Putra Daerah Fakfak Raih Gelar Sarjana Terapan Akupunktur dan Pengobatan Herbal, Membuka Harapan Baru Layanan Kesehatan Papua Barat

Avatar photo

Kabar Sulsel - Admin

, 01 Juli 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Putra Daerah Fakfak Raih Gelar Sarjana Terapan Akupunktur dan Pengobatan Herbal, Membuka Harapan Baru Layanan Kesehatan Papua Barat

Fakfak, KabarsulselIndonesia.web.id | Kabupaten Fakfak kembali menorehkan capaian penting di sektor kesehatan. Di tengah kebutuhan tenaga kesehatan yang semakin beragam, hadirnya seorang lulusan Sarjana Terapan Akupunktur dan Pengobatan Herbal menjadi kabar yang membawa optimisme baru bagi masyarakat.

Pihir Kassor, S.Tr.Akup., resmi diwisuda dalam Sidang Terbuka Senat Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Surakarta pada Selasa, 30 Juni 2026. Kelulusan tersebut tidak sekadar menjadi pencapaian akademik, tetapi juga menandai lahirnya salah satu sumber daya kesehatan yang memiliki kompetensi khusus di bidang akupunktur dan pengobatan herbal untuk mengabdi di Kabupaten Fakfak dan Provinsi Papua Barat.

Dengan capaian itu, Fakfak kini memiliki tenaga kesehatan akupunktur berkualifikasi Sarjana Terapan yang dipersiapkan untuk memberikan pelayanan kesehatan secara profesional sesuai standar kompetensi. Kehadirannya diharapkan memperluas pilihan layanan kesehatan yang mengedepankan pendekatan ilmiah, etika profesi, dan keselamatan pasien.

Sebagai Tenaga Kesehatan Akupunktur, Pihir memiliki kompetensi dalam pelayanan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif melalui terapi akupunktur serta pemanfaatan pengobatan herbal yang berbasis bukti ilmiah. Selain memberikan pelayanan klinis, lulusan program ini juga dibekali kemampuan melakukan edukasi kesehatan, penelitian, hingga pengembangan ilmu pengetahuan yang mendukung peningkatan mutu pelayanan kesehatan.

Bagi Pihir, gelar yang diraih bukanlah akhir dari perjalanan pendidikan, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar kepada masyarakat.

"Saya berharap ilmu yang saya peroleh dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Fakfak dan Papua Barat. Saya berkomitmen memberikan pelayanan kesehatan yang profesional, beretika, berbasis bukti ilmiah, dan mengutamakan keselamatan pasien sesuai kompetensi Tenaga Kesehatan Akupunktur," ujarnya.

Pernyataan itu mencerminkan semangat seorang putra daerah yang memilih kembali untuk mengabdikan ilmu di tanah kelahirannya. Di tengah masih terbatasnya tenaga kesehatan akupunktur di Papua Barat, kehadiran lulusan baru ini menjadi sinyal positif bahwa daerah memiliki peluang untuk membangun kemandirian sumber daya manusia kesehatan.

Menurut Pihir, kebutuhan tenaga kesehatan akupunktur di Papua Barat masih cukup besar. Karena itu, ia berharap semakin banyak generasi muda asli Papua dan putra-putri Fakfak yang terdorong menempuh pendidikan di bidang Akupunktur dan Pengobatan Herbal agar pelayanan kesehatan di wilayah timur Indonesia semakin merata dan berkualitas.

Komitmennya tidak berhenti pada pelayanan kepada pasien. Ia juga menyatakan siap mengembangkan edukasi kesehatan, melakukan penelitian, serta membangun kolaborasi dengan tenaga kesehatan dari berbagai profesi. Sinergi tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.

Di balik keberhasilan itu, Pihir menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada keluarga, para dosen Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Surakarta, serta seluruh pihak yang telah mendampingi perjalanan studinya hingga tuntas.

"Semoga ilmu yang kami peroleh menjadi manfaat bagi masyarakat dan dapat berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Fakfak dan Provinsi Papua Barat," katanya.

Kelulusan Pihir Kassor menjadi lebih dari sekadar prestasi pribadi. Ia menghadirkan harapan bahwa putra daerah mampu menjawab kebutuhan pembangunan kesehatan melalui kompetensi, dedikasi, dan pengabdian. Di tengah tantangan pemerataan layanan kesehatan di Papua Barat, hadirnya tenaga kesehatan dengan keahlian khusus seperti ini merupakan investasi penting bagi masa depan pelayanan kesehatan yang semakin inklusif, profesional, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

 

Writter & Editor : Den