Tak Sekadar Rayakan HUT ke-76 IDI, Dokter di Mimika Turun Langsung Layani Warga, Enny Kenangalem Tegaskan Semangat Pengabdian
TIMIKA, PAPUA TENGAH — Kabarsulselindonesia.web.id. Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-76 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) pada 24 Oktober 2026 menjadi momentum bagi IDI Cabang Timika untuk memperkuat pengabdian kepada masyarakat. Melalui kegiatan bakti sosial kesehatan, sekitar 80 dokter umum bersama kurang lebih 15 dokter spesialis dilibatkan untuk mendekatkan pelayanan medis kepada warga Kabupaten Mimika, Papua Tengah.
Kegiatan tersebut menegaskan bahwa pelayanan kesehatan tidak semestinya hanya berpusat di rumah sakit atau fasilitas medis. Kehadiran dokter di tengah masyarakat menjadi langkah penting untuk memperluas akses pemeriksaan, meningkatkan kesadaran terhadap pencegahan penyakit, serta membantu warga mendapatkan penanganan sesuai kebutuhan medis.
Ketua IDI Cabang Timika, dr. Enny Kenangalem, M.Biomed., menekankan pentingnya membangun pelayanan kesehatan yang lebih dekat, responsif, dan menyentuh kebutuhan nyata masyarakat.
Bagi Enny, pengabdian dokter tidak berhenti pada pelayanan klinis di ruang praktik. Tenaga medis juga perlu hadir di lingkungan masyarakat, memahami berbagai keterbatasan yang dihadapi warga, dan membangun kolaborasi agar akses terhadap pelayanan kesehatan semakin terbuka.
Puluhan Dokter Umum dan 15 Dokter Spesialis Dilibatkan
Dalam kegiatan bakti sosial tersebut, sekitar 80 dokter umum dari Timika bergabung dengan kurang lebih 15 dokter spesialis yang berasal dari sejumlah daerah, termasuk Jayapura dan Jakarta.
Para dokter spesialis tersebut mencakup bidang kesehatan anak, kebidanan dan kandungan, ortopedi atau bedah tulang, jantung, gizi, serta saraf.
Keterlibatan tenaga medis dari berbagai bidang diharapkan membantu masyarakat memperoleh pemeriksaan dan konsultasi yang lebih sesuai dengan kondisi kesehatan masing-masing.
Pelayanan diawali dengan pemeriksaan dan penapisan kesehatan untuk mengidentifikasi keluhan serta menentukan kebutuhan pemeriksaan lanjutan. IDI Cabang Timika juga berkoordinasi dengan puskesmas guna mengidentifikasi warga yang membutuhkan pelayanan spesialistik berdasarkan pendataan sejak September 2026.
Kelompok yang menjadi perhatian meliputi balita, ibu hamil, warga lanjut usia, serta pasien dengan kondisi kesehatan tertentu. Bagi warga yang mengalami keterbatasan mobilitas, panitia turut menyediakan bantuan penjemputan menggunakan ambulans.
Layanan yang disediakan mencakup pemeriksaan kesehatan umum, pemeriksaan malaria gratis, serta pemeriksaan kolesterol, asam urat, dan gula darah.
Melalui pendekatan tersebut, masyarakat diharapkan tidak hanya memperoleh pemeriksaan awal, tetapi juga mendapatkan arahan untuk menjalani evaluasi lebih lanjut apabila ditemukan indikasi medis yang membutuhkan perhatian dokter spesialis.
Enny Kenangalem Dorong Persatuan Dokter di Tanah Papua
Selain memperluas akses pelayanan, Enny menyoroti pentingnya persatuan di kalangan dokter dan tenaga medis yang bekerja di Mimika.
Ia mendorong IDI Cabang Timika menjadi wadah yang merangkul seluruh dokter tanpa membedakan latar belakang asal maupun keturunan, baik dokter Orang Asli Papua (OAP), dokter keturunan Papua, maupun dokter dari berbagai daerah di Indonesia.
Menurutnya, seluruh tenaga medis memiliki tanggung jawab profesional dan kemanusiaan yang sama dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.
Solidaritas antardokter dinilai penting agar berbagai tantangan kesehatan di Papua dapat dihadapi melalui koordinasi, komunikasi, dan kerja sama yang kuat.
Semangat kebersamaan tersebut juga diharapkan memperkuat hubungan antara organisasi profesi, pemerintah daerah, fasilitas kesehatan, dan masyarakat.
Kepedulian terhadap Anak Stunting Jadi Perhatian
IDI Cabang Timika juga mendorong rencana kolaborasi bersama Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Mimika melalui program orang tua asuh bagi anak yang mengalami stunting.
Program yang masih memerlukan pembahasan lebih lanjut tersebut diarahkan untuk memperkuat pendampingan anak melalui keterlibatan keluarga, tenaga medis, dan pihak terkait.
Dokter spesialis anak diharapkan dapat memberikan masukan mengenai kebutuhan kesehatan dan pemantauan tumbuh kembang anak penerima manfaat.
Evaluasi program direncanakan setiap tiga bulan untuk meninjau perkembangan pelaksanaan serta menentukan tindak lanjut sesuai kebutuhan.
Upaya tersebut menjadi bagian dari dorongan agar penanganan stunting tidak hanya bertumpu pada satu sektor, tetapi dilaksanakan melalui kerja sama yang terarah dan berkelanjutan.
Dukungan Dunia Usaha Perkuat Bakti Sosial
Pelaksanaan kegiatan bakti sosial kesehatan ini turut didukung sejumlah mitra dari unsur organisasi masyarakat, dunia usaha, dan sektor industri.
PT Freeport Indonesia disebut memberikan dukungan berupa 1.000 kotak makanan. TP-PKK menyediakan sekitar 1.000 paket bantuan berisi bahan pangan dan kebutuhan lainnya, sedangkan UBL mendukung melalui 1.000 paket makanan.
Dukungan lainnya datang dari sejumlah pelaku usaha dan mitra industri, termasuk JPP. Pembiayaan kegiatan juga ditopang oleh iuran anggota dan sponsor dari berbagai pihak.
Enny menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang berkontribusi dalam mendukung kegiatan tersebut.
Menurutnya, pelayanan kesehatan yang melibatkan banyak dokter membutuhkan persiapan, tenaga, logistik, pembiayaan, serta koordinasi lintas sektor. Karena itu, keterlibatan berbagai mitra menjadi unsur penting dalam memperluas jangkauan pelayanan kepada masyarakat.
Kolaborasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi dapat dikembangkan menjadi kemitraan berkelanjutan dalam mendukung program kesehatan di Mimika.
Kabut Asap Jadi Pertimbangan, Mini Soccer Ditunda
Rangkaian HUT IDI Cabang Timika juga diisi dengan kegiatan olahraga yang dimulai pada 14 September 2026.
Turnamen bulu tangkis telah diselesaikan. Namun, pertandingan mini soccer ditunda akibat kondisi kualitas udara yang tidak sehat karena kabut asap.
Keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan keselamatan peserta. Sebagai organisasi profesi kesehatan, IDI menempatkan perlindungan kesehatan sebagai pertimbangan utama dalam pelaksanaan kegiatan.
Panitia berencana mempertimbangkan kembali pertandingan mini soccer pada November 2026 apabila kondisi udara telah membaik dan memenuhi persyaratan keselamatan.
IDI Siapkan Pelayanan Berkelanjutan hingga 2028
Enny berencana menjadikan pelayanan kesehatan langsung kepada masyarakat sebagai salah satu agenda berkelanjutan selama masa kepemimpinannya di IDI Cabang Timika hingga 2028.
Dua momentum yang direncanakan untuk kegiatan tersebut adalah Maret, bertepatan dengan Hari Bakti Dokter, serta Oktober dalam rangka peringatan HUT IDI.
Pada Maret 2027, IDI Cabang Timika merencanakan kerja sama dengan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) untuk menyelenggarakan pelayanan kesehatan selama satu hingga dua hari di wilayah yang akan ditentukan kemudian.
Kegiatan tersebut direncanakan melibatkan dokter dari berbagai bidang dan organisasi profesi kesehatan agar jangkauan pelayanan semakin luas.
Selain itu, IDI Cabang Timika menggagas deklarasi asosiasi organisasi profesi kesehatan di Mimika sebagai wadah untuk memperkuat kerja sama lintas profesi dalam bidang sosial, kemanusiaan, edukasi, dan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan.
Rangkaian peringatan HUT IDI ke-76 juga dijadwalkan mencakup simposium kedokteran dan gala dinner sebagai ruang berbagi pengetahuan, memperkuat hubungan profesional, serta membangun kemitraan dengan berbagai pihak.
Pengabdian Harus Diukur dari Manfaat bagi Masyarakat
Peringatan HUT ke-76 IDI menjadi pengingat bahwa keberhasilan profesi kedokteran tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menangani penyakit, tetapi juga oleh kepedulian dalam memperluas akses pelayanan dan mendorong pencegahan penyakit.
Keterlibatan dokter umum dan dokter spesialis dalam bakti sosial di Mimika merupakan langkah untuk mendekatkan tenaga medis dengan masyarakat. Namun, kesinambungan pelayanan, tindak lanjut pasien, dan pemerataan akses tetap menjadi faktor penting agar manfaat kegiatan dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Bagi Enny Kenangalem dan IDI Cabang Timika, semangat pengabdian tersebut diharapkan terus berkembang menjadi gerakan bersama yang melibatkan tenaga medis, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.
Pada akhirnya, peringatan hari jadi organisasi profesi bukan sekadar tentang seremoni, melainkan tentang sejauh mana kehadiran dokter mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
Dokter tidak hanya hadir untuk mengobati, tetapi juga untuk mencegah penyakit, mendampingi masyarakat, dan memperjuangkan pelayanan kesehatan yang lebih mudah dijangkau oleh seluruh warga Mimika.
Penulis: AYAH DEDE FAKAUBUN
**Editor: Bruce Elang




























Komentar via Facebook