Florensius Y.M. Tapun,S.T.,M.A.P. Selaku PPK Puskesmas Tumbang Titi, Diduga Lepas Tanggung Jawab.
Ketapang Kabar Sulsel Indonesia.com --IWO-I.- Sikap tidak bertanggung jawab diduga dipertontonkan oleh Florensius Y.M. Tapun, S.T.,M.A.P.* selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pembangunan Puskesmas Tumbang Titi Kecamatan Tumbang Titi senilai *Rp.8.850.219.000,00*.
Saat awak media melakukan konfirmasi melalui pesan WhatsApp kepada Florensius Y.M. Tapun selaku PPK, ia justru berkelit.
"Saya sudah dapat amanah baru, pindah tugas," jelas Florensius Tapun singkat.
Lanjut dikonfirmasi kembali kepada Florensius Tapun, siapa PPK pengganti dirinya? Ia menjawab tidak kenal.
"Tidak kenal," jawabnya.
Dan jawaban selanjutnya lebih mengecewakan, "Siang Bang, mohon maaf langsung saja ke Ybs. Tks."
Padahal berdasarkan *gambar kerja / bestek pembangunan Puskesmas Tumbang Titi*, bahwa Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) tertulis jelas *Florensius Tapun*. Artinya, secara hukum ia tetap bertanggung jawab penuh terhadap proyek tersebut hingga ada SK pergantian resmi.
*LSM Tindak Indonesia Sesalkan Pernyataan PPK*
LSM Tindak Indonesia Supriadi menyayangkan pernyataan yang disampaikan Florensius Tapun selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pembangunan Puskesmas Tumbang Titi.
"Seharusnya Florensius Tapun menjelaskan siapa pengganti dirinya sebagai PPK, karena ia dipindah tugaskan ke Dinas lain," ujar Supriadi LSM Tindak Indonesia.
Fakta lapangan saat dirinya berkoordinasi dengan *Febri sebagai pengawas lapangan CV. Tarivia Mulya Raya*, Febri menjelaskan masalah pemasangan besinya tidak sesuai gambar terlibat semuanya.
"Febri juga menjelaskan ada kedatangan Pihak Dinas dan sudah diukur besinya. Yang datang PPTK Pak Hanapi, PPK nya Pak Tapun. Terkait besi tidak sesuai gambar sudah disetujui pihak Dinas untuk dipasang," tunjuk Supriadi memperlihatkan video yang disampaikan kepada awak media.
Video pengakuan Febri tersebut menjadi bukti kuat bahwa dugaan persekongkolan besi banci di proyek 8,8 Miliar ini diketahui oleh PPK dan PPTK.
*IWO-I: Banyak Pejabat Ketapang Diduga Koruptor*
Mustakim Ketua Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWO-I) DPD Kabupaten Ketapang, menyatakan patut diduga banyak pejabat di Kabupaten Ketapang koruptor, karena banyak pekerjaan baik jalan maupun bangunan/gedung banyak tidak sesuai petunjuk teknis.
"Bahkan banyak pejabat di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus korupsi," tegas Mustakim.
"Contoh besar jalan yang ada di Kabupaten Ketapang di dalam kota dan setiap gang/pemukiman warga banyak jalan berlobang, karena pekerjaan tersebut tidak sesuai petunjuk teknis atau diduga kontraktor dan oknum Dinas di Kabupaten Ketapang banyak bermain mata," ucap Mustakim.
Ditambah lagi DPRD Kabupaten Ketapang diduga hanya banyak memikirkan Pokir-pokir dirinya, bukan memantau hasil kemajuan pembangunan di Kabupaten Ketapang.
"Mungkin saja DPR juga terlibat dalam main mata atas proyek-proyek yang ada di Kabupaten Ketapang," tutup Mustakim.
Sukardi

























Komentar via Facebook