Dasa Iskandar Ogo: Fakfak Membuktikan Investasi dan Kelestarian Lingkungan Bisa Berjalan Beriringan

Avatar photo

Kabar Sulsel - Admin

, 09 Juli 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Dasa Iskandar Ogo: Fakfak Membuktikan Investasi dan Kelestarian Lingkungan Bisa Berjalan Beriringan

Fakfak, KabarsulselIndonesia.web.id | Di banyak daerah, investasi kerap diposisikan berhadap-hadapan dengan kepentingan lingkungan hidup. Namun, Kabupaten Fakfak justru menunjukkan wajah berbeda. Proses penyusunan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) untuk rencana investasi perkebunan dinilai menjadi bukti bahwa pembangunan ekonomi dapat berjalan seiring dengan perlindungan lingkungan dan kepentingan masyarakat.

Penilaian itu disampaikan Direktur Utama Konsultan CV Wahana Waraka Resource, Ir. Dasa Iskandar Ogo, seusai penyusunan dokumen AMDAL. Sebagai konsultan yang telah menangani berbagai penyusunan AMDAL di berbagai daerah di Indonesia, Dasa mengaku terkesan dengan keseriusan Pemerintah Kabupaten Fakfak dalam mengawal setiap tahapan investasi.

"Dokumen lingkungan yang telah disusun hari ini akan menjadi pedoman utama bagi investor. Semua kegiatan nantinya harus mengacu pada komitmen menjaga keseimbangan antara lingkungan hidup, kepentingan sosial masyarakat, dan manfaat ekonomi yang dihasilkan," ujar Dasa.

Menurutnya, pengalaman di Fakfak memberikan kesan tersendiri dibandingkan sejumlah daerah lain. Ia melihat adanya sinergi kuat antara pemerintah daerah, masyarakat, dan seluruh organisasi perangkat daerah dalam memastikan investasi tetap berjalan di atas prinsip pembangunan berkelanjutan.

"Selama saya berkecimpung dalam penyusunan AMDAL di Indonesia, saya melihat komitmen Pemerintah Kabupaten Fakfak sangat luar biasa. Dukungan terhadap investasi begitu kuat, tetapi di saat yang sama perhatian terhadap perlindungan lingkungan juga sangat tinggi. Keseimbangan seperti ini tidak mudah ditemukan," katanya.

Dasa menilai semangat pembangunan yang diusung pemerintah daerah benar-benar tercermin dalam proses penyusunan dokumen AMDAL. Menurutnya, pembangunan bersama masyarakat bukan sekadar slogan, melainkan diwujudkan melalui keterlibatan seluruh pemangku kepentingan sejak awal.

Ia bahkan menyebut Fakfak berhasil menghadirkan iklim pembangunan yang memberi kepastian bagi investor sekaligus menjamin keberlanjutan lingkungan.

"Fakfak menunjukkan bahwa daerah bisa ramah terhadap investasi tanpa mengorbankan lingkungan. Justru keduanya berjalan berdampingan. Ini merupakan fondasi penting bagi pembangunan jangka panjang," ujarnya.

Sebagai penyusun dokumen AMDAL, Dasa memastikan seluruh aspek yang berkaitan dengan lingkungan telah dikaji secara komprehensif. Kajian tersebut mencakup perlindungan ekosistem, keberlanjutan sosial budaya masyarakat, hingga peluang peningkatan kesejahteraan ekonomi warga.

Ia optimistis, apabila seluruh komitmen yang tertuang dalam dokumen AMDAL dijalankan secara konsisten, maka investasi tersebut akan memberikan manfaat yang luas tanpa mengurangi kualitas lingkungan hidup.

"Harapan kami, kelestarian lingkungan tetap terjaga, nilai-nilai sosial budaya masyarakat tetap terlindungi, dan pada saat yang sama investasi mampu mendorong peningkatan ekonomi masyarakat Fakfak," katanya.

Dasa juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam mengawasi pelaksanaan investasi. Menurutnya, penyusunan AMDAL telah membuka ruang partisipasi publik melalui penyampaian saran dan masukan yang dinilai konstruktif.

Karena itu, dokumen AMDAL harus dipahami sebagai instrumen pengawasan bersama.

"Masyarakat memiliki hak untuk mengawal pelaksanaan investasi. Semua komitmen yang tertuang dalam dokumen lingkungan harus dilaksanakan secara konsisten dan dapat dipertanggungjawabkan," ujarnya.

Ia juga mengajak insan pers mengambil peran strategis dalam memastikan seluruh komitmen tersebut benar-benar diwujudkan di lapangan.

"Peran media tidak berhenti ketika dokumen AMDAL selesai disusun. Justru setelah itu media menjadi bagian penting dalam mengawasi implementasi seluruh komitmen lingkungan sehingga investasi berjalan sesuai aturan dan harapan masyarakat," katanya.

Di akhir penyampaiannya, Dasa kembali memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Fakfak yang dinilainya berhasil membangun kolaborasi lintas sektor dalam mengawal investasi.

Baginya, keberhasilan sebuah investasi tidak hanya diukur dari besarnya modal yang masuk, tetapi juga dari kemampuan daerah menjaga kelestarian lingkungan, menghormati masyarakat adat, dan menciptakan kesejahteraan secara berkelanjutan.

"Fakfak telah memperlihatkan bahwa investasi, lingkungan hidup, dan kepentingan masyarakat tidak harus saling bertentangan. Ketiganya dapat berjalan bersama apabila seluruh pihak memiliki komitmen yang sama. Model seperti inilah yang layak menjadi contoh bagi daerah-daerah lain di Indonesia," tutup Dasa.

 

Writter & Editor : Den