Bupati Samaun Pastikan Stok BBM Fakfak Aman: Kelangkaan Diduga Terjadi pada Mata Rantai Distribusi

Avatar photo

Kabar Sulsel - Admin

, 05 Agustus 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Bupati Samaun Pastikan Stok BBM Fakfak Aman: Kelangkaan Diduga Terjadi pada Mata Rantai Distribusi

Fakfak, KabarsulselIndonesia.web.id | Di tengah keresahan masyarakat akibat antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU dalam beberapa hari terakhir, Bupati Fakfak Samaun Dahlan, S.Sos., M.AP memastikan bahwa Kabupaten Fakfak tidak sedang mengalami kekurangan stok bahan bakar minyak (BBM). Persoalan yang muncul, menurutnya, lebih mengarah pada aspek distribusi dan mekanisme penyaluran di tingkat lapangan.

Penegasan itu disampaikan Bupati yang didampingi Wakil Bupati Fakfak Drs. Donatus Nimbitkendik, M.TP bersama Forkopimda saat meninjau sumber air di kawasan Kali Mati, ruas Jalan Fakfak–Kokas, Rabu (5/8/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia mengungkapkan bahwa dirinya telah memanggil dan melakukan rapat langsung dengan pimpinan Pertamina pada malam sebelumnya untuk memperoleh gambaran utuh mengenai kondisi pasokan BBM di daerah.

Hasil pertemuan itu, kata Samaun, menunjukkan bahwa stok BBM di terminal Pertamina Fakfak justru berada dalam kondisi aman, bahkan melebihi kebutuhan harian masyarakat.

"Terkait BBM, saya baru tadi malam rapat dengan kepala Pertamina. Mereka menyampaikan bahwa stok BBM di Fakfak cukup, bahkan lebih. Jadi tidak ada kekurangan stok. Berapa pun kebutuhan Kabupaten Fakfak hari ini, Pertamina menyatakan siap memasok," ujar Samaun.

Pernyataan tersebut menjadi klarifikasi penting di tengah berkembangnya anggapan bahwa antrean kendaraan di SPBU disebabkan oleh menipisnya persediaan BBM. Menurut Bupati, berdasarkan data yang diterimanya, suplai dari Pertamina kepada SPBU berjalan normal sesuai permintaan dan tidak pernah mengalami penghentian.

Karena itu, ia menilai akar persoalan kemungkinan berada pada rantai distribusi setelah BBM keluar dari depot Pertamina menuju SPBU hingga proses pelayanan kepada konsumen.

"Kalau melihat kondisi di lapangan, saya pikir persoalannya mungkin berada pada penyaluran ke SPBU atau mekanisme distribusinya. Untuk stok di Pertamina sendiri tidak ada masalah," katanya.

Penjelasan serupa juga berlaku untuk bahan bakar jenis solar. Samaun mengakui bahwa permintaan solar memang jauh lebih tinggi dibanding jenis BBM lainnya, terutama karena digunakan oleh sektor perikanan yang menjadi salah satu penggerak utama ekonomi masyarakat Fakfak.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa tingginya permintaan tersebut tidak berarti stok solar mengalami kelangkaan.

"Kalau solar memang kebutuhannya tinggi, terutama untuk nelayan. Apalagi solar subsidi kuotanya memang terbatas. Tetapi kalau berbicara stok, tetap cukup," ujarnya.

Menanggapi informasi mengenai pembatasan pengisian solar bagi kendaraan angkutan, Bupati menyebut kebijakan tersebut kemungkinan merupakan langkah teknis yang diterapkan di tingkat operasional SPBU agar distribusi BBM dapat menjangkau lebih banyak konsumen.

Ia juga tidak menutup kemungkinan adanya kendaraan yang telah melakukan modifikasi tangki sehingga membutuhkan volume pengisian lebih besar. Kondisi semacam itu, menurutnya, dapat memengaruhi pola pelayanan apabila tidak diatur secara proporsional.

"Kalau ada pembatasan pengisian, saya kira itu teknis supaya distribusinya bisa merata. Bisa juga karena ada kendaraan yang kapasitas tangkinya sudah dimodifikasi sehingga perlu diatur agar masyarakat yang lain juga tetap mendapatkan BBM," jelasnya.

Pernyataan Bupati tersebut sekaligus memberikan sinyal bahwa Pemerintah Kabupaten Fakfak tidak melihat persoalan antrean BBM semata-mata sebagai isu pasokan, melainkan sebagai persoalan tata kelola distribusi yang memerlukan evaluasi bersama antara Pertamina, pengelola SPBU, serta para pemangku kepentingan lainnya.

Pemkab Fakfak, kata Samaun, akan terus berkoordinasi dengan Pertamina untuk memastikan pasokan tetap terjaga sekaligus mengidentifikasi penyebab antrean yang masih terjadi di lapangan. Langkah itu diharapkan mampu menghadirkan kepastian bagi masyarakat bahwa kebutuhan energi di Kabupaten Fakfak tetap terpenuhi tanpa gangguan.

Dengan kepastian stok yang dinyatakan aman oleh Pertamina, pemerintah daerah berharap masyarakat tidak melakukan pembelian secara berlebihan atau terpengaruh isu-isu yang belum terverifikasi. Fokus pemerintah kini diarahkan pada pembenahan sistem distribusi agar BBM yang tersedia dapat tersalurkan secara efektif, adil, dan tepat sasaran kepada seluruh masyarakat Fakfak.

 

Writter & Editor : Den