MANIFESTO KOALISI PEMUDA DAN MAHASISWA MALUKU, MENUJU 1 ABAD KEBANGKITAN NASIONAL, PULANGKAN BENDERA MERAH PUTIH KE JAKARTA
Malra,Kabarsulsel-Indonesia.web.id. Kami, pemuda dan mahasiswa Maluku, berdiri hari ini bukan untuk membenci Indonesia, bukan pula untuk memusuhi sesama anak bangsa.
Kami berdiri karena mencintai tanah kelahiran kami.
Kami berdiri karena harga diri kami.
Kami berdiri karena kami percaya bahwa kemerdekaan seharusnya menghadirkan keadilan bagi seluruh rakyat, termasuk bagi Maluku yang telah memberikan begitu banyak bagi perjalanan sejarah Republik Indonesia.
81 tahun negara merdeka, tanah Maluku masih merasakan ketimpangan.
Kekayaan alam Maluku terus menjadi bagian penting dari kepentingan nasional, tetapi kesejahteraan rakyatnya belum sebanding dengan kekayaan yang berada di tanah dan laut kami. Ketimpangan pembangunan, ketidakadilan fiskal, keterbatasan infrastruktur, akses pendidikan dan pekerjaan, serta berbagai bentuk marginalisasi masih menjadi persoalan yang harus diselesaikan.
Karena itu, kami menolak untuk terus menjadi penonton dalam sejarah bangsa sendiri.
BANGSA MALUKU BUKAN BANGSA MONYET
Ketika identitas dan martabat orang Maluku direndahkan dengan rasisme, kami tidak boleh diam.
Penghinaan terhadap manusia berdasarkan warna kulit, asal daerah, maupun identitas adalah penghinaan terhadap kemanusiaan.
Kami menegaskan:
Bangsa Maluku bukan bangsa monyet. Orang Maluku adalah manusia yang bermartabat.
Orang Maluku adalah bagian dari sejarah Indonesia. Dan martabat orang Maluku tidak boleh diperdagangkan oleh kepentingan politik apa pun.
Kami menuntut negara hadir ketika rakyatnya mengalami diskriminasi dan penghinaan.
Kami menuntut hukum ditegakkan tanpa pandang bulu.
Kami menuntut setiap warga negara diperlakukan setara, dari Jakarta hingga Maluku, dari barat hingga timur Indonesia.
PULANGKAN BENDERA MERAH PUTIH KE JAKARTA
Bendera Merah Putih adalah simbol negara. Bagi kami, aksi memulangkan bendera Merah Putih ke Jakarta merupakan simbol kritik dan kekecewaan terhadap perjalanan berbangsa dan bernegara yang belum sepenuhnya menghadirkan keadilan bagi Maluku.
Kami ingin mengingatkan Jakarta:
Jangan hanya meminta rakyat mencintai negara. Negara juga harus membuktikan bahwa negara mencintai rakyatnya. Nasionalisme tidak boleh hanya menjadi kewajiban rakyat. Nasionalisme harus berjalan bersama keadilan. Jika rakyat diminta mengibarkan Merah Putih, maka negara wajib memastikan bahwa di bawah bendera yang sama tidak ada rakyat yang merasa dianaktirikan.
MENUJU 1 ABAD KEBANGKITAN NASIONAL
Kami ingin menjadikan momentum menuju satu abad Kebangkitan Nasional sebagai momentum kebangkitan kesadaran generasi muda Maluku. Kebangkitan bukan berarti kebencian. Kebangkitan berarti keberanian menyampaikan kebenaran. Kebangkitan berarti keberanian menuntut keadilan. Kebangkitan berarti keberanian memastikan Maluku tidak lagi ditempatkan sebagai halaman belakang pembangunan nasional.
Kami percaya masa depan Maluku tidak boleh hanya ditentukan oleh elite politik.
Masa depan Maluku harus dibicarakan bersama rakyat, pemuda, mahasiswa, akademisi, tokoh adat, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat.
TUNTUTAN KAMI
Kami, Koalisi Pemuda dan Mahasiswa Maluku, menyatakan sikap:
1. Menolak segala bentuk rasisme dan diskriminasi terhadap orang Maluku dan masyarakat Indonesia Timur.
2. Mendesak negara menjamin perlindungan hukum yang setara bagi seluruh warga negara.
3. Mendesak pemerintah pusat memperbaiki ketidakadilan fiskal dan ketimpangan pembangunan yang dirasakan Maluku.
4. Mendorong pengelolaan sumber daya alam Maluku yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Maluku.
5. Mendesak percepatan kebijakan pembangunan yang berpihak kepada wilayah kepulauan dan masyarakat pesisir.
6. Mendorong ruang yang lebih luas bagi pemuda Maluku untuk menentukan arah pembangunan daerahnya.
7. Menyerukan kepada seluruh pemuda dan mahasiswa Maluku untuk bersatu, tertib, damai, dan berani menyuarakan aspirasi.
8. Menjadikan perjuangan keadilan bagi Maluku sebagai agenda kebangsaan, bukan sekadar agenda daerah.
KAMI TIDAK DIAM
Hari ini kami berkumpul di Bundaran Poka. Bukan untuk menciptakan kekacauan.Bukan untuk memecah persaudaraan. Tetapi untuk menyampaikan pesan yang harus didengar:
«Maluku ingin diperlakukan adil.
Maluku ingin dihormati. Maluku ingin didengar.» Kami percaya perubahan tidak lahir dari diam. Perubahan lahir dari keberanian rakyat untuk bersuara. Karena itu, kami mengajak seluruh pemuda dan mahasiswa Maluku:
BERSATU!
BANGKIT!
BERSUARA!
TENTUKAN MASA DEPAN MALUKU!
Maluku berdaulat dalam martabat.
Maluku berdiri dalam keadilan.
Maluku tetap menjadi bagian dari perjuangan sejarah bangsa.
KOALISI PEMUDA DAN MAHASISWA MALUKU
MENUJU 1 ABAD KEBANGKITAN NASIONAL
PULANGKAN BENDERA MERAH PUTIH KE JAKARTA.
BANGSA MALUKU BUKAN BANGSA MONYET.
MALUKU BUTUH KEADILAN!
(Elang)

























Komentar via Facebook