Liga Tomandin I Berakhir, PBSI Fakfak Menanam Asa Baru bagi Atlet

Avatar photo

Kabar Sulsel - Admin

, 09 Agustus 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Liga Tomandin I Berakhir, PBSI Fakfak Menanam Asa Baru bagi Atlet

Fakfak, KabarsulselIndonesia.web.id | Riuh pertandingan di GOR Bulutangkis Fakfak boleh berakhir. Namun, bagi Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kabupaten Fakfak, Liga PBSI Tomandin I 2026 justru menjadi titik awal untuk menyiapkan generasi baru atlet berprestasi.

Kompetisi yang berlangsung sejak 14 Juni hingga Agustus 2026 itu mempertemukan sekitar 130 atlet dari 10 klub. Hampir dua bulan, lapangan menjadi ruang adu kemampuan sekaligus tempat para atlet belajar tentang disiplin, sportivitas, kerja keras dan arti sebuah kekalahan.

PB Dozer A keluar sebagai juara pertama sekaligus membawa pulang Piala Bergilir Liga PBSI Tomandin I, uang pembinaan Rp8 juta dan medali. PB Gemanex A menempati posisi kedua dengan pembinaan Rp6 juta, disusul PB Iztel A sebagai juara ketiga dengan Rp4 juta. PB Asalam A meraih predikat juara harapan dan memperoleh Rp2 juta.

Ketua PBSI Kabupaten Fakfak, Widhi Asmoro Jati, S.T., M.T mengatakan nilai terpenting dari liga bukan semata-mata soal siapa yang mengangkat trofi. Kompetisi itu, menurut dia, telah menjadi ruang untuk mempertemukan klub, mempererat persaudaraan dan menumbuhkan mental bertanding atlet.

“Yang paling indah bukan semata-mata tentang siapa yang menang dan siapa yang kalah. Liga Tomandin telah menjadi ruang untuk mempertemukan kita, membangun silaturahmi, mempererat persaudaraan dan menyatukan semangat seluruh insan bulutangkis di Kabupaten Fakfak.”

Bagi Widhi, kekalahan tidak seharusnya menjadi garis akhir. Ia justru menjadikannya bahan evaluasi untuk tumbuh lebih kuat. Para juara diminta tidak lekas berpuas diri, sementara atlet yang belum berhasil meraih podium didorong untuk kembali berlatih.

Liga Tomandin juga ditempatkan PBSI dalam kerangka Fakfak Sehat dan visi Fakfak Membara. Olahraga, kata Widhi, bukan sekadar aktivitas fisik, melainkan bagian dari investasi pembangunan manusia membentuk generasi yang sehat, produktif, berkarakter dan berprestasi.

Semangat itu akan berlanjut. PBSI Fakfak kini mengarahkan perhatian ke Bupati Cup VII Tahun 2026 yang direncanakan berlangsung November mendatang, sekaligus menjadi bagian dari rangkaian menyambut Hari Ulang Tahun ke-126 Kota Fakfak.

“Liga Tomandin I ini kita jadikan salah satu tahapan untuk mempersiapkan atlet menghadapi Bupati Cup VII. Liga boleh berakhir, tetapi pembinaan bulutangkis Fakfak tidak boleh berhenti,” ujar Widhi.

Di balik kompetisi yang panjang itu terdapat kerja banyak tangan: panitia, wasit, pelatih, klub, atlet, masyarakat, sponsor dan para donatur. Dukungan mereka, menurut Widhi, membuktikan bahwa olahraga dapat tumbuh ketika dikerjakan secara gotong royong.

Dari GOR Bulutangkis Fakfak, sebuah pesan kini ditinggalkan: trofi hanyalah hasil akhir pertandingan. Prestasi yang sesungguhnya adalah ketika sebuah kompetisi mampu melahirkan atlet yang lebih tangguh dan membuka jalan bagi generasi berikutnya.

Liga PBSI Tomandin I pun ditutup. Tetapi pekerjaan PBSI Fakfak baru saja dimulai.

 

Writter & Editor : Den