Kamus Digital Bahasa Kei Resmi Diluncurkan, Benteng Baru Selamatkan Warisan Budaya Maluku Tenggara
Kamus Digital Bahasa Kei Resmi Diluncurkan, Benteng Baru Selamatkan Warisan Budaya Maluku Tenggara
Jayapura, Papua Kabarsulselindonesia.web.id – Peluncuran Kamus Bahasa Kei–Indonesia dan Indonesia–Kei dalam format digital (e-book) menjadi langkah strategis dalam memperkuat pelestarian bahasa daerah di era digital. Kegiatan yang berlangsung di Balai Bahasa Provinsi Papua, Waena, Jumat (31/7/2026), menegaskan bahwa bahasa daerah bukan sekadar alat komunikasi, melainkan identitas budaya yang wajib dijaga dan diwariskan.
Di tengah derasnya arus globalisasi yang mengancam keberlangsungan bahasa-bahasa daerah, digitalisasi Kamus Bahasa Kei menjadi terobosan penting agar generasi muda tidak kehilangan akar budaya dan jati dirinya.
Peluncuran tersebut dirangkaikan dengan peluncuran Buku Misil Misa serta gelar wicara bertema "Hukum Larvul Ngabal" yang menghadirkan Dr. Robert Masreng sebagai narasumber dan Bernarda Meteray sebagai moderator.
Kehadiran kamus digital ini diharapkan memudahkan masyarakat, pelajar, mahasiswa, peneliti, hingga diaspora Kei di berbagai daerah untuk mempelajari dan menggunakan Bahasa Kei secara lebih mudah melalui teknologi digital.
Bahasa merupakan roh sebuah peradaban. Ketika bahasa daerah mulai ditinggalkan, nilai-nilai budaya, sejarah, dan filosofi kehidupan masyarakat juga perlahan ikut memudar. Karena itu, peluncuran kamus digital ini menjadi langkah nyata untuk memastikan Bahasa Kei tetap hidup, berkembang, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Dalam kesempatan tersebut, pembahasan mengenai Hukum Adat Larvul Ngabal turut memperkuat pemahaman masyarakat tentang nilai-nilai adat yang menjadi fondasi persatuan, keadilan, penghormatan terhadap martabat manusia, serta penyelesaian konflik secara bermartabat di Tanah Kei.
Peluncuran ini menjadi bukti bahwa teknologi tidak harus mengikis budaya lokal. Sebaliknya, teknologi dapat menjadi sarana efektif untuk mendokumentasikan, melestarikan, dan memperkenalkan kekayaan budaya Kei kepada masyarakat nasional maupun dunia internasional.
Momentum ini diharapkan menjadi pemantik bagi pemerintah, lembaga pendidikan, tokoh adat, dan seluruh masyarakat untuk terus menjaga Bahasa Kei sebagai warisan leluhur yang memiliki nilai sejarah, budaya, dan identitas yang tidak ternilai.
Penulis: Gunawan F
Editor: Bruce Elang

























Komentar via Facebook