Resmikan Sekretariat & Luncurkan Muktamar VIII ICMI di Ambon: Ketua Umum ICMI Arif Satria Tekankan Peran Cendekiawan Jembatan Ilmu, Teknologi, dan Kemakmuran Rakyat
AMBON,Kabarsulsel-Indonesia.web.id. Langkah bersejarah bagi dunia keilmuan dan kemasyarakatan di Maluku tercatat Sabtu (8/8/2026). Ketua Umum Majelis Pusat Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (MPP ICMI) sekaligus Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Dr. Arif Satria, SP., M.Si., meresmikan Sekretariat Organisasi Wilayah (ORWIL) ICMI Maluku sekaligus meluncurkan rangkaian kegiatan Muktamar ke-VIII ICMI Tahun 2026, yang untuk pertama kalinya diselenggarakan di Bumi Pattimura.
Acara yang berlangsung di Jalan Soabali, Ambon, dihadiri langsung oleh Sekretaris Daerah Provinsi Maluku Sadali Ie, unsur pimpinan Forkopimda Provinsi Maluku dan Kota Ambon, Ketua ORWIL ICMI Maluku, para deputi, Bendahara Umum ICMI, Ketua Panitia, serta Rektor UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Ambon beserta jajaran.
-Sekretariat: Bukan Hanya Simpan Rahasia, Melainkan Lahirnya Ide Besar
Dalam sambutannya yang lugas dan menginspirasi, Prof. Arif Satria menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada ORWIL ICMI Maluku yang kini memiliki markas tetap. Ia menyoroti makna mendasar dari kata "sekretariat" yang berasal dari kata dasar secret atau rahasia, namun memiliki peran jauh lebih luas.
"Sekretariat bukan sekadar tempat menyimpan dokumen atau rahasia organisasi. Lebih dari itu, ini adalah ruang bertukar gagasan, inspirasi, dan mimpi-mimpi besar. Banyak terobosan penting justru lahir bukan dari rapat formal yang kaku, melainkan dari obrolan santai, duduk bersama, dan ngopi tanpa sekat di ruang-ruang seperti ini. Tanpa tempat berkumpul, ide-ide cemerlang itu sulit ditemukan," tegasnya.
Di tengah laju perubahan dunia yang semakin tak terbayangkan—dari komunikasi bebas biaya hingga pesatnya kecerdasan buatan (AI)—Prof. Arif mengingatkan pentingnya ICMI hadir sebagai sumber inspirasi yang relevan bagi zaman.
-Teknologi Canggih Harus Bermanfaat Nyata Bagi Rakyat
Sebagai kepala lembaga riset nasional, ia menekankan bahwa kemajuan teknologi mutakhir—mulai dari kecerdasan buatan, teknologi kuantum, genomik, hingga antariksa—harus berjalan beriringan dengan kebutuhan nyata masyarakat.
"Kita tidak boleh tertinggal kemajuan zaman, namun teknologi setinggi apa pun tak akan bermakna jika tak menyentuh kehidupan rakyat. Lihatlah Google Maps, teknologi di baliknya sangat rumit, namun manfaatnya dirasakan semua orang. Begitu juga UMKM kita: mereka butuh pendampingan riset dan inovasi agar bisa tumbuh kokoh, bukan sekadar berdiri sendiri," ujarnya.
Ia mengambil contoh nyata perubahan pola pikir berbasis ilmu pengetahuan: "Dulu warga membuang pakaian ke atap saat takut hujan saat hajatan. Kini, berkat literasi IPTEK dan alat seperti Sistem Peringatan Dini Cuaca Otomatis atau AWS buatan dalam negeri, mereka cukup mengecek jadwal cuaca dan mengatur waktu acara dengan tepat. Itulah perubahan nyata yang kita harapkan."
-Kekayaan Alam Maluku Tak Cukup Tanpa Sentuhan Inovasi
Prof. Arif pun memuji potensi luar biasa Maluku yang kaya raya. Rumput laut tak sekadar jadi agar-agar, melainkan bahan dasar kosmetik hingga komponen penstabil pesawat terbang. Sagu yang luas persebarannya berpotensi hingga 40 juta hektar, pala, cengkeh, kelapa, serta kekayaan laut dalam yang menjadi fokus riset BRIN di Ambon, semuanya berharga tinggi jika diolah dengan teknologi.
"Nilai tambah harus terus ditingkatkan melalui hilirisasi. Jangan sampai ekonomi tumbuh pesat namun masyarakat tak merasakan manfaatnya—itulah pertumbuhan yang tak sejahterakan. Pertumbuhan dan pemerataan harus berjalan beriringan: ekonomi maju, rakyat makin pintar, sehat, bergizi, dan melek teknologi," tandasnya.
-ICMI: Cendekiawan Berotak Cerdas dan Berhati Peduli
Di sini, peran ICMI diletakkan sebagai jembatan vital antara dunia akademik dengan kebutuhan masyarakat. "Cendekiawan sejati bukan hanya yang kaya gelar dan cerdas akal, melainkan yang memiliki hati peka dan peduli pada kemanfaatan orang banyak. Otak cerdas yang bersanding dengan hati yang luhur—itulah intelektual sejati yang kita butuhkan," ujarnya penuh semangat.
Ia berharap kolaborasi erat terjalin antara ICMI Maluku, perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan BRIN untuk membangun ekosistem inovasi, mendirikan Rumah Inovasi, serta mewujudkan transformasi ekonomi sekaligus sosial di sektor agro maritim khas Maluku.
Menutup sambutan, Prof. Arif Satria kembali mengucapkan selamat atas pelaksanaan Muktamar ICMI pertama kalinya di Maluku, berharap seluruh rangkaian kegiatan membawa manfaat luas serta mewujudkan cita-cita Baldatun Toyibatun wa Rabbun Ghafurnegeri yang baik dan diridhai Tuhan.
"Mohon doa restu agar langkah ini terus membawa rahmat bagi semesta alam. Terima kasih," tutupnya.
(M.N)

























Komentar via Facebook