Lusia Hegemur Dukung Penuh Pesparawi Nasional XIV di Manokwari: Harmoni Iman, Budaya, dan Pesan Lingkungan dari Tanah Papua

Avatar photo

Kabar Sulsel - Admin

, 07 Juni 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Lusia Hegemur Dukung Penuh Pesparawi Nasional XIV di Manokwari: Harmoni Iman, Budaya, dan Pesan Lingkungan dari Tanah Papua

Fakfak, KabarsulselIndonesia.web.id | Anggota DPR Provinsi Papua Barat dari Fraksi Otonomi Khusus, Lusia Imakulatta Hegemur, menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Pesparawi Nasional XIV yang akan berlangsung di Manokwari, Papua Barat, pada 18–28 Juni 2026. Menurutnya, perhelatan nasional tersebut bukan sekadar ajang kompetisi paduan suara gerejawi, melainkan momentum strategis untuk memperkenalkan Papua Barat kepada Indonesia dan dunia sebagai daerah yang damai, religius, serta memiliki komitmen kuat terhadap pelestarian lingkungan.

Pesparawi Nasional XIV diperkirakan akan menghadirkan sekitar 8.000 peserta dari 38 provinsi di Indonesia. Ribuan peserta, official, pendamping, serta tamu undangan akan memadati Manokwari selama sepuluh hari pelaksanaan kegiatan.

Lusia menilai kepercayaan yang diberikan pemerintah pusat kepada Papua Barat sebagai tuan rumah merupakan kehormatan besar sekaligus kesempatan emas untuk menunjukkan kapasitas daerah dalam menyelenggarakan agenda nasional berskala besar.

“Pesparawi Nasional bukan hanya tentang lomba paduan suara. Ini adalah ruang perjumpaan kebangsaan yang mempertemukan masyarakat dari seluruh Indonesia dalam semangat persaudaraan, pelayanan, dan penguatan nilai-nilai keagamaan. Papua Barat harus menyambut momentum ini dengan baik,” ujar Lusia, Minggu (7/6/2026).

Politisi yang dikenal aktif memperjuangkan aspirasi masyarakat adat dan pembangunan daerah itu mengajak seluruh elemen masyarakat, pemerintah, lembaga keagamaan, organisasi pemuda, hingga pelaku usaha untuk turut menyukseskan agenda tersebut.

Menurut dia, dampak Pesparawi tidak hanya dirasakan dalam aspek spiritual dan sosial, tetapi juga akan memberikan efek ekonomi yang signifikan bagi masyarakat. Kehadiran ribuan peserta dari berbagai daerah diperkirakan akan meningkatkan aktivitas sektor perhotelan, transportasi, kuliner, usaha mikro, hingga perdagangan lokal.

“Ini peluang besar bagi pelaku UMKM, pengusaha lokal, dan masyarakat Manokwari secara umum. Kita berharap manfaat ekonomi dari kegiatan ini dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat,” katanya.

Yang menarik, kata Lusia, penyelenggaraan Pesparawi Nasional XIV mengusung konsep ramah lingkungan. Panitia secara tegas mendorong seluruh peserta dan pengunjung untuk tidak menggunakan botol plastik sekali pakai selama kegiatan berlangsung.

Kebijakan tersebut dinilai sejalan dengan semangat Papua Barat sebagai salah satu provinsi konservasi yang terus mendorong pembangunan berkelanjutan dan perlindungan lingkungan hidup.

“Komitmen mengurangi sampah plastik patut diapresiasi. Ini menunjukkan bahwa kegiatan keagamaan juga dapat menjadi sarana edukasi lingkungan. Pesan yang dibawa bukan hanya tentang iman dan pelayanan, tetapi juga tanggung jawab menjaga ciptaan Tuhan,” ujarnya.

Selain menyampaikan dukungan, Lusia juga mengingatkan seluruh peserta yang akan berlaga dalam berbagai kategori lomba agar mempersiapkan diri secara maksimal.

Menurutnya, Pesparawi bukan semata-mata arena kompetisi untuk meraih prestasi, tetapi juga wadah pelayanan melalui puji-pujian yang dipersembahkan kepada Tuhan.

Ia berharap seluruh kontingen dari berbagai provinsi dapat datang dengan persiapan yang matang, baik dari sisi teknik vokal, kekompakan tim, penghayatan lagu, maupun kesiapan mental selama mengikuti perlombaan.

“Para peserta harus mempersiapkan diri dengan baik agar dapat menampilkan pujian yang terbaik. Melalui setiap lagu yang dibawakan, hendaknya terpancar pesan damai, kasih, persaudaraan, dan kemuliaan bagi Tuhan. Inilah nilai utama yang harus menjadi roh dari setiap penampilan di Pesparawi,” tutur Lusia.

Lusia berharap pelaksanaan Pesparawi Nasional XIV dapat berlangsung aman, tertib, dan sukses, sekaligus meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh peserta yang datang ke Papua Barat.

Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan acara tersebut akan menjadi bukti bahwa Papua Barat mampu menjadi tuan rumah berbagai kegiatan nasional dengan standar pelayanan yang baik, serta memperkuat citra daerah sebagai wilayah yang terbuka, harmonis, dan penuh keramahtamahan.

“Pesparawi harus menjadi panggung yang memperlihatkan wajah terbaik Papua Barat. Kita ingin para peserta pulang membawa kenangan indah tentang Manokwari, tentang masyarakat Papua yang ramah, dan tentang kekayaan budaya serta alam yang luar biasa,” kata Lusia.

Di tengah persiapan yang terus dimatangkan, dukungan dari berbagai pihak terus mengalir. Pesparawi Nasional XIV di Manokwari kini tidak hanya dipandang sebagai agenda keagamaan semata, melainkan juga sebagai momentum persatuan bangsa yang mempertemukan keberagaman Indonesia dalam harmoni pujian, pelayanan, dan semangat menjaga bumi dari Tanah Papua.

 

Writter & Editor : Den