Tinjau Langsung Koperasi Merah Putih, Brigjen Said Latuconsina Dorong Kesiapan Operasional hingga ke Daerah

Avatar photo

Kabar Sulsel - Admin

, 22 Oktober 2026

facebook share twitter share line share telegram share wa copy

Tinjau Langsung Koperasi Merah Putih, Brigjen Said Latuconsina Dorong Kesiapan Operasional hingga ke Daerah

Tinjau Langsung Koperasi Merah Putih, Brigjen Said Latuconsina Dorong Kesiapan Operasional hingga ke Daerah

BOJONEGORO, JAWA TIMUR — Kabarsulselindonesia.web.id

Upaya mempercepat operasionalisasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) terus dilakukan melalui pemeriksaan langsung terhadap kesiapan fasilitas dan pengelolaan koperasi di berbagai daerah. Dalam kegiatan tersebut, Brigjen TNI (Mar) Said Latuconsina turut bergabung bersama tim Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (Mabes TNI) untuk melaksanakan verifikasi dan validasi kondisi koperasi di lapangan.22/10/26

Kegiatan yang dilaksanakan selama dua pekan di berbagai wilayah Indonesia ini bertujuan memperoleh gambaran nyata mengenai kesiapan KDKMP sebelum menjalankan operasional secara optimal. Salah satu lokasi peninjauan berada di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

Pemeriksaan mencakup kesiapan bangunan, kelengkapan sarana dan prasarana, ketersediaan barang dagangan, fasilitas penyimpanan, armada distribusi, serta sumber daya manusia yang akan menjalankan kegiatan koperasi.

Brigjen Said Latuconsina menjelaskan bahwa berdasarkan hasil sementara peninjauan, sejumlah koperasi telah memiliki fasilitas fisik yang memadai. Beberapa di antaranya bahkan sudah mulai beroperasi, sedangkan koperasi lainnya masih melengkapi kebutuhan barang dan mempersiapkan tenaga pengelola.

“Secara umum, kesiapan sarana dan prasarana di sejumlah lokasi sudah terpenuhi. Namun, masih ada koperasi yang dalam tahap menyiapkan sumber daya manusia, baik manajer maupun karyawan, serta melengkapi komoditas yang akan diperdagangkan,” ujarnya kepada awak media.

Kesiapan Fisik Harus Diikuti Pengelolaan Profesional

Menurut Said, keberhasilan Koperasi Merah Putih tidak cukup diukur dari tersedianya bangunan dan fasilitas pendukung. Hal yang tidak kalah penting ialah kesiapan sistem pengelolaan, kemampuan sumber daya manusia, kesinambungan pasokan, serta kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Karena itu, proses verifikasi dan validasi menjadi bagian penting untuk mengidentifikasi kebutuhan sekaligus berbagai kendala yang masih harus diselesaikan sebelum koperasi beroperasi secara maksimal.

Dalam peninjauan tersebut, tim juga berdialog dengan pengurus koperasi, perangkat desa, dan masyarakat guna mendapatkan informasi mengenai kondisi aktual serta kebutuhan operasional di setiap lokasi.

“Yang perlu kita dorong bukan hanya kesiapan bangunan, tetapi juga bagaimana koperasi ini dapat beroperasi dengan baik, memberikan pelayanan kepada masyarakat, menjaga kesinambungan pasokan barang, serta menawarkan harga yang kompetitif,” kata Said.

Penekanan tersebut menunjukkan bahwa keberadaan KDKMP perlu diarahkan pada aktivitas usaha yang berkelanjutan. Koperasi diharapkan mampu menyediakan kebutuhan pokok dengan pelayanan yang baik, sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap barang yang dibutuhkan sehari-hari.

Perkuat Distribusi dan Kemitraan dengan Pelaku Usaha Lokal

Selain kesiapan pengelola, keberlangsungan pasokan menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan koperasi. Ketersediaan barang yang stabil diperlukan agar pelayanan kepada masyarakat tidak terhambat.

Said juga menekankan pentingnya memastikan penyaluran barang bersubsidi berjalan sesuai ketentuan yang berlaku. Pengelolaan distribusi harus dilakukan secara tertib dan bertanggung jawab agar barang dapat disalurkan kepada pihak yang berhak.

Di sisi lain, pengembangan KDKMP perlu membuka ruang kemitraan dengan petani, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta produsen lokal. Kerja sama tersebut berpotensi memperluas pasar bagi produk masyarakat sekaligus meningkatkan perputaran ekonomi di tingkat desa dan kelurahan.

Dengan demikian, koperasi tidak hanya menjadi tempat memperoleh kebutuhan pokok, tetapi juga dapat berperan sebagai penghubung antara produsen lokal dan konsumen.

Kemitraan yang dibangun secara tepat diharapkan mampu memperkuat usaha masyarakat, menciptakan peluang ekonomi, dan meningkatkan keterlibatan pelaku usaha lokal dalam rantai distribusi.

Verifikasi Menjadi Dasar Perbaikan dan Evaluasi

Pelaksanaan verifikasi dan validasi oleh tim Mabes TNI diharapkan memberikan gambaran objektif mengenai tingkat kesiapan masing-masing koperasi. Hasil pemeriksaan tersebut dapat menjadi bahan evaluasi untuk menentukan langkah perbaikan, mulai dari pemenuhan fasilitas, penyiapan tenaga pengelola, hingga penguatan sistem distribusi dan tata kelola.

Ke depan, keberhasilan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih perlu dilihat dari kemampuannya menjalankan usaha secara konsisten, memberikan pelayanan yang terjangkau, menjaga ketersediaan barang, serta membangun kemitraan yang produktif dengan masyarakat.

Transparansi pengelolaan, kompetensi pengurus, pengawasan yang memadai, dan orientasi pada kebutuhan anggota juga menjadi unsur penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap koperasi.

Melalui kesiapan infrastruktur yang didukung sumber daya manusia berkualitas, tata kelola profesional, dan rantai pasok yang berkelanjutan, KDKMP diharapkan dapat berkembang menjadi salah satu penggerak ekonomi kerakyatan.

Pada akhirnya, ukuran keberhasilan program ini bukan semata-mata banyaknya bangunan koperasi yang berdiri, melainkan sejauh mana keberadaannya mampu memberikan manfaat nyata, memperluas kesempatan usaha, dan berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat desa maupun kelurahan.

Editor: Bruce Elang