Danlanal Tual Serukan Jaga Ain Ni Ain di Hari Waisak: Jangan Biarkan Perbedaan Merusak Persaudaraan Kei

Avatar photo

Kabar Sulsel - Admin

, 31 Mei 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Danlanal Tual Serukan Jaga Ain Ni Ain di Hari Waisak: Jangan Biarkan Perbedaan Merusak Persaudaraan Kei

Danlanal Tual Serukan Jaga Ain Ni Ain di Hari Waisak: Jangan Biarkan Perbedaan Merusak Persaudaraan Kei

TUAL, Kabarsulselindonesia.web.id – Hari Raya Waisak 2569 BE/2026 tidak hanya menjadi momentum spiritual bagi umat Buddha, tetapi juga menjadi pengingat penting bagi seluruh masyarakat Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara untuk menjaga persatuan, merawat toleransi, dan mempertahankan nilai luhur Ain Ni Ain yang selama ini menjadi perekat kehidupan masyarakat Kei.

Pesan itu disampaikan Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Tual, Kolonel Laut (P) Andik Putro Wibowo, S.Sos., CTMP., CHRMP., M.A.P., saat menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Waisak kepada umat Buddha yang merayakan pada Minggu (31/5/2026).

“Selamat Hari Raya Waisak 2569 BE/2026. Semoga kedamaian, kebijaksanaan, dan kasih sayang selalu menyinari kehidupan kita. Mari bersama-sama menjaga keharmonisan dan persaudaraan demi Indonesia yang lebih baik,” ujar Danlanal.

Menurutnya, di tengah berbagai tantangan sosial yang terus berkembang, masyarakat tidak boleh lengah menjaga kerukunan yang telah diwariskan para leluhur. Perbedaan keyakinan, suku, maupun latar belakang tidak boleh dijadikan alasan untuk memecah persaudaraan yang telah terbangun kuat di Kepulauan Kei.

"Ain Ni Ain bukan sekadar slogan atau semboyan adat. Itu adalah jati diri masyarakat Kei yang harus terus dijaga dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari," tegasnya.

Danlanal mengingatkan bahwa kedamaian dan stabilitas daerah tidak lahir dengan sendirinya, melainkan harus dirawat bersama oleh seluruh elemen masyarakat. Karena itu, semangat Waisak harus menjadi energi moral untuk memperkuat rasa saling menghormati, saling melindungi, dan saling menjaga dalam bingkai persaudaraan.

Ia berharap masyarakat Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara tetap menjadi contoh daerah yang mampu menjaga toleransi di tengah keberagaman, sekaligus menolak segala bentuk provokasi yang berpotensi merusak persatuan.

"Jangan biarkan perbedaan menjadi celah bagi lahirnya perpecahan. Yang harus diperkuat adalah persaudaraan, kebersamaan, dan semangat hidup sebagai satu keluarga besar dalam nilai Ain Ni Ain," ujarnya.

Perayaan Waisak tahun ini menjadi momentum untuk menegaskan kembali bahwa kedamaian bukan hanya tanggung jawab umat beragama tertentu, melainkan tanggung jawab seluruh anak bangsa. Dari Kepulauan Kei, pesan persatuan itu kembali digaungkan: menjaga toleransi, merawat kerukunan, dan memperkokoh persaudaraan sebagai fondasi utama membangun daerah yang aman, damai, dan bermartabat.

Editor: Bruce Elang