Karhutla Meluas di Bomberay, Api Merembet hingga SP4 dan SP5, Kapolsek: Warga Diminta Waspada

Avatar photo

Kabar Sulsel - Admin

, 22 Juni 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Karhutla Meluas di Bomberay, Api Merembet hingga SP4 dan SP5, Kapolsek: Warga Diminta Waspada

Fakfak, KabarsulselIndonesia.web.id | Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di wilayah Kampung Bumi Moro Indah (BMI), Distrik Bomberay, Kabupaten Fakfak, pada Senin, 22 Juni 2026, terus menunjukkan perkembangan yang mengkhawatirkan. Kobaran api yang semula terpantau di sekitar Jalan Poros SP6 kini dilaporkan telah merembet hingga kawasan SP4 dan SP5 akibat tiupan angin yang cukup kencang dan berubah-ubah.

Kapolsek Bomberay IPTU Aldin La Adi, SH bersama personel Polsek Bomberay dan masyarakat setempat sejak pagi melakukan upaya pemadaman menggunakan peralatan seadanya. Namun kondisi medan serta besarnya kobaran api membuat proses pengendalian berlangsung cukup berat.

Saat dihubungi melalui sambungan telepon WhatsApp, IPTU Aldin La Adi mengatakan bahwa hingga siang hari api masih terus membesar dan bergerak mengikuti arah angin.

"Hari ini kami bersama masyarakat Kampung Bumi Moro Indah melakukan upaya pemadaman secara manual dengan peralatan yang tersedia. Namun karena api cukup besar dan angin bertiup kencang serta berubah-ubah arah, kebakaran terus meluas dan saat ini sudah merembet hingga wilayah SP4 dan SP5," ujar IPTU Aldin La Adi.

Menurut Kapolsek, kondisi cuaca yang panas dan minimnya curah hujan selama kurang lebih dua pekan terakhir menjadi faktor utama yang menyebabkan lahan mudah terbakar.

"Dua minggu terakhir wilayah Bomberay mengalami musim kemarau. Cuaca yang panas dan angin yang cukup kuat membuat api cepat menjalar. Karena itu kami terus melakukan pemantauan bersama masyarakat agar kebakaran tidak semakin meluas," katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolsek juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

"Kami mengingatkan masyarakat agar selalu menjaga keselamatan diri saat membantu pemadaman. Selain itu, masyarakat diharapkan tidak membuka lahan dengan cara membakar dan tidak membuang puntung rokok sembarangan karena kondisi saat ini sangat rentan menimbulkan kebakaran," tegasnya.

Lebih lanjut, IPTU Aldin La Adi mengungkapkan bahwa hingga saat ini belum terlihat adanya keterlibatan langsung dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Fakfak di lokasi kejadian. Padahal, menurutnya, keberadaan personel dan sarana pendukung sangat dibutuhkan untuk mempercepat proses penanganan.

"Sampai hari ini kami belum melihat kehadiran BPBD di lokasi. Kami berharap ada perhatian dan dukungan lebih lanjut karena keterbatasan peralatan serta sumber air menjadi kendala utama dalam upaya pemadaman," ungkapnya.

Meski demikian, aparat kepolisian bersama masyarakat tetap berupaya melakukan pengawasan dan pemadaman secara berkelanjutan guna mencegah api menjalar ke wilayah permukiman maupun lahan produktif warga.

Hingga berita ini diturunkan, kobaran api masih terpantau di sejumlah titik dan petugas bersama masyarakat terus melakukan pemantauan intensif terhadap perkembangan situasi di lapangan. Pemerintah dan seluruh elemen masyarakat diharapkan dapat bersinergi dalam menghadapi ancaman karhutla yang berpotensi meningkat selama musim kemarau berlangsung.

"Karhutla bukan hanya persoalan api yang membakar lahan. Di balik asap yang membumbung, tersimpan ancaman bagi kesehatan masyarakat, lingkungan hidup, dan masa depan generasi yang bergantung pada kelestarian hutan Papua."

 

Writter & Editor : Den