GP Ansor Maluku Tenggara Gelar Inaugurasi dan Diklat, Wakil Bupati: Kader Militan Itu Teguh, Bukan Keras

Avatar photo

Kabar Sulsel - Admin

, 20 Mei 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

GP Ansor Maluku Tenggara Gelar Inaugurasi dan Diklat, Wakil Bupati: Kader Militan Itu Teguh, Bukan Keras

Kabarsulsel-Indonesia.web.id. MALUKU TENGGARA – Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Maluku Tenggara resmi menggelar kegiatan Inaugurasi dan Pendidikan Pelatihan Dasar (Diklat Sar) Tingkat Dasar Keenam untuk masa khidmat 2025–2029. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Maluku Tenggara, Charlos Viali Rahantoknam, yang mewakili Bupati yang berhalangan hadir karena berada di luar daerah.

Dalam sambutannya di hadapan jajaran Forkopimda, pimpinan Nahdlatul Ulama, Bawaslu, KPU, perangkat daerah, serta para kader dan organisasi kepemudaan, Charlos menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas terselenggaranya acara tersebut. Ia menilai kegiatan ini sebagai bukti nyata semangat kebersamaan dan eksistensi GP Ansor sebagai organisasi pemuda Islam terbesar dan paling berpengaruh di daerah ini.

"Setahun lalu saya juga mewakili Bupati di tempat yang sama untuk acara serupa. Kini kembali hadir di pelantikan dan diklat, artinya kita sama-sama pemuda, dan pemuda harus selalu penuh semangat," ujar Charlos disambut tepuk tangan peserta.

Mengangkat tema “Meneguhkan Nilai Aswaja dan Membentuk Kader Ansor yang Militan”, Charlos menegaskan pesan mendalam yang relevan dengan kondisi bangsa saat ini. Ia menjelaskan bahwa nilai Ahlussunah wal Jamaah bukan sekadar doktrin, melainkan pandangan hidup yang mengajarkan moderasi, toleransi, cinta damai, dan keseimbangan dalam bermasyarakat.

Terkait makna kader militan, Wakil Bupati memberikan penekanan khusus. "Militan itu bukan berarti keras atau menggunakan kekerasan, melainkan teguh pendirian, gigih berjuang, konsisten mengabdi, dan penuh dedikasi. Kader Ansor harus menjadi garda terdepan menjaga keutuhan NKRI, kerukunan umat beragama, serta pelopor kebaikan di tengah masyarakat," tegasnya.

Charlos juga menyoroti kekayaan keberagaman budaya dan kearifan lokal di Maluku Tenggara. Di tengah keberagaman tersebut, peran GP Ansor dinilai sangat strategis untuk menjadi perekat persatuan. Ia berharap para kader hadir sebagai agen perdamaian, agen perubahan sosial, dan pemberdayaan masyarakat yang tangguh menghadapi tantangan zaman.

Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara menegaskan dukungan penuh kepada GP Ansor sebagai mitra strategis pembangunan. Charlos meyakini organisasi yang sehat, solid, dan berdedikasi seperti Ansor adalah aset berharga bagi kemajuan daerah. Kolaborasi keduanya diharapkan terus diperkuat demi mewujudkan Maluku Tenggara yang maju, sejahtera, bermartabat, dan hebat.

Kepada seluruh peserta diklat, Charlos berpesan agar memanfaatkan momen ini sebaik mungkin untuk menempa karakter, memperluas wawasan, dan mempererat persaudaraan. Ia mengingatkan agar ilmu yang didapatkan diterapkan dalam kehidupan nyata.

"Jika belum bisa bermanfaat bagi daerah, minimal bermanfaat bagi tetangga dan keluarga. Jika belum bagi negara, cukup bermanfaat bagi satu orang di sampingmu," pesannya.

Di akhir sambutan, Charlos secara resmi membuka kegiatan tersebut dan mengukuhkan Satuan Kerja Khusus VI Pimpinan Wilayah GP Ansor periode 2025–2029. Ia mendoakan agar seluruh rangkaian acara berjalan lancar, penuh berkah, dan melahirkan kader-kader unggul yang setia mengabdi untuk agama, bangsa, dan negara.

"Selamat berjuang dan selamat berkhidmat. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan petunjuk dan kekuatan kepada kita semua," tutup Charlos.

(Elang)