Disambut Tarian Adat dan Semangat Prajurit, Pangdam XVIII/Kasuari Perkuat Soliditas Kodim 1803/Fakfak
Fakfak, KabarsulselIndonesia.web.id | Iringan tabuhan musik tradisional dan tarian adat khas Fakfak menyambut kedatangan Panglima Kodam XVIII/Kasuari, Mayjen TNI Cristian K. Tehuteru, saat memasuki Markas Kodim 1803/Fakfak, Selasa, 2 Juni 2026. Kunjungan kerja tersebut bukan sekadar agenda rutin, melainkan momentum mempererat hubungan komando sekaligus memperkuat semangat pengabdian prajurit di wilayah terdepan Papua Barat.
Didampingi Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Daerah XVIII/Kasuari, Ny. Mevi Christian K. Tehuteru, Pangdam tiba di Makodim sekitar pukul 09.10 WIT dan disambut langsung Komandan Kodim 1803/Fakfak, Letkol Inf Wahlin Rahman, S.Pd., bersama Ketua Persit KCK Cabang XIV Kodim 1803/Fakfak, Ny. Bia Wahlin Rahman.
Suasana hangat langsung terasa sejak prosesi penyambutan. Deretan prajurit yang berdiri tegap memberikan penghormatan jajar, sementara tarian adat yang ditampilkan masyarakat setempat menjadi simbol penghormatan sekaligus wujud kekayaan budaya Fakfak yang tetap terjaga.
Agenda kunjungan diawali dengan paparan satuan di ruang data Makodim. Dalam kesempatan itu, Dandim 1803/Fakfak memaparkan kondisi wilayah, dinamika sosial masyarakat, program pembinaan teritorial, hingga berbagai capaian yang telah dilaksanakan satuan dalam mendukung tugas pokok TNI AD di Kabupaten Fakfak.
Bagi Pangdam, laporan tersebut bukan sekadar data dan angka. Di baliknya terdapat kerja keras prajurit yang setiap hari hadir di tengah masyarakat, menjaga stabilitas wilayah sekaligus menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi warga.
Dalam pengarahan kepada prajurit, PNS, dan anggota Persit Kartika Chandra Kirana, Mayjen TNI Cristian K. Tehuteru menekankan pentingnya menjaga profesionalisme, loyalitas, disiplin, serta soliditas internal satuan. Menurutnya, tantangan tugas ke depan menuntut setiap prajurit untuk terus meningkatkan kualitas diri tanpa meninggalkan nilai-nilai keprajuritan yang menjadi fondasi utama pengabdian kepada bangsa dan negara.
Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan satuan tidak hanya diukur dari capaian program kerja, tetapi juga dari kemampuan menjaga kepercayaan masyarakat. Karena itu, kehadiran TNI harus selalu memberi manfaat, menghadirkan rasa aman, dan menjadi mitra yang dekat dengan rakyat.
Kunjungan tersebut juga menjadi bentuk perhatian pimpinan kepada keluarga besar Kodim 1803/Fakfak. Pangdam menyerahkan tali asih, bantuan alat kesehatan, serta menerima cenderamata dari satuan sebagai simbol penghargaan dan kebersamaan yang telah terjalin selama ini.
Di sela-sela kegiatan, Pangdam menuliskan pesan dan kesan sebagai bentuk apresiasi terhadap dedikasi seluruh personel Kodim 1803/Fakfak. Pesan itu menjadi penyemangat bagi prajurit untuk terus mempertahankan kinerja dan pengabdian terbaik di wilayah tugasnya.
Komitmen terhadap pelestarian lingkungan turut mewarnai rangkaian kunjungan kerja tersebut. Pangdam bersama Dandim melaksanakan penanaman pohon di lingkungan Makodim. Kegiatan sederhana namun sarat makna itu menjadi simbol kepedulian TNI terhadap kelestarian alam sekaligus ajakan untuk menjaga warisan lingkungan bagi generasi mendatang.
Bagi Letkol Inf Wahlin Rahman, kunjungan Pangdam merupakan kehormatan sekaligus motivasi besar bagi seluruh anggota. Kehadiran pimpinan tertinggi Kodam XVIII/Kasuari di tengah prajurit menjadi suntikan semangat untuk terus meningkatkan pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.
Menjelang berakhirnya kegiatan, Pangdam bersama rombongan berfoto bersama seluruh personel dalam suasana penuh keakraban. Tidak ada sekat antara pimpinan dan anggota. Yang tampak adalah kebersamaan, semangat kekeluargaan, dan tekad yang sama untuk menjaga kehormatan institusi serta mengabdi kepada rakyat.
Dari Fakfak, Pangdam XVIII/Kasuari kembali menegaskan satu pesan penting: kekuatan TNI tidak hanya terletak pada kemampuan tempur, tetapi juga pada soliditas, loyalitas, dan kedekatan dengan masyarakat. Nilai-nilai itulah yang terus dijaga dan diwariskan kepada setiap prajurit di Tanah Papua.
Writter : Rilis | Editor : Den

























Komentar via Facebook