Maulid Nabi 1448 H, Bupati Maluku Tenggara Tegaskan Ain Ni Ain sebagai Perekat Persaudaraan dan Kekuatan Perdamaian

Avatar photo

Kabar Sulsel - Admin

, 04 September 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Maulid Nabi 1448 H, Bupati Maluku Tenggara Tegaskan Ain Ni Ain sebagai Perekat Persaudaraan dan Kekuatan Perdamaian

MALUKU TENGGARA Kabarsulselindonesia.web.id  — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah/2026 Masehi di Kabupaten Maluku Tenggara tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang kelahiran Rasulullah SAW, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat persaudaraan, kerukunan dan kedamaian di tengah masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Bupati Maluku Tenggara dalam sambutannya pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang mengangkat tema:

“Rasulullah SAW Teladan Kita, Ain Ni Ain Perekat Kita, Persaudaraan dan Kedamaian Kekuatan Maluku Tenggara.”

Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa Maulid Nabi hendaknya tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Peringatan tersebut harus mampu mendorong masyarakat untuk menghadirkan keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam keluarga, kehidupan sosial maupun dalam menjalankan pemerintahan.

Menurutnya, Rasulullah SAW telah memberikan teladan tentang kejujuran, amanah, kesabaran, kasih sayang, keadilan serta kemampuan membangun persaudaraan di tengah perbedaan.

“Maulid Nabi bukan sekadar mengenang sejarah kelahiran Rasulullah SAW. Lebih dari itu, Maulid harus menjadi momentum untuk menghidupkan kembali keteladanan beliau dalam kehidupan kita,” pesan Bupati.

-Ain Ni Ain Jangan Sekadar Ungkapan

Salah satu pesan penting yang disampaikan adalah bagaimana masyarakat Maluku Tenggara terus menjaga dan menghidupkan nilai Ain Ni Ain sebagai kekuatan sosial dan moral masyarakat Kei.

Bupati menilai nilai Ain Ni Ain memiliki semangat yang sejalan dengan ajaran Rasulullah SAW, khususnya dalam membangun kepedulian, persaudaraan, saling membantu dan menjaga kehidupan bersama.

Ain Ni Ain, kata dia, tidak boleh berhenti sebagai ungkapan budaya. Nilai tersebut harus diwujudkan dalam tindakan nyata ketika masyarakat menghadapi persoalan maupun perbedaan.

Ketika ada warga yang mengalami kesulitan, masyarakat harus hadir membantu. Ketika ada keluarga yang berduka, masyarakat ikut merasakan. Sementara ketika muncul perbedaan, penyelesaiannya harus mengedepankan musyawarah, kekeluargaan dan kebijaksanaan.

“Persaudaraan adalah kekuatan kita. Kedamaian adalah modal pembangunan kita,” tegasnya.

-Berbeda Pilihan Tidak Berarti Putus Persaudaraan

Bupati juga mengingatkan masyarakat agar tidak membiarkan perbedaan pilihan, kepentingan, kelompok maupun pandangan menjadi sumber perpecahan.

Menurutnya, masyarakat memiliki hak untuk berbeda pendapat dan pilihan, tetapi persaudaraan sebagai sesama warga Maluku Tenggara harus tetap dijaga.

“Boleh berbeda pilihan, tetapi jangan sampai berbeda dalam persaudaraan. Boleh berbeda pendapat, tetapi jangan sampai kehilangan rasa hormat,” pesannya.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat hubungan antara pemerintah, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, pemuda, perempuan serta berbagai organisasi sosial dan keagamaan.

-Generasi Muda Diminta Bijak Bermedia Sosial

Dalam sambutannya, Bupati turut menyoroti tantangan yang dihadapi generasi muda di tengah perkembangan teknologi dan media sosial.

Media sosial, menurutnya, dapat menjadi sarana untuk menyebarkan informasi dan kebaikan. Namun, apabila digunakan tanpa tanggung jawab, ruang digital juga dapat menjadi tempat berkembangnya fitnah, ujaran kebencian, provokasi dan berbagai informasi yang berpotensi memecah persatuan.

Karena itu, orang tua, guru, tokoh agama dan seluruh masyarakat diminta bersama-sama membentengi generasi muda dengan iman, ilmu dan akhlak.

“Keberanian bukan berarti bebas berkata kasar. Kebebasan bukan berarti bebas menyakiti orang lain. Kemajuan juga bukan berarti meninggalkan nilai agama dan budaya,” ujarnya.

Bupati mengajak generasi muda menggunakan teknologi untuk menyebarkan informasi yang benar, memberikan edukasi dan memperkuat semangat membangun daerah.

-Pembangunan Tidak Cukup Hanya dengan Infrastruktur

Lebih jauh, Bupati menegaskan bahwa pembangunan Maluku Tenggara tidak boleh hanya diukur dari pembangunan fisik dan infrastruktur.

Pembangunan manusia, menurutnya, harus menjadi bagian penting dalam membangun daerah. Masyarakat harus dibentuk menjadi generasi yang beriman, berilmu, berakhlak dan memiliki kepedulian sosial.

Masjid, majelis taklim, lembaga pendidikan, lembaga adat dan ruang-ruang sosial masyarakat diharapkan dapat menjadi pusat pembinaan moral, akhlak dan persaudaraan.

“Kekuatan terbesar Maluku Tenggara bukan hanya terletak pada sumber daya alam yang kita miliki. Kekuatan terbesar kita adalah persatuan masyarakatnya,” tegas Bupati.

Karena itu, nilai agama, adat, budaya dan Ain Ni Ain dinilai harus terus dijaga sebagai fondasi kehidupan masyarakat Kei.

-Maulid Menjadi Momentum Introspeksi

Menutup sambutannya, Bupati mengajak masyarakat menjadikan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H sebagai momentum untuk melakukan introspeksi.

Masyarakat diajak bertanya kepada diri masing-masing sejauh mana nilai kejujuran, kasih sayang, kepedulian dan persaudaraan yang dicontohkan Rasulullah SAW telah diwujudkan dalam kehidupan nyata.

Ia berharap Maulid tahun ini menjadi titik tolak perubahan menuju kehidupan masyarakat yang lebih baik—dari mudah marah menjadi lebih sabar, dari saling menyalahkan menjadi saling menguatkan, serta dari perselisihan menuju perdamaian.

Bupati juga mengajak seluruh masyarakat Maluku Tenggara untuk bersama-sama merawat Ain Ni Ain, memperkuat persaudaraan, menjaga kerukunan dan memelihara kedamaian.

“Rasulullah SAW teladan kita. Ain Ni Ain perekat kita. Persaudaraan dan kedamaian kekuatan Maluku Tenggara,” demikian pesan yang disampaikan dalam sambutan tersebut.

Melalui semangat Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, masyarakat Maluku Tenggara diharapkan semakin memperkuat iman, memperindah akhlak, mempererat persaudaraan dan memperkokoh persatuan demi terwujudnya Maluku Tenggara yang religius, harmonis, aman, maju dan bermartabat.

Penulis: MN

Editor: H.R