Sensus Ekonomi 2026: Wakil Wali Kota Ambon Tekankan Pentingnya Pendataan Pelaku Ekonomi Digital

Avatar photo

Kabar Sulsel - Admin

, 02 Juni 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Sensus Ekonomi 2026: Wakil Wali Kota Ambon Tekankan Pentingnya Pendataan Pelaku Ekonomi Digital

AMBON,Kabarsulsel-Indonesia.web.id. Wakil Wali Kota Ambon, Ely Toisutta, menegaskan urgensi pendataan yang menyeluruh dan mutakhir dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Terutama, ia meminta agar berbagai profesi baru yang tumbuh pesat di era teknologi dan ruang digital dapat terakomodasi dengan baik, tercatat dalam data, serta diperhitungkan dalam perencanaan pembangunan daerah ke depan.

Hal ini disampaikan Wawali Ely saat membuka secara resmi Pelatihan Calon Petugas Pendataan Sensus Ekonomi 2026 yang diselenggarakan Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Ambon di Amaris Hotel, Senin (2/6/2026). Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Ronald Lekransy; Kepala Dinas Perikanan, Henly Claudya Simatauw; serta Kepala Bagian Ekonomi Setda Kota Ambon, Titi Oratmangun.

"Pola ekonomi kini telah berubah, tidak lagi hanya bertumpu pada sektor usaha konvensional. Banyak profesi baru bermunculan di dunia maya dan ekonomi kreatif. Mereka juga berkontribusi besar bagi perekonomian, sehingga harus tercatat jelas agar kontribusinya terlihat dan diperhitungkan," tegas Ely dalam sambutannya.

Ia mengapresiasi penerapan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) terbaru dalam sensus kali ini. Langkah ini dinilai sangat tepat untuk menyesuaikan data dengan perkembangan zaman, khususnya memetakan pertumbuhan ekonomi digital yang kian pesat. Berbagai pekerjaan yang dulu jarang ditemukan dalam daftar resmi, seperti pembuat konten, pemberi pengaruh, pembuat video daring, hingga usaha berbasis aplikasi, kini diakui secara resmi sebagai aktivitas ekonomi yang bernilai tambah dan pencipta lapangan kerja.

"Dengan klasifikasi yang lebih baru dan lengkap, kita bisa melihat potensi ekonomi yang selama ini mungkin belum tergambarkan utuh dalam statistik. Ini kunci utama agar kebijakan yang kita susun benar-benar pas, relevan, dan sesuai kondisi riil masyarakat," tambahnya.

Data yang lengkap dan akurat hasil sensus ini nantinya akan menjadi acuan utama pemerintah dalam merumuskan strategi pembangunan ekonomi, kebijakan investasi, pengembangan UMKM, hingga program pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan sosial.

Kepada ratusan calon petugas pendataan yang mengikuti pelatihan, Ely memberikan pesan tegas agar menguasai materi, metodologi, dan aplikasi pendataan yang digunakan. Ia mengingatkan bahwa tugas mereka bukan sekadar mencatat angka atau mengisi formulir, melainkan mengumpulkan bahan dasar pembangunan kota.

"Kualitas data bergantung sepenuhnya pada kemampuan dan ketelitian Bapak Ibu di lapangan. Ingat, data ini nanti menjadi landasan kita mengambil keputusan besar. Kerjakan secara teliti, objektif, profesional, dan junjung tinggi etika saat bertemu responden," imbaunya.

Pemerintah Kota Ambon menegaskan komitmen penuh mendukung seluruh kegiatan statistik BPS. Ely menekankan prinsip pembangunan berbasis data, di mana setiap kebijakan yang diambil harus berlandaskan informasi yang sahih dan dapat dipertanggungjawabkan, agar hasilnya lebih efektif dan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat luas.

"Kita ingin setiap langkah pembangunan didasari data nyata. Tujuannya satu: agar apa yang kita bangun tepat sasaran dan membawa kesejahteraan bagi seluruh warga Ambon," pungkas Ely.

(M.N)