Sentuhan Nurwidayati pada Pala Grafting: Menanam Harapan, Menegaskan Jati Diri Fakfak

Avatar photo

Kabar Sulsel - Admin

, 04 Mei 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Sentuhan Nurwidayati pada Pala Grafting: Menanam Harapan, Menegaskan Jati Diri Fakfak

Fakfak, KabarsulselIndonesia.web.id | Fakfak kembali menanam harapan secara harfiah. Di halaman Rumah Negara, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Fakfak sekaligus Bunda PAUD, Nurwidayati Samaun Dahlan, memimpin langsung gerakan penanaman Pala Tomandin Grafting. Bukan sekadar seremoni penghijauan, melainkan penegasan identitas: Fakfak adalah Kota Pala.

Dengan didampingi jajaran PKK dan Tim Gertak (Gerakan Tanam Kebun), Nurwidayati menanam bibit unggul yang menjadi simbol kebangkitan komoditas warisan daerah. Dari tangan perempuan-perempuan PKK, gerakan ini menemukan maknanya pembangunan yang tumbuh dari pekarangan, dari keluarga, dan dari kesadaran kolektif menjaga alam sekaligus budaya.

Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak melalui Kepala Seksi Produksi Usaha Perkebunan, Imelda Hegemur, S.Sos., M.Si., menyerahkan secara simbolis 10 bibit Pala Tomandin Grafting dan 6 bibit kelapa genjah entok. Penyerahan itu bukan sekadar formalitas administratif, melainkan penanda dimulainya babak baru budidaya pala di Fakfak.

Menurut Imelda, inovasi Pala Tomandin Grafting merupakan terobosan budidaya berbasis rekayasa vegetatif. Tanaman ini memiliki postur lebih pendek, lebih mudah dirawat, dan masa produktif yang jauh lebih cepat dibandingkan pala konvensional. Jika pala generatif dari biji membutuhkan waktu 7 hingga 10 tahun untuk berbuah, varietas grafting ini dapat mulai berproduksi dalam waktu sekitar 3,5 tahun.

Poster Gerakan Pala Grafting

Keunggulan lainnya terletak pada kepastian berbuah. Entris yang digunakan diambil dari pucuk atau cabang muda pohon induk unggul yang telah terbukti sehat dan produktif. Hasilnya, tanaman tidak hanya lebih cepat panen, tetapi juga memiliki kualitas buah yang lebih terjaga serta daya tahan lebih baik terhadap tekanan lingkungan.

Dinas Perkebunan telah menyiapkan sekitar 500 bibit Pala Tomandin Grafting dan sejumlah kelapa cebol genjah entok yang didatangkan dari Kebumen, Jawa Tengah. Bibit-bibit ini akan ditanam di berbagai titik strategis pusat kota, taman, kawasan bandara, fasilitas publik, hingga pekarangan rumah warga. Strateginya jelas: menjadikan pala bukan hanya komoditas ekonomi, tetapi wajah kota.

Langkah ini merupakan kelanjutan dari peluncuran Gerakan Tanam Pala Grafting pada peringatan Hari Pendidikan Nasional ke-117 Tahun 2026 di SMAN 2 Fakfak. Dari lingkungan sekolah sebagai ruang edukasi generasi muda, gerakan itu kini meluas ke ruang publik dan rumah tangga. Sebuah ekspansi yang dirancang bukan sekadar menanam pohon, tetapi menanam kesadaran.

Bagi Nurwidayati Samaun Dahlan, pelibatan perempuan dan keluarga dalam gerakan lingkungan produktif adalah fondasi pembangunan berkelanjutan. PKK tidak hanya bergerak dalam program sosial, tetapi juga hadir dalam transformasi ekonomi berbasis komoditas lokal. Pala menjadi jembatan antara warisan leluhur dan masa depan Fakfak.

Gerakan ini memperlihatkan satu hal: identitas daerah tidak cukup dikenang, ia harus ditanam, dirawat, dan diwariskan. Di bawah naungan semangat kolektif dan inovasi pertanian modern, Fakfak menegaskan kembali posisinya sebagai kota yang tumbuh bersama pala hijau, produktif, dan berbudaya.

Dan dari halaman Rumah Negara itu, sebuah pesan menguat: kebanggaan daerah dimulai dari sebatang bibit yang ditanam dengan keyakinan.
 

Writter & Editor : Den