Kejari Tual Turunkan 3 Ahli Konstruksi, Dugaan Penyimpangan Proyek Talud Yarler Dibedah

Avatar photo

Kabar Sulsel - Admin

, 07 September 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Kejari Tual Turunkan 3 Ahli Konstruksi, Dugaan Penyimpangan Proyek Talud Yarler Dibedah

Kejari Tual Turunkan 3 Ahli Konstruksi, Dugaan Penyimpangan Proyek Talud Yarler Dibedah

TUAL Kabarsulselindonesia.web.id  – Kejaksaan Negeri (Kejari) Tual menunjukkan keseriusannya dalam menangani dugaan penyimpangan proyek Talud Darat Penahan Tanah di kawasan Yarler, Kelurahan Lodar-El, Kecamatan Dullah Selatan, Kota Tual.

Untuk memastikan kondisi pekerjaan di lapangan diperiksa secara objektif dan profesional, Kejari Tual mendatangkan tiga tenaga ahli konstruksi dari Manado, Sulawesi Utara.

Pemeriksaan lapangan dilakukan pada Jumat dan dilanjutkan pada Sabtu (5/9/2026). Tim Kejaksaan turun langsung bersama konsultan perencanaan dan konsultan pengawas untuk melakukan rekonstruksi serta pemeriksaan menyeluruh terhadap pekerjaan talud tersebut.

Pada pemeriksaan lanjutan Sabtu, tim melakukan pengukuran secara detail terhadap bagian-bagian konstruksi. Tidak hanya mengukur fisik pekerjaan, tim juga memeriksa jenis material yang digunakan dalam proyek tersebut.7/9/26

Salah satu material yang menjadi perhatian adalah batu yang digunakan dalam pekerjaan talud. Tim ahli mengambil sampel batu untuk selanjutnya dilakukan pengujian guna memastikan kesesuaiannya dengan spesifikasi teknis pekerjaan.

Langkah tersebut menjadi bagian penting dalam proses penyelidikan karena kondisi fisik bangunan dan kualitas material harus dibandingkan dengan dokumen perencanaan maupun spesifikasi teknis proyek.

Kepala Seksi Intelijen Kejari Tual, Budi Setiawan, S.H., M.H., saat dikonfirmasi melalui WhatsApp membenarkan adanya pemeriksaan tersebut.

“Biarkan para ahli menilai secara objektif. Mereka telah mengambil sampel batu untuk diuji lebih lanjut,” ujar Budi.

Ia menegaskan, terkait kemungkinan adanya kerugian negara, pihak Kejaksaan tidak ingin mengambil kesimpulan secara tergesa-gesa.

“Terkait potensi kerugian negara, biarkan para ahli yang menghitung secara akurat,” tegasnya.

Menurut Budi, tenaga ahli konstruksi yang didatangkan dari Manado berjumlah kurang lebih tiga orang. Kehadiran para ahli tersebut diharapkan dapat memberikan penilaian teknis yang independen mengenai kondisi dan kualitas pekerjaan proyek Talud Darat Penahan Tanah di kawasan Yarler.

Pemeriksaan ini juga diharapkan dapat mengungkap apakah pelaksanaan pekerjaan telah sesuai dengan perencanaan, spesifikasi teknis, volume pekerjaan, serta material yang dipersyaratkan dalam kontrak.

Dengan dilakukannya pengukuran langsung dan pengambilan sampel material, hasil pemeriksaan ahli nantinya akan menjadi salah satu bahan penting bagi Kejari Tual dalam menentukan langkah hukum selanjutnya.

Kejari Tual kini menunggu hasil kajian para ahli untuk memastikan apakah ditemukan penyimpangan teknis maupun indikasi kerugian keuangan negara dalam proyek tersebut.

Editor Bruce Elang