Kepala Kampung Tibatibananam Dorong Pala Unggul: Menjaga Mutu, Menjaga Jati Diri Fakfak

Avatar photo

Kabar Sulsel - Admin

, 03 September 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Kepala Kampung Tibatibananam Dorong Pala Unggul: Menjaga Mutu, Menjaga Jati Diri Fakfak

Fakfak, KabarsulselIndonesia.web.id | Program Pala Unggul di Kabupaten Fakfak mulai didorong dari tingkat kampung. Pemerintah Kampung Tibatibananam mengambil inisiatif dengan mengajak kampung-kampung di sekitarnya memperkuat pemahaman petani mengenai mutu dan kualitas Pala Tomandin Fakfak.

Kepala Kampung Tibatibananam, Mansur Ugar, mengatakan langkah tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap Pemerintah Kabupaten Fakfak, khususnya program Pala Unggul yang menjadi bagian dari visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Fakfak.

Menurut Mansur, peningkatan produksi pala tidak akan banyak berarti jika tidak diikuti perbaikan mutu. Karena itu, masyarakat perlu memahami penanganan pala sejak dari kebun, pemanenan, pengeringan, penyimpanan hingga pemasaran.

“Kita tidak hanya berbicara tentang berapa banyak pala yang dihasilkan, tetapi bagaimana pala itu memiliki mutu yang baik. Kualitas akan menentukan nilai jual, kepercayaan pasar dan manfaat ekonomi bagi petani,” kata Mansur.

Atas dasar itu, Pemerintah Kampung Tibatibananam mendorong dan memfasilitasi sosialisasi mutu dan kualitas pala bagi masyarakat di tiga kampung yang berdekatan. Dinas Perkebunan Fakfak turut dilibatkan sebagai narasumber.

Bagi Mansur, pengetahuan mengenai mutu tidak semestinya berhenti sebagai materi sosialisasi. Standar kualitas harus berubah menjadi kebiasaan petani dalam memperlakukan pala.

“Jangan sampai nama Pala Tomandin kita banggakan, tetapi kualitasnya tidak kita pertahankan. Kita harus memastikan pala yang dihasilkan masyarakat benar-benar memiliki mutu yang baik sehingga nama Pala Tomandin Fakfak tetap dipercaya,” ujarnya.

Ia menilai Pala Tomandin bukan sekadar komoditas perkebunan. Bagi masyarakat Fakfak, pala telah melekat dengan kehidupan dan identitas daerah. Menjaga mutunya berarti menjaga nilai ekonomi sekaligus mempertahankan nama Fakfak di pasar.

Karena itu, Mansur mengajak petani, kelompok tani, pedagang pengumpul dan pelaku usaha pala memiliki komitmen yang sama. Pemerintah dapat membuat kebijakan dan menyediakan pendampingan, tetapi kualitas pala pada akhirnya ditentukan oleh proses yang berlangsung di tingkat kebun.

“Program Pala Unggul harus menjadi gerakan bersama. Pemerintah memberikan kebijakan dan pendampingan, sementara masyarakat menjadi pelaku utamanya,” katanya.

Mansur berharap pendampingan mengenai mutu pala dilakukan secara berkelanjutan, terutama di kampung-kampung sentra produksi. Ia juga menegaskan kesiapan Pemerintah Kampung Tibatibananam untuk terus mendukung upaya tersebut.

Menurut dia, Pala Tomandin yang unggul bukan hanya soal produksi yang tinggi, tetapi juga mutu yang konsisten. Dari kampung-kampung itulah, menurutnya, masa depan komoditas pala Fakfak ditentukan.

“Kalau kita menjaga mutu Pala Tomandin, berarti kita menjaga jati diri Fakfak. Karena itu, mari mulai dari kampung dan dari kebun kita masing-masing,” ujar Mansur.
 

Writter & Editor : Den