Wali Kota Ambon Imbau Masyarakat: Jembatan Merah Putih untuk Solusi, Bukan Tempat Mengakhiri Hidup

Avatar photo

Kabar Sulsel - Admin

, 04 Mei 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Wali Kota Ambon Imbau Masyarakat: Jembatan Merah Putih untuk Solusi, Bukan Tempat Mengakhiri Hidup

Ambon,Kabarsulsel-Indonesia.web.id. Usai menghadiri acara silaturahmi dan pelepasan jemaah haji Kota Ambon di Gedung Ashari Alfatah, Senin (4/5/2026).

Wali Kota Bodewin Wattimena menyampaikan harapan dan imbauan penting terkait pemanfaatan Jembatan Merah Putih (JMP). Ia menegaskan bahwa infrastruktur strategis tersebut dibangun untuk mempermudah akses dan mobilitas warga, bukan menjadi tempat yang menimbulkan rasa takut atau digunakan untuk tindakan yang merugikan.

Menurutnya, upaya pengawasan dari pihak pemerintah memiliki batasan, karena mustahil untuk mengamankan jembatan tersebut selama 24 jam non-stop. Oleh karena itu, kunci utama pengendalian perilaku dan pencegahan hal-hal negatif terletak pada kesadaran individu dan peran keluarga.

“Seperti yang saya sampaikan juga dalam peringatan Hardiknas pagi tadi, mari kita saling mengingatkan satu sama lain, terutama di dalam lingkungan keluarga. Jembatan ini dibangun untuk mempercepat transportasi dan memudahkan kehidupan kita. Jangan sampai karena ada satu orang yang melakukan tindakan nekat, kemudian diikuti oleh orang lain,” ujar Bodewin kepada awak media

Ia menjelaskan, seketat apa pun pengawasan yang dilakukan, jika niat buruk atau putus asa sudah ada dalam diri seseorang, hal itu sulit untuk dicegah. Pemerintah telah berupaya memberikan edukasi dan pengingat, namun tanggung jawab moral tetap berada di tangan setiap warga.

“Kita sudah sampaikan pesan bahwa seberat apa pun masalah hidup yang dihadapi, pasti ada jalan keluarnya. Jangan pernah mengambil tindakan yang justru merugikan diri sendiri, keluarga, dan masyarakat luas. Kita tidak mau nantinya masyarakat menjadi takut melintasi JMP karena anggapan itu adalah tempat untuk mengakhiri hidup. Padahal fungsinya jelas sebagai solusi kemudahan akses, bukan sebaliknya,” tegasnya.

Terkait langkah teknis yang akan diambil, Wali Kota menyatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Balai Jalan. Berbagai opsi sedang dibahas, termasuk pemasangan spanduk atau papan pengingat berisi pesan-pesan positif dan motivasi hidup. Namun, menurutnya, solusi terbaik bukanlah dengan menutup akses jembatan tersebut.

“Apakah kita harus menutup jembatan ini? Tentu tidak bisa. Itu bukan solusi. Jembatan ini dikelola penuh oleh Balai Jalan, dan Pemkot hanya bisa bekerja sama dalam pengawasan. Namun pada akhirnya, semuanya kembali pada bagaimana kita memaknai keberadaan fasilitas ini. Peran keluarga dan kesadaran pribadi adalah hal yang paling utama,” pungkasnya.

(M.N)