Bupati Maluku Tenggara Tekankan Disiplin Pemerintahan dan Transparansi Anggaran Saat Kukuhkan Kepala Ohoi Letman
Bupati Maluku Tenggara Tekankan Disiplin Pemerintahan dan Transparansi Anggaran Saat Kukuhkan Kepala Ohoi Letman
MALUKU TENGGARA Kabarsulselindonesia.web.id — Pengukuhan Kepala Ohoi Letman menjadi momentum penting untuk memperkuat tata kelola pemerintahan di tingkat ohoi. Dalam kesempatan tersebut, Bupati Maluku Tenggara menegaskan bahwa jabatan Kepala Ohoi bukan sekadar kehormatan, melainkan amanah yang harus dipertanggungjawabkan kepada seluruh masyarakat.14/9/26
Dalam arahannya, Bupati mengingatkan Kepala Ohoi Letman yang baru dikukuhkan agar menjalankan pemerintahan secara tertib, disiplin, transparan, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
“Jabatan ini bukan sekadar kehormatan, tetapi amanah dan tanggung jawab kepada seluruh masyarakat,” tegas Bupati.
Ia menekankan sedikitnya empat hal penting yang harus menjadi perhatian dalam menjalankan pemerintahan Ohoi.
Pertama, disiplin pemerintahan. Bupati meminta agar pemerintahan Ohoi berjalan secara tertib dengan administrasi yang lengkap, keputusan yang berlandaskan aturan, serta perangkat Ohoi yang benar-benar menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.
Menurutnya, pemerintahan tidak boleh hanya terlihat aktif ketika terdapat kegiatan atau pencairan anggaran. Seluruh perangkat harus bekerja secara konsisten untuk memastikan pelayanan pemerintahan berjalan setiap saat.
Kedua, pengelolaan anggaran Ohoi. Bupati menegaskan bahwa anggaran Ohoi merupakan uang rakyat sehingga penggunaannya harus sesuai dengan perencanaan, ketentuan peraturan perundang-undangan, dan kebutuhan masyarakat.
“Tidak boleh ada penyalahgunaan, tidak boleh ada kepentingan pribadi, dan setiap rupiah harus dapat dipertanggungjawabkan. Transparansi dan akuntabilitas bukan pilihan, tetapi kewajiban,” tegasnya.
Ketiga, pelayanan kepada masyarakat. Kepala Ohoi diminta hadir dan memberikan pelayanan secara adil tanpa membedakan masyarakat berdasarkan hubungan keluarga, kelompok maupun pilihan politik.
Bupati mengingatkan bahwa setelah proses pengukuhan, seluruh perbedaan harus ditinggalkan. Pemerintahan Ohoi harus menjadi milik seluruh masyarakat dan bekerja untuk kepentingan bersama.
Keempat, menjaga adat dan hukum adat Kei. Bupati meminta agar pemerintahan Ohoi berjalan seiring dengan nilai-nilai adat Kei dengan tetap menghormati para pemangku adat, tokoh masyarakat, serta para sesepuh.
Namun demikian, pelaksanaan adat juga harus berjalan harmonis dengan hukum nasional dan ketentuan pemerintahan yang berlaku.
Bupati juga mengajak masyarakat Ohoi Letman ikut mengawasi jalannya pemerintahan. Pengawasan, menurutnya, penting dilakukan sebagai bentuk partisipasi masyarakat, namun harus disampaikan secara baik, konstruktif, dan bertanggung jawab.
“Kritik boleh, tetapi mari kita bangun dengan semangat kebersamaan,” pesannya.
Khusus kepada Kepala Ohoi Letman, Bupati menitipkan pesan agar amanah yang diberikan tidak dijadikan sarana mengejar kepentingan pribadi.
“Jangan mengejar jabatan, tetapi jalankan amanah. Jangan mencari kepentingan pribadi, tetapi utamakan kepentingan masyarakat,” pesannya.
Bupati berharap kepemimpinan baru di Ohoi Letman mampu menghadirkan pemerintahan yang tertib, pengelolaan anggaran yang bersih dan dapat dipertanggungjawabkan, pelayanan publik yang cepat, serta kehidupan masyarakat yang tetap berpegang teguh pada nilai-nilai adat Kei.
“Mari kita bangun Ohoi Letman yang tertib pemerintahannya, bersih pengelolaan anggarannya, cepat pelayanannya, kuat adatnya, dan bersatu masyarakatnya,” ajaknya.
Pengukuhan tersebut ditutup dengan harapan agar Kepala Ohoi Letman diberikan kekuatan dan kebijaksanaan dalam menjalankan amanah serta membawa pemerintahan Ohoi semakin baik demi kepentingan seluruh masyarakat.
Ain ni Ain.
Editor: Bruce Elang

























Komentar via Facebook