Peletakan Batu Penjuru Pastori 1 GPM Nazareth: Wali Kota Ambon Tekankan Peran Vital Rumah Pelayanan Atasi Masalah Sosial

Avatar photo

Kabar Sulsel - Admin

, 25 Mei 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Peletakan Batu Penjuru Pastori 1 GPM Nazareth: Wali Kota Ambon Tekankan Peran Vital Rumah Pelayanan Atasi Masalah Sosial

AMBON,Kabarsulsel-Indonesia.web.id. Wali Kota Ambon menghadiri momen bersejarah peletakan batu penjuru pembangunan Gedung Pastori 1 Jemaat GPM Nazareth, Senin (25/5/2026). Dalam sambutannya yang penuh makna, ia mengawali dengan mengajak seluruh yang hadir bersyukur kepada Tuhan Yesus Sang Kepala Gereja. Momen ini terasa semakin istimewa karena bertepatan dengan perayaan hari Pentakosta, hari pencurahan Roh Kudus.

"Sungguh patut kita bersyukur, karena dari waktu ke waktu pertumbuhan jemaat Gereja Protestan Maluku terus berjalan sangat baik. Pertumbuhan ini menuntut kita untuk terus menyiapkan sarana guna menopang pelayanan yang semakin luas dan mendalam," ujar Wali Kota di hadapan Majelis Pekerja Klasis GPM Kota Ambon, para Pendeta, Ketua dan Wakil Ketua DPRD Kota Ambon, Sekretaris Daerah, Ketua Majelis Jemaat GPM Nazareth, serta seluruh jemaat yang hadir.

Ia mencatat, dalam kurun waktu satu bulan terakhir saja, dirinya telah menyaksikan semangat pembangunan dan pembenahan sarana ibadah yang luar biasa di berbagai jemaat. Mulai dari peresmian Gereja Bukit Petra di Latuhalat, peletakan batu pertama pembangunan kembali Pastori 1 GPM Emanuel Karang Panjang, peresmian Gereja Diakonos, hingga peresmian Pastori 2 GPM Bukit Zaitun sehari sebelumnya. Kini, ia kembali hadir di Jemaat Nazareth untuk langkah awal pembangunan baru.

Menurut Wali Kota, keberadaan bangunan fisik seperti Pastori memiliki arti yang jauh melampaui sekadar tempat tinggal hamba Tuhan. "Pastori adalah pusat pelayanan, tempat pembinaan iman, dan ruang untuk menggumuli serta mencari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi umat maupun masyarakat sekitar," tegasnya.

Lebih lanjut, Wali Kota menyoroti tantangan sosial yang sedang dihadapi Kota Ambon saat ini. Ia menilai, kehadiran pelayanan pastoral di tengah masyarakat menjadi sangat krusial dan strategis untuk meminimalkan berbagai persoalan negatif yang terjadi.

"Kita merasakan adanya tantangan luar biasa. Di sinilah peran gereja dan Pastori harus hadir: mencegah niat buruk mengakhiri hidup, mengurangi kasus seks bebas, menekan keterlibatan pemuda dalam narkoba, serta mengajak anak muda menjauhi balapan liar dan tawuran antar pelajar. Inilah pandangan kami di Pemkot Ambon, bahwa Pastori harus menjadi ruang yang tepat untuk mengeliminasi masalah-masalah sosial tersebut," jelasnya.

Terkait pembangunan ini, Wali Kota menegaskan komitmen penuh Pemerintah Kota Ambon beserta DPRD untuk senantiasa hadir mendukung dan menopang upaya jemaat dalam membangun maupun memperbaiki infrastruktur pelayanan. Ia mengapresiasi langkah maju yang diambil Jemaat GPM Nazareth. Meski di tengah situasi ekonomi yang dirasakan cukup sulit, keyakinan dan kerja sama jemaat menjadi kekuatan utama.

Di akhir sambutannya, Wali Kota menyampaikan harapan besar. "Satu tangan mungkin tidak kuat, tetapi jika banyak tangan yang bersatu, kekuatan itu pasti ada. Kami yakin, peletakan batu penjuru ini adalah awal yang baik untuk mewujudkan rumah pelayanan yang representatif bagi hamba Tuhan," ucapnya.

Ia pun berdoa agar proses pembangunan berjalan lancar tanpa halangan. "Rasanya belum lengkap jika kami hanya hadir di peletakan batu pertama ini. Kami berharap kelak dapat kembali hadir dan bersukacita bersama saat gedung ini selesai diresmikan nanti," pungkasnya seraya mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada pemerintah daerah untuk turut serta dalam momen berharga tersebut.

(M.N)