehadiran Bupati bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menjadi penegasan bahwa pemerintah daerah tidak tinggal diam ketika masyarakat menghadapi situasi sulit.
Bantuan disalurkan melalui Dinas Sosial Daerah Kabupaten Maluku Tenggara, dengan jenis bantuan yang mencakup kebutuhan permakanan, perlengkapan evakuasi, kebutuhan keluarga hingga sandang.
Dalam berita acara serah terima, bantuan yang diberikan antara lain 50 paket makanan siap saji, 120 paket makanan anak, 15 unit kasur, 20 paket Kids Ware, 20 paket Family Kit, serta 20 lembar selimut.
Bantuan tersebut diterima Kepala Ohoi Maar Sayuti Fakaubun untuk selanjutnya disalurkan kepada warga yang benar-benar membutuhkan.
Bupati: Pemerintah Harus Hadir Saat Rakyat Menghadapi Kesulitan
Bupati Thaher menegaskan bahwa kehadiran pemerintah tidak boleh berhenti pada urusan administrasi. Dalam situasi masyarakat yang sedang mengungsi, kebutuhan dasar warga harus menjadi perhatian utama.
Pemerintah daerah berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban masyarakat sekaligus membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari selama warga masih berada dalam kondisi pengungsian.
Pesan yang dibawa Pemkab Maluku Tenggara jelas: masyarakat terdampak tidak boleh merasa ditinggalkan pemerintah.
Penyaluran bantuan juga menjadi bagian dari upaya pemerintah bersama unsur keamanan dan pemangku kepentingan untuk memastikan kondisi masyarakat tetap mendapat perhatian di tengah situasi pascakonflik.
Forkopimda Turun Bersama
Dalam penyaluran bantuan tersebut turut hadir sejumlah unsur Forkopimda dan pejabat daerah, di antaranya Plt. Sekda Maluku Tenggara Rasyid, Dandim 1503/Tual Letkol Inf Andi Agussalim, Kapolres Maluku Tenggara AKBP Rian Suhendi, Danlanal Tual Kolonel Laut (P) Mochammad Achnaf, CTMP., M.Tr.Opsla, serta Danyon C Pelopor Tual Kompol Rudi Muskitta.
Turut hadir Raja Faan Patris Renwarin, Raja Maur Ohoiwut Theodorus Rahail, Raja Nerong Ekan Refra, Kepala Badan Kesbangpol Muhammad Tukloy, Plt. Kepala Dinas Sosial Ety Kudubun, serta Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Yudi Usman Notanubun.
Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa penanganan warga terdampak membutuhkan keterlibatan bersama, bukan hanya pemerintah daerah tetapi juga unsur keamanan, pemerintahan ohoi, dan para pemangku kepentingan di wilayah setempat.
Bantuan Harus Tepat Sasaran
Pemkab Maluku Tenggara menegaskan harapan agar seluruh bantuan yang telah diserahkan benar-benar diterima masyarakat yang terdampak dan digunakan untuk memenuhi kebutuhan warga selama masa pengungsian.
Di tengah situasi yang masih membutuhkan perhatian, bantuan senilai Rp38,5 juta itu bukan sekadar angka dalam berita acara. Bagi warga yang sedang menghadapi kesulitan, bantuan tersebut menjadi bentuk nyata kehadiran pemerintah di tengah masyarakat.
Editor: Bruce Elang

























Komentar via Facebook