Bomberay Bersiap Jadi Sentra Pangan, Pemerintah Pusat Dukung Cetak 450 Hektare Sawah
Fakfak, KabarsulselIndonesia.web.id | Pemerintah Kabupaten Fakfak mulai memperkuat fondasi ketahanan pangan melalui program cetak sawah rakyat seluas 450 hektare di Distrik Bomberay. Program ini diharapkan membuka ruang baru bagi pengembangan pertanian tanaman pangan sekaligus meningkatkan produksi padi di Kabupaten Fakfak.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Fakfak, Muhammad Soleh, S.Hut., M.Si., mengatakan program tersebut dilaksanakan secara bertahap dengan dukungan pemerintah pusat dan pemerintah provinsi.
Ia ditemui awak media di kantornya, Rabu (12/8/2026).
Pada tahap pertama, pencetakan sawah dilakukan di kawasan SP 3 Onimsari, Distrik Bomberay, dengan luas mencapai 260 hektare. Pekerjaan tersebut telah mulai berjalan setelah proses pengadaan melalui e-katalog Kementerian Pertanian selesai dan perusahaan pelaksana ditetapkan.
Nilai pekerjaan ditetapkan sebesar Rp35 juta per hektare, sehingga untuk 260 hektare tahap pertama nilai pekerjaannya mencapai sekitar Rp9,1 miliar.
“Untuk tahap awal, proses e-katalog sudah dilaksanakan dan pemenangnya telah ditetapkan. Pekerjaan pencetakan sawah 260 hektare juga sudah mulai berjalan,” ujar Soleh.
Program tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat sektor pertanian tanaman pangan. Dengan bertambahnya areal persawahan, pemerintah berharap produksi padi di Fakfak dapat berkembang secara bertahap dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
180 Hektare Disiapkan
Selain 260 hektare yang telah mulai dikerjakan, pemerintah juga menyiapkan pencetakan sawah tahap berikutnya seluas 180 hektare.
Lokasinya berada di Kampung Mekar Sari dan Onim Sari, Distrik Bomberay.
Menurut Soleh, pelaksanaan tahap kedua memiliki mekanisme yang berbeda. Berdasarkan hasil rapat di Manokwari antara Gubernur Papua Barat dan Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian Kementerian Pertanian pada pekan lalu, pelaksanaan pekerjaan disepakati untuk dilimpahkan kepada Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Papua Barat.
Pelaksanaan di masing-masing kabupaten nantinya akan dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum kabupaten.
Meski demikian, sebelum pekerjaan dimulai, masih diperlukan koordinasi dan kesepakatan lebih lanjut antara Pemerintah Kabupaten Fakfak, Pemerintah Provinsi Papua Barat, dan Kementerian Pertanian.
Dengan demikian, dari total alokasi 450 hektare, sebanyak 260 hektare telah masuk tahap pelaksanaan, sementara 180 hektare lainnya sedang dipersiapkan.
Irigasi Menjadi Bagian Penting
Pemerintah Kabupaten Fakfak juga memberi perhatian pada kebutuhan jaringan irigasi untuk mendukung areal persawahan tersebut.
Pencetakan sawah dinilai perlu berjalan seiring dengan kesiapan sumber dan jaringan air agar lahan yang telah dibuka dapat dimanfaatkan secara optimal oleh petani.
Untuk itu, pemerintah daerah telah melakukan koordinasi dengan Balai Wilayah Sungai Papua Barat di Manokwari.
Jaringan irigasi primer dan sekunder yang telah tersedia direncanakan untuk direhabilitasi melalui Balai Wilayah Sungai di bawah Kementerian Pekerjaan Umum.
Pemerintah Kabupaten Fakfak juga terus melakukan koordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum terkait dukungan pembangunan dan pengembangan jaringan irigasi untuk melayani areal persawahan yang dicetak pada program 2026.
“Untuk 2026 fokusnya masih pada pencetakan sawah. Pembangunan dan pengembangan jaringan irigasi akan dilanjutkan pada 2027 melalui dukungan Kementerian Pekerjaan Umum,” kata Soleh.
Dengan pola tersebut, pemerintah berharap pembangunan kawasan pertanian di Bomberay dapat dilakukan secara bertahap dan saling mendukung antara pembukaan lahan dengan penyediaan infrastruktur pertanian.
Petani Tetap Menjadi Kunci
Setelah lahan siap ditanami, perhatian berikutnya akan diarahkan kepada masyarakat petani.
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Fakfak akan menjalankan fungsi pendampingan, mulai dari persiapan penanaman, pengelolaan lahan hingga pengembangan budidaya tanaman padi.
Petani juga direncanakan mendapat dukungan dari Kementerian Pertanian berupa benih, pupuk, obat-obatan, serta peralatan pertanian.
Jenis dan besaran bantuan tersebut masih menunggu kepastian alokasi dari pemerintah pusat.
Bagi pemerintah daerah, dukungan tersebut penting agar lahan yang telah dicetak tidak hanya tersedia secara fisik, tetapi dapat dimanfaatkan secara produktif oleh masyarakat.
Program ini sekaligus diharapkan membuka peluang bagi pengembangan ekonomi masyarakat di kawasan Bomberay.
Jika dikelola secara berkelanjutan, kawasan persawahan tersebut dapat menjadi salah satu sentra baru pertanian tanaman pangan di Fakfak.
Menanam Fondasi Ketahanan Pangan
Program cetak sawah 450 hektare di Bomberay pada akhirnya bukan hanya tentang membuka lahan baru.
Di dalamnya terdapat harapan agar Fakfak memiliki basis produksi pangan yang lebih kuat, petani memperoleh ruang usaha baru, dan kebutuhan pangan masyarakat dapat semakin banyak dipenuhi dari produksi daerah sendiri.
Pemerintah Kabupaten Fakfak melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan kini menyiapkan tahapan demi tahapan untuk mewujudkan harapan tersebut.
Mulai dari pencetakan lahan, pengembangan irigasi, penyediaan sarana produksi hingga pendampingan petani.
Bomberay pun perlahan dipersiapkan bukan sekadar sebagai kawasan persawahan baru, tetapi sebagai salah satu titik penting dalam perjalanan Fakfak membangun ketahanan pangan.
Dari 450 hektare yang mulai dibuka, pemerintah berharap akan tumbuh hamparan sawah produktif, petani yang semakin kuat, dan produksi pangan yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat Fakfak.
Writter & Editor : Den

























Komentar via Facebook