RSUD Fakfak Jalin Kerja Sama dengan PT Internusa Jaya Raya, Hadirkan Harapan Baru Layanan Hemodialisa bagi Warga

Avatar photo

Kabar Sulsel - Admin

, 06 Mei 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

RSUD Fakfak Jalin Kerja Sama dengan PT Internusa Jaya Raya, Hadirkan Harapan Baru Layanan Hemodialisa bagi Warga

Fakfak, KabarsulselIndonesia.web.id | Di sebuah wilayah yang lama bergulat dengan keterbatasan layanan kesehatan, secercah kabar baik akhirnya tiba. Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Fakfak resmi membuka babak baru pelayanan medis dengan menghadirkan fasilitas hemodialisa layanan yang selama ini menjadi kebutuhan mendesak sekaligus kemewahan bagi pasien gagal ginjal di Kabupaten Fakfak, Papua Barat.

Kerja sama operasional itu diteken pada Rabu, 6 Mei 2026, antara Direktur RSUD Fakfak, Farid F. Mahubessy, dan Direktur PT Internusa Jaya Raya, Adi Yuanda. Kolaborasi ini bukan sekadar penandatanganan dokumen administratif, melainkan penegasan komitmen menghadirkan layanan penyelamat nyawa lebih dekat ke masyarakat.

Selama bertahun-tahun, pasien dengan gagal ginjal stadium lanjut di Fakfak menghadapi pilihan yang sama: dirujuk ke luar daerah atau menanggung risiko tanpa terapi optimal. Jarak, biaya perjalanan, akomodasi, hingga tekanan psikologis menjadi beban tambahan di tengah kondisi kesehatan yang kian rapuh.

“Kasus kematian akibat gagal ginjal bisa mencapai dua hingga tiga orang setiap bulan. Padahal, kondisi tersebut dapat ditangani apabila layanan hemodialisa tersedia,” ujar Farid.

Kini, dengan fasilitas yang segera beroperasi di RSUD Fakfak, pasien tak lagi harus menyeberang laut hanya untuk menjalani prosedur cuci darah.

Hemodialisa merupakan terapi medis vital bagi pasien dengan fungsi ginjal di bawah 15 persen. Melalui prosedur ini, darah dibersihkan dari limbah metabolik, racun, dan kelebihan cairan tugas yang semestinya dilakukan oleh ginjal. Tanpa terapi rutin, risiko komplikasi hingga kematian meningkat tajam.

Hadirnya layanan ini membawa dampak ganda. Selain memperluas akses medis, fasilitas tersebut diyakini mampu menekan angka rujukan ke luar daerah, mengurangi beban pembiayaan keluarga, serta memperbaiki kualitas hidup pasien secara signifikan.

Bagi keluarga, kehadiran layanan di kampung halaman berarti waktu yang lebih manusiawi—tanpa harus terpisah berhari-hari demi antrean terapi di kota lain.

Langkah strategis ini juga selaras dengan agenda pembangunan Pemerintah Kabupaten Fakfak periode 2025–2030 di bawah kepemimpinan Bupati Samaun Dahlan dan Wakil Bupati Donatus Nimbitkendik. Melalui program unggulan “Fakfak Membara”, pemerintah daerah menargetkan pemerataan layanan kesehatan yang adil dan terjangkau, termasuk di wilayah dengan keterbatasan infrastruktur medis.

Kerja sama dengan PT Internusa Jaya Raya memastikan layanan hemodialisa dijalankan secara profesional dan berstandar, dengan dukungan tenaga medis terlatih serta sistem operasional yang terukur.

Model kolaborasi ini menjadi contoh bagaimana daerah dapat bermitra dengan sektor swasta untuk menjawab kebutuhan mendesak masyarakat tanpa menunggu terlalu lama.

Di tengah tantangan geografis Papua Barat yang selama ini identik dengan keterbatasan akses spesialis kehadiran fasilitas hemodialisa di RSUD Fakfak menandai tonggak penting pembangunan kesehatan daerah. Ini bukan sekadar tambahan layanan, melainkan simbol bahwa daerah di timur Indonesia mampu berinovasi dan bergerak progresif.

Bagi masyarakat Fakfak, fasilitas ini lebih dari sekadar mesin dan ruang perawatan. Ia adalah harapan baru. Harapan untuk hidup lebih lama, lebih layak, dan lebih dekat dengan keluarga.

Dan bagi RSUD Fakfak, langkah ini menjadi penegasan bahwa pelayanan publik terbaik lahir dari keberanian mengambil keputusan strategis tepat waktu, tepat sasaran, dan berpihak pada keselamatan warga.
 

Writter & Editor : Den