Bupati Samaun Lepas 130 Kontingen Pesparani Fakfak, Mengantar Harapan Daerah ke Panggung Papua Barat

Avatar photo

Kabar Sulsel - Admin

, 25 Juni 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Bupati Samaun Lepas 130 Kontingen Pesparani Fakfak, Mengantar Harapan Daerah ke Panggung Papua Barat

Fakfak, KabarsulselIndonesia.web.id | Suasana haru bercampur bangga menyelimuti Graha Le Cocq d'Armandville atau Aula Santo Yoseph Fakfak, Kamis sore, 25 Juni 2026. Di tengah lantunan doa dan semangat persaudaraan, Pemerintah Kabupaten Fakfak secara resmi melepas 130 peserta Pesparani Katolik yang akan mewakili daerah dalam ajang Pesparani Katolik Tingkat Provinsi Papua Barat Tahun 2026 di Kabupaten Teluk Bintuni.

Momen pelepasan itu bukan sekadar seremoni keberangkatan sebuah kontingen. Ia menjadi peristiwa yang menegaskan wajah Fakfak sebagai daerah yang menjunjung tinggi nilai toleransi, keberagaman, dan pembangunan karakter generasi muda melalui jalur keagamaan.

Hadir dalam acara tersebut Wakil Bupati Fakfak, unsur Forkopimda, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Fakfak, para pastor, suster, tokoh Gereja Katolik, pengurus Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Daerah, pelatih, pendamping, serta keluarga para peserta.

Sebanyak 130 peserta yang diberangkatkan akan mengikuti 11 mata lomba yang mencakup kategori paduan suara, mazmur, cerdas cermat rohani, hingga bertutur Kitab Suci. Mereka merupakan hasil pembinaan dan seleksi yang panjang, membawa harapan besar masyarakat Fakfak untuk tampil gemilang di tingkat provinsi.

Dalam sambutannya, Bupati Fakfak, Samaun Dahlan, menegaskan bahwa Pesparani bukan semata-mata kompetisi untuk mengejar medali dan prestasi. Lebih dari itu, kegiatan tersebut merupakan ruang pembinaan iman, penguatan karakter, sekaligus wadah pengembangan bakat seni liturgi Gereja yang sarat nilai spiritual.

“Melalui Pesparani, kita belajar mencintai Tuhan lewat pujian, mazmur, dan karya seni rohani yang indah. Ini adalah bagian dari proses membangun generasi yang beriman, berkarakter, dan memiliki semangat persaudaraan,” ujar Bupati.

Menurutnya, keikutsertaan kontingen Fakfak merupakan bukti nyata bahwa pembangunan sumber daya manusia tidak hanya dilakukan melalui pendidikan formal, tetapi juga melalui pembinaan mental dan spiritual yang berkelanjutan.

Di hadapan para peserta, Bupati menyampaikan pesan yang sederhana namun penuh makna. Ia meminta seluruh anggota kontingen berangkat dengan semangat, percaya diri, dan tetap rendah hati.

“Tampilkan yang terbaik bukan hanya untuk meraih prestasi, tetapi sebagai bentuk pelayanan iman kepada Tuhan. Jaga kekompakan, disiplin, dan nama baik Kabupaten Fakfak,” pesannya.

Bagi Bupati, kemenangan sejati tidak selalu diukur dari jumlah piala yang dibawa pulang. Nilai paling berharga justru lahir dari proses perjuangan, kerja sama, dan kesungguhan dalam memberikan kemampuan terbaik.

Pesan itu disambut tepuk tangan panjang para peserta dan tamu undangan. Di antara mereka tampak para orang tua yang datang mengantar anak-anaknya dengan mata berbinar penuh harapan. Sebagian mengabadikan momen melalui telepon genggam, sementara yang lain larut dalam suasana syukur.

Bupati Samaun juga memberikan apresiasi kepada seluruh pelatih, pembina, pendamping, dan keluarga yang selama berbulan-bulan telah mencurahkan tenaga dan perhatian demi mempersiapkan para peserta.

Menurutnya, keberhasilan sebuah kontingen tidak lahir secara instan. Di balik setiap penampilan yang memukau, terdapat kerja keras, disiplin latihan, pengorbanan waktu, serta doa yang tidak pernah putus.

Pelepasan kontingen Pesparani tahun ini sekaligus menjadi cerminan komitmen Pemerintah Kabupaten Fakfak dalam mendukung kegiatan keagamaan yang membangun karakter generasi muda. Dukungan tersebut sejalan dengan visi pembangunan daerah yang menempatkan sumber daya manusia sebagai fondasi utama kemajuan.

Menjelang akhir sambutannya, Bupati secara resmi melepas Tim Pesparani Katolik Kabupaten Fakfak untuk berlaga di Kabupaten Teluk Bintuni. Doa dan harapan pun mengiringi langkah para peserta yang akan membawa nama Fakfak di panggung provinsi.

Ketika acara berakhir, satu pesan yang paling membekas adalah bahwa para peserta tidak hanya berangkat sebagai kontingen lomba. Mereka adalah duta-duta persaudaraan, pembawa semangat toleransi, dan representasi wajah Fakfak yang damai.

Dari kota tua yang dikenal sebagai Tanah Mbaham Matta itu, 130 putra-putri terbaik kini melangkah menuju Bintuni. Mereka membawa suara pujian, semangat iman, dan harapan besar masyarakat Fakfak untuk kembali pulang dengan prestasi, kebanggaan, dan pengalaman yang akan menginspirasi generasi berikutnya.

 

Writter & Editor : Den