Kerusuhan Stadion Papua Bangkit Mengganas, Puluhan Kendaraan Polisi Dibakar dan Dijarah
Jayapura, KabarsulselIndonesia.web.id | Kerusuhan brutal yang pecah di kawasan Stadion Papua Bangkit, Jumat, 8 Mei 2026, berubah menjadi amukan massa yang tak terkendali. Bukan hanya menimbulkan kekacauan, aksi anarkis itu juga menghantam aparat kepolisian secara telak. Puluhan kendaraan milik anggota Polri, baik kendaraan dinas maupun pribadi, dilaporkan hilang, dirusak, hingga dibakar habis.
Data sementara yang dihimpun menunjukkan sedikitnya puluhan sepeda motor raib dijarah massa saat situasi di sekitar stadion berubah chaos. Motor-motor milik anggota polisi yang sedang bertugas maupun yang terparkir di lokasi menjadi sasaran amuk massa tanpa ampun.

Tak berhenti di situ, kendaraan dinas milik institusi kepolisian pun ikut dilalap api. Mobil operasional Ditreskrimum, truk Samapta, kendaraan Pamobvit hingga ambulans Brimob Papua hangus terbakar di tengah kerusuhan. Pemandangan asap hitam membubung tinggi di area stadion menjadi simbol gagalnya situasi dikendalikan dalam waktu cepat.
Kerugian makin membengkak setelah sejumlah mobil pribadi anggota polisi juga dirusak dan dibakar. Honda HR-V, Honda Mobilio, Honda BR-V, hingga Toyota Calya milik aparat dilaporkan hangus. Kaca-kaca kendaraan dipecahkan, bodi dirusak, sementara beberapa unit lain ditabrak hingga rusak berat.
Tidak hanya kendaraan, sejumlah handphone milik anggota polisi ikut hilang dalam insiden tersebut. Beberapa di antaranya merupakan perangkat bernilai tinggi seperti iPhone 13 Pro Max dan iPhone 15 Pro Max.
Situasi ini memunculkan pertanyaan serius mengenai sistem pengamanan dalam agenda yang berlangsung di Stadion Papua Bangkit. Kerusuhan yang seharusnya bisa dicegah justru berkembang menjadi aksi vandalisme massal yang merugikan banyak pihak, termasuk aparat negara sendiri.
Publik kini menanti langkah tegas aparat penegak hukum untuk memburu para pelaku perusakan, penjarahan, dan pembakaran. Jika aksi brutal seperti ini dibiarkan tanpa konsekuensi hukum yang keras, maka wibawa negara dipertaruhkan di depan massa yang makin berani bertindak beringas.
(*****)

























Komentar via Facebook