Pala Tomandin Fakfak Menembus Guangzhou, Kearifan Adat Dibawa ke Panggung Rempah Dunia
Fakfak, KabarsulselIndonesia.web.id | Dari tanah pala di ujung Papua, Pala Tomandin Fakfak kini dipertontonkan di panggung perdagangan rempah dunia. Komoditas yang selama ini menghidupi masyarakat Fakfak itu tampil dalam pameran rempah internasional di Guangzhou, China, yang dibuka pada 3 September 2026.
Kesempatan itu dibawa Global Spices Papua, salah satu pedagang besar komoditas rempah antarpulau. Pala Tomandin diperkenalkan sebagai rempah unggulan Papua yang memiliki peluang menembus pasar global.
Booth Global Spices Papua bahkan dikunjungi Wakil Perdana Menteri China Ding Xuexiang. Kunjungan tersebut menjadi momentum untuk memperkenalkan potensi rempah Papua, khususnya Pala Tomandin Fakfak, kepada calon mitra dan pasar internasional.
Yang dibawa ke Guangzhou bukan semata biji pala. Pameran itu mengusung tema kearifan lokal Fakfak, dengan dukungan Dinas Perkebunan Fakfak. Pala Tomandin diperkenalkan sebagai produk yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat dan tradisi pengelolaan alam.
Nilai itu tercermin dalam praktik sasi kerakera dan meritotora kearifan adat yang mengatur pemanfaatan sumber daya alam, menjaga keberlanjutan, serta menempatkan hubungan manusia dan lingkungan dalam satu kesatuan.
Bagi Fakfak, panggung Guangzhou membuka peluang yang lebih besar daripada sekadar promosi. Ia menjadi pintu untuk memperluas jaringan perdagangan, meningkatkan nilai ekonomi pala, dan membawa petani masuk lebih jauh ke rantai pasar internasional.
Namun peluang itu datang bersama pekerjaan rumah. Mutu dan kualitas pala masih menjadi tantangan yang harus dibenahi dari kebun hingga pascapanen.
Pelaku usaha perdagangan antarpulau, Hans Sahupala, mengatakan keberadaan Pala Tomandin di pameran internasional membuktikan komoditas Fakfak memiliki daya saing global. Karena itu, reputasi tersebut harus dijaga bersama.
“Kami berharap pelaku usaha mendukung pemerintah menjaga reputasi Pala Tomandin dengan memprioritaskan mutu dan kualitas, mulai dari budidaya hingga penanganan pascapanen,” kata Hans.
Menurut dia, dukungan petani, pemerintah, dan pelaku usaha menjadi kunci untuk memastikan kualitas, kontinuitas produksi, dan akses pasar berjalan beriringan.
Pala Tomandin kini sedang berdiri di persimpangan penting: antara menjadi sekadar komoditas Papua yang dipamerkan di dunia dan benar-benar menjadi produk global yang memberi nilai lebih besar bagi petani Fakfak.
Writter & Editor : Den

























Komentar via Facebook