Menjelang 17 Agustus, Bupati Fakfak Pastikan Stadion 16 November Siap Menjadi Panggung Kemerdekaan
Fakfak, KabarsulselIndonesia.web.id I Tiga hari menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Stadion 16 November Fakfak menjadi salah satu titik yang mendapat perhatian langsung Pemerintah Kabupaten Fakfak. Jumat, 14 Agustus 2026, Bupati Fakfak Samaun Dahlan, S.Sos., M.AP., turun meninjau kesiapan arena yang akan menjadi tempat berlangsungnya upacara kemerdekaan pada 17 Agustus mendatang.
Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh unsur pendukung upacara telah dipersiapkan secara matang, mulai dari kondisi lapangan, penataan lokasi hingga kebutuhan teknis lainnya. Bagi pemerintah daerah, Stadion 16 November bukan sekadar tempat berlangsungnya seremoni tahunan, melainkan ruang publik tempat semangat kebangsaan dan penghormatan terhadap perjuangan para pendahulu kembali diteguhkan.
Dalam peninjauan tersebut, Bupati Fakfak didampingi sejumlah pejabat dan unsur terkait. Hadir Dandim 1803 Fakfak Letkol Inf. Wahlin Rahman, S.Pd., Penjabat Sekda Fakfak Aroby Hindom, Kepala Dinas Kominfostaper Fakfak M. Taufik, S.STP., M.Si., Kepala Dinas Sosial Fakfak Sadalih Lahadalia, Kepala Bapperida Fakfak Abd. Razak I Rengen, S.H., M.Si., serta Asisten III Setda Fakfak Zulfiqar W. Bauw, S.E., M.M.
Kehadiran jajaran pimpinan daerah tersebut memperlihatkan bahwa persiapan upacara kemerdekaan tidak berdiri sebagai pekerjaan satu panitia semata. Ada koordinasi lintas sektor yang harus dipastikan berjalan, karena upacara 17 Agustus melibatkan banyak unsur dengan tugas dan tanggung jawab yang saling berkaitan.
Bupati memeriksa kondisi lapangan, penataan lokasi serta berbagai kebutuhan pendukung upacara. Ia ingin memastikan setiap detail telah diperhitungkan sehingga pada hari pelaksanaan tidak ada persoalan teknis yang mengganggu kekhidmatan upacara.

Perhatian Bupati kemudian tertuju kepada para Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) yang tengah menjalani latihan.
Di hadapan para anggota Paskibraka, Bupati memberikan motivasi agar mereka terus menjaga disiplin, kekompakan, kesehatan serta kesiapan fisik dan mental. Menurutnya, tugas mengibarkan Sang Merah Putih bukan sekadar menjalankan rangkaian gerakan baris-berbaris, tetapi merupakan sebuah kehormatan sekaligus tanggung jawab yang membawa nama daerah.
“Persiapkan diri dengan baik. Jaga kesehatan, disiplin dan kekompakan. Tugas ini adalah kehormatan,” pesan Bupati kepada para Paskibraka.
Pesan tersebut menjadi penting karena keberhasilan sebuah upacara tidak hanya ditentukan oleh megahnya tempat pelaksanaan, tetapi oleh ketepatan setiap unsur yang berada di dalamnya.
Persiapan kini memasuki tahapan penting. Gladi pelaksanaan upacara dijadwalkan berlangsung Sabtu, 15 Agustus 2026, pukul 16.00 WIT di Stadion 16 November. Gladi akan menjadi kesempatan untuk menguji keseluruhan rangkaian secara utuh, mulai dari kesiapan petugas, Paskibraka, peserta upacara hingga unsur pendukung lainnya.
Di titik inilah koordinasi menjadi kunci.
Bupati menekankan agar seluruh pihak memahami tugas masing-masing dan membangun komunikasi yang baik. Setiap tahapan harus berjalan dalam satu irama agar upacara dapat berlangsung tertib, aman, lancar dan tetap khidmat.
Sebab sebuah upacara kemerdekaan pada dasarnya adalah pertunjukan tentang kedisiplinan. Setiap langkah harus berada pada waktunya, setiap penghormatan memiliki maknanya, dan setiap unsur harus bergerak sebagai satu kesatuan.
Pemerintah Kabupaten Fakfak berharap seluruh rangkaian persiapan tersebut dapat menghasilkan pelaksanaan upacara yang tidak hanya sukses secara teknis, tetapi juga meninggalkan kesan mendalam bagi masyarakat.
Lebih dari sekadar seremoni, peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat nasionalisme, persatuan dan kebersamaan masyarakat Fakfak.
Stadion 16 November karena itu dipersiapkan bukan hanya sebagai tempat berkibarnya Sang Merah Putih, tetapi sebagai ruang bersama untuk mengingat kembali perjalanan bangsa dan meneguhkan komitmen generasi hari ini dalam melanjutkan pembangunan.
Ketika Sang Merah Putih akhirnya dikibarkan pada 17 Agustus nanti, yang berdiri tegak bukan hanya para Paskibraka. Di belakang mereka ada kerja kolektif pemerintah daerah, aparat keamanan, panitia, pelajar dan masyarakat yang bersama-sama memastikan sebuah penghormatan kepada Indonesia dapat berlangsung dengan sebaik-baiknya.
Dari Stadion 16 November Fakfak, semangat kemerdekaan kembali ditegakkan dengan disiplin, kebersamaan dan keyakinan bahwa Indonesia dibangun dari setiap sudut negeri, termasuk dari tanah Papua Barat.
Writter & Editor : Den

























Komentar via Facebook