Turun Pungut Sampah di Senggigi, Bupati Maluku Tenggara Kirim Pesan Keras: Lingkungan Bersih Kunci Masa Depan Daerah

Avatar photo

Kabar Sulsel - Admin

, 19 Mei 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Turun Pungut Sampah di Senggigi, Bupati Maluku Tenggara Kirim Pesan Keras: Lingkungan Bersih Kunci Masa Depan Daerah

Turun Pungut Sampah di Senggigi, Bupati Maluku Tenggara Kirim Pesan Keras: Lingkungan Bersih Kunci Masa Depan Daerah

LOMBOK, NTB Kabarsulselindonesia.web.id  — Di tengah ancaman kerusakan lingkungan dan tekanan ekonomi yang terus menghantui daerah pesisir, Bupati Maluku Tenggara Muhamad Thaher Hanubun memilih turun langsung ke bibir Pantai Senggigi, Lombok, memungut sampah bersama Wakil Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia dan para kepala daerah dari kawasan timur Indonesia.

Aksi bersih pantai yang digelar di Pantai Senggigi itu bukan sekadar kegiatan seremonial biasa. Gerakan tersebut menjadi simbol peringatan bahwa persoalan sampah, kerusakan pesisir, dan ancaman lingkungan kini telah menjadi persoalan serius yang berdampak langsung pada ekonomi masyarakat dan masa depan daerah.19/05/2026

Dalam kegiatan itu, Muhamad Thaher Hanubun hadir bersama Ketua DPRD Maluku Tenggara Stepanus Layanan, Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Rasyid, serta sejumlah pimpinan OPD terkait.

Turut hadir pula Ketua DPRD Kota Tual Aisyah Borut dan Ketua DPRD Maluku Benhur George Watubun bersama gubernur, bupati, wali kota, pimpinan DPRD, hingga unsur inspektorat dari wilayah Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Timur, dan Nusa Tenggara Barat.

Suasana di pesisir Senggigi tampak berbeda. Para kepala daerah yang biasanya hadir di balik meja rapat dan forum resmi, kali ini turun langsung memungut sampah plastik dan limbah di sepanjang pantai. Aksi itu menjadi pesan kuat bahwa menjaga lingkungan tidak cukup hanya lewat pidato dan slogan, tetapi membutuhkan tindakan nyata dari para pemimpin daerah.

Wakil Menteri Dalam Negeri dalam arahannya menegaskan bahwa budaya hidup bersih harus menjadi gerakan bersama seluruh pemerintah daerah. Menurutnya, kebersihan lingkungan tidak hanya berdampak pada kesehatan masyarakat, tetapi juga berkaitan erat dengan stabilitas ekonomi dan pengendalian inflasi daerah.

Pantai dan kawasan pesisir dinilai sebagai aset strategis yang menopang sektor pariwisata, perikanan, hingga perputaran ekonomi masyarakat lokal. Ketika kawasan wisata dipenuhi sampah dan rusak, maka yang ikut terancam bukan hanya lingkungan, tetapi juga pendapatan rakyat kecil yang menggantungkan hidup dari sektor tersebut.

Partisipasi aktif Muhamad Thaher Hanubun dalam aksi tersebut dinilai menjadi sinyal bahwa pemerintah daerah mulai didorong untuk lebih serius menjadikan isu lingkungan sebagai agenda prioritas, bukan sekadar program pelengkap.

Di tengah perubahan iklim, ancaman abrasi, dan meningkatnya pencemaran pesisir di berbagai daerah Indonesia Timur, aksi sederhana memungut sampah di pantai justru membawa pesan besar: menjaga alam berarti menjaga masa depan masyarakat itu sendiri.

Pemburu